Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Benarkah IVF Bikin Subur? Ini Fakta di Balik Bunda yang Hamil Alami setelah Bayi Tabung

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 20:40 WIB

Tes Kehamilan
Benarkah IVF Bikin Subur? Ini Fakta di Balik Bunda yang Hamil Alami setelah Bayi Tabung/Foto: iStockphoto/Getty Images/RealPeopleGroup
Daftar Isi
Jakarta -

Program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung menjadi salah satu pilihan pasangan yang kesulitan memiliki keturunan. Namun, ada temuan menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Sebagian perempuan yang berhasil memiliki anak melalui IVF ternyata bisa hamil secara alami pada kehamilan berikutnya.

Apakah ini berarti program IVF dapat meningkatkan kesuburan perempuan? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu, Bunda.

Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar satu dari lima perempuan yang berhasil melahirkan melalui teknologi reproduksi berbantu, termasuk IVF, dapat hamil secara alami setelahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Temuan ini memberikan harapan untuk sebagian pasangan, tetapi bukan berarti IVF terbukti dapat menyembuhkan infertilitas atau meningkatkan kesuburan secara permanen.

Apa itu program IVF atau bayi tabung?

IVF atau in vitro fertilization merupakan prosedur reproduksi berbantu yang dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan dan embrio berkembang, embrio akan dipindahkan ke dalam rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi kehamilan.

Program bayi tabung menjadi pilihan untuk pasangan dengan berbagai kondisi yang memengaruhi kesuburan. Misalnya gangguan pada saluran tuba, masalah sperma, atau infertilitas yang belum diketahui penyebabnya.

Melansir Studyfinds, IVF pertama kali berhasil dilakukan pada 1978. Kini, lebih dari 10 juta bayi di seluruh dunia telah lahir melalui prosedur ini. Pada 2020, bayi yang lahir melalui IVF diperkirakan menyumbang sekitar 1–6 persen dari total kelahiran tahunan di negara-negara maju.

Keberhasilan IVF bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia perempuan, kualitas sel telur dan sperma, penyebab infertilitas, serta kondisi kesehatan masing-masing pasangan. Karena itu, hasil program bayi tabung pada setiap orang bisa berbeda.

1 dari 5 perempuan bisa hamil alami setelah IVF

Penelitian yang dipimpin Dr. Annette Thwaites dari University College London (UCL) dan koleganya diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction pada 2023.

Penelitian tersebut merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menggabungkan hasil dari 11 penelitian dengan total 5.180 perempuan. Para peneliti menelaah seberapa banyak perempuan yang hamil secara alami setelah berhasil melahirkan melalui teknologi reproduksi berbantu, seperti IVF atau ICSI.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 20 persen perempuan mengalami kehamilan alami setelah melahirkan melalui teknologi reproduksi berbantu. Ini artinya, sekitar satu dari lima perempuan dalam kelompok yang diteliti mengalami kehamilan tanpa bantuan teknologi reproduksi setelahnya.

"Temuan kami menunjukkan bahwa kehamilan alami setelah memiliki bayi melalui IVF bukanlah hal yang langka. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan umum, baik di kalangan wanita maupun tenaga medis, serta anggapan yang sering muncul di media, bahwa kejadian tersebut sangat kecil kemungkinannya," ujar penulis utama Dr. Annette Thwaites dalam sebuah rilis media.

Data yang tersedia juga menunjukkan bahwa kehamilan alami tersebut dapat terjadi dalam tiga tahun pertama setelah kelahiran melalui program bayi tabung.

Penelitian ini diterbitkan dengan judul How common is natural conception in women who have had a livebirth via assisted reproductive technology? Systematic review and meta-analysis.

Apakah IVF bisa meningkatkan kesuburan?

Penelitian ini tidak dirancang untuk membuktikan bahwa IVF meningkatkan kesuburan perempuan. Para peneliti ingin mengetahui seberapa sering kehamilan alami terjadi setelah seorang perempuan berhasil melahirkan melalui teknologi reproduksi berbantu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima perempuan yang berhasil melahirkan melalui teknologi reproduksi berbantu dapat mengalami kehamilan alami setelahnya. Namun, temuan ini bukan berarti prosedur bayi tabung dapat meningkatkan kesuburan perempuan atau menyembuhkan infertilitas.

Peluang untuk hamil secara alami dapat berbeda pada setiap perempuan, bergantung pada kondisi dan penyebab gangguan kesuburannya. Karena itu, hasil penelitian ini tidak bisa dijadikan patokan bahwa semua perempuan yang menjalani IVF memiliki peluang yang sama untuk hamil secara alami.

Temuan ini juga penting untuk dipahami pasangan yang masih merencanakan kehamilan. Keberhasilan memiliki anak melalui IVF tidak serta-merta mengatasi masalah kesuburan. Karena itu, pasangan yang belum ingin menambah anak tetap perlu mempertimbangkan kontrasepsi dan mendiskusikan pilihan yang sesuai dengan dokter.

Jadi, kehamilan alami setelah IVF memang bisa terjadi, tetapi bukan berarti prosedur bayi tabung meningkatkan kesuburan perempuan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi peluang kehamilan alami setelah IVF.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda