kehamilan
Mengenal Metode Maternal Assited Caesarean, Ibu Angkat Bayi dengan Tangan Sendiri saat Melahirkan
HaiBunda
Jumat, 23 Oct 2026 11:15 WIB
Daftar Isi
Ibu tidak harus selalu pasif selama proses persalinan dengan operasi caesar. Ada metode yang memungkinkan ibu ikut berpartisipasi saat bayinya dilahirkan dengan metode yang dikenal dengan maternal-assisted caesarean atau maternal-assisted caesarean section (MACS).Â
Dalam metode ini, ibu dapat ikut mengangkat bayinya dari area operasi ke dada untuk melakukan kontak pertama setelah melahirkan.
Bagaimana prosedurnya dan apakah semua ibu yang menjalani operasi caesar bisa memilih metode ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal metode maternal assisted caesarean
Maternal-assisted caesarean adalah pendekatan operasi caesar yang memberi kesempatan kepada ibu untuk berpartisipasi secara aktif ketika bayinya dilahirkan.
Mengutip situs dokter spesialis obstetri dan ginekologi asal Australia, Dr Stephen Cole, metode ini memungkinkan ibu membantu mengangkat bayinya setelah dokter mengeluarkan sebagian tubuh bayi. Kemudian meletakkannya di dada ibu untuk mendapatkan pelukan pertama.
Dr Stephen Cole memperkenalkan metode ini di Epworth Freemasons, Melbourne, Australia, pada 2020. Prosedur dan pedoman yang dikembangkannya kemudian digunakan di sejumlah rumah sakit di Australia.
Dalam operasi caesar konvensional, dokter dan tim medis bertanggung jawab mengeluarkan bayi dari rahim ibu. Setelah itu, bayi biasanya menjalani pemeriksaan awal sesuai kondisinya sebelum diberikan kepada ibu jika keadaan keduanya memungkinkan.
Sedangkan dalam maternal-assisted caesarean, ibu mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam tahap akhir kelahiran. Meski demikian, proses persalinan tetap dilakukan oleh dokter dan tim medis profesional.
Bagaimana prosedur maternal-assisted caesarean dilakukan?
Dalam metode maternal-assisted caesarean bukan berarti ibu melakukan operasi sendiri. Dokter tetap yang melakukan operasi besar dengan pengawasan tim medis. Namun, berdasarkan penjelasan Dr Cole, ibu yang memilih metode ini akan menjalani persiapan khusus sebelum operasi. Termasuk edukasi mengenai prosedur dan kemungkinan pengalaman yang akan dihadapi.
Secara umum, tahapan maternal-assisted caesarean meliputi:
- Konsultasi sebelum persalinan. Ibu berdiskusi dengan dokter mengenai keinginan menjalani MACS, kondisi kehamilan, serta kelayakan prosedur berdasarkan penilaian medis.
- Persiapan di ruang operasi. Ibu mendapatkan penjelasan mengenai prosedur dan dapat diminta melakukan cuci tangan bedah, mengenakan gaun steril, serta sarung tangan steril sesuai protokol rumah sakit.
- Dokter mengeluarkan sebagian tubuh bayi. Setelah dokter mengeluarkan kepala dan bagian tubuh bayi sesuai tahapan operasi, tim medis membantu mengarahkan proses selanjutnya.
- Ibu membantu mengangkat bayi. Jika situasinya aman, ibu dibimbing untuk membantu mengangkat bayi dari area operasi menuju dadanya.
- Kontak awal dengan bayi. Bayi dapat diletakkan di dada ibu untuk kontak kulit ke kulit apabila kondisi ibu dan bayi memungkinkan. Pemeriksaan dan perawatan medis tetap dilakukan sesuai kebutuhan.
Dalam metode ini, kain pembatas operasi yang biasanya menutupi pandangan ibu dapat diturunkan agar ibu dapat melihat proses kelahiran. Karena itu, ibu dan pendamping perlu memahami bahwa mereka mungkin melihat darah dan bagian dari prosedur operasi.
Untuk rincian pelaksanaannya dapat berbeda di setiap rumah sakit. Bergantung pada protokol, kondisi klinis, dan kesiapan tim medis.
Apa manfaat maternal-assisted caesarean untuk ibu?
Salah satu tujuan maternal-assisted caesarean adalah memberikan kesempatan kepada ibu untuk merasa lebih terlibat dalam pengalaman melahirkan, khususnya kepada mereka yang menjalani operasi caesar terencana.
Melansir laman Epworth HealthCare, seorang ibu bernama Stacey Allison menceritakan pengalamannya menjalani maternal-assisted caesarean untuk kelahiran anak keempatnya.
Sebelumnya, Allison telah menjalani tiga persalinan melalui operasi caesar. Namun, persalinan keempat kali ini terasa berbeda. Ini karena ia dapat mengangkat bayinya sendiri dan langsung memeluknya.
Allison juga merasa pengalaman tersebut membantunya membangun ikatan dengan bayi sejak awal dan membuat pengalaman setelah persalinan terasa lebih positif.
Dr Cole menjelaskan bahwa metode ini bertujuan membantu ibu merasa lebih terlibat dalam proses kelahiran dan memberi kesempatan untuk merasakan kedekatan awal dengan bayi.
Namun, pengalaman Allison merupakan kesaksian individual, bukan bukti bahwa semua ibu akan merasakan manfaat yang sama.
Manfaat seperti pengalaman persalinan yang lebih positif, rasa memiliki kendali, dan kedekatan emosional merupakan tujuan yang ingin didukung melalui pendekatan ini. Seberapa besar manfaat tersebut dibandingkan operasi caesar konvensional masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Apa kata penelitian tentang maternal-assisted caesarean?
Penelitian mengenai maternal-assisted caesarean mulai berkembang, tetapi bukti ilmiah mengenai manfaat dan keamanannya secara keseluruhan masih terbatas.
Salah satu publikasi yang relevan adalah artikel berjudul A Practice Template for Maternal-Assisted Caesarean Section yang ditulis William Stobie dan Hugh Porter, diterbitkan dalam Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology pada 2026.
Artikel tersebut membahas protokol praktik maternal-assisted caesarean untuk membantu tenaga kesehatan menerapkan prosedur dengan lebih terstruktur.
Penulis menjelaskan bahwa MACS dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pengalaman persalinan, mendukung kedekatan ibu dan bayi, serta memberi ibu kesempatan berpartisipasi dalam proses kelahiran melalui operasi caesar terencana.
Namun, publikasi ini terutama berisi panduan praktik dan protokol, bukan uji klinis yang membuktikan bahwa MACS lebih unggul daripada operasi caesar konvensional dalam semua aspek.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
10 Risiko Penyakit yang Bisa Timbul Setelah Operasi Caesar dan Cara Mengatasinya, Waspadai Bun!
Kehamilan
8 Makanan yang Perlu Bunda Hindari setelah Melahirkan secara Caesar
Kehamilan
Vagina Terasa Nyeri meski Melahirkan secara Caesar? Normal kok Bun
Kehamilan
4 Tips Mempercepat Pemulihan Luka Operasi Caesar, Salah Satunya 'Puasa' Seks
Kehamilan
4 Produk untuk Merawat Luka Sayatan Operasi Caesar agar Cepat Sembuh
5 Foto
Kehamilan
Perjuangan Nita Vior Sambut Anak Pertama, Tunggu Persalinan Pervaginam tapi Akhirnya Caesar
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Melahirkan Operasi Caesar Sekaligus Steril, Ini Fakta yang Perlu Diketahui
Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaan Persalinan Alami dan Pervaginam
Perempuan di India Jadi yang Ibu Tertua yang Melahirkan Bayi Kembar