Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Ternyata Banyak Suami Bersedia Pakai Alat Kontrasepsi, tapi Terhalang Hal Ini

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 21 Oct 2026 20:40 WIB

ilustrasi suami istri dan dokter
Ternyata Banyak Suami Merasa Siap Pakai Alat Kontrasepsi, tapi Terhalang Hal Ini/Foto: Getty Images/chanakon laorob
Daftar Isi
Jakarta -

Urusan kontrasepsi sering dikaitkan dengan perempuan. Padahal, kehamilan itu melibatkan dua orang yakni suami dan istri. Adanya pilihan kontrasepsi yang juga bisa digunakan pria dapat memberi pasangan lebih banyak pilihan dalam mengendalikan kehamilan.

Sebuah survei menunjukkan bahwa cukup banyak pria yang terbuka dengan penggunaan kontrasepsi baru jika tersedia pilihan. Sayangnya, pilihan kontrasepsi pria masih terbatas. Sejumlah metode baru, termasuk pil dan gel kontrasepsi, masih dalam tahap penelitian dan belum tersedia untuk penggunaan umum.

Survei: Banyak pria bersedia menggunakan kontrasepsi

Survei yang dilakukan DesireLine dan didukung Male Contraceptive Initiative (MCI) melibatkan lebih dari 14.000 pria di tujuh negara Eropa, yaitu Jerman, Prancis, Italia, Polandia, Swedia, Turki, dan Inggris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hasilnya, sekitar 62 persen pria yang disurvei menyatakan bersedia menggunakan kontrasepsi pria dalam waktu satu tahun setelah produk tersebut disetujui. 

Angka kesediaan ini berbeda di setiap negara. Namun, lebih dari separuh responden di seluruh negara yang disurvei menyatakan kesediaannya. Hanya sekitar 9 persen yang mengatakan tidak akan pernah menggunakan kontrasepsi pria baru. 

Steve Kretschmer, Direktur Eksekutif DesireLine yang melakukan survei tersebut, mengatakan sekitar enam dari 10 pria di Eropa menunjukkan minat untuk mencoba kontrasepsi pria baru. Sebagian bahkan mengatakan ingin menggunakannya dalam waktu tiga bulan setelah tersedia.

"Tidak hanya permintaan yang besar secara keseluruhan, tetapi juga tingkat urgensi yang cukup tinggi dalam permintaan tersebut," kata Kretschmer melansir Rapporteur.

Alasan pria tertarik menggunakan kontrasepsi baru antara lain ingin ikut mengendalikan kehamilan, melindungi istri dari kehamilan yang tidak direncanakan, merasa tidak puas dengan penggunaan kondom, serta ingin mengurangi beban kontrasepsi yang selama ini lebih banyak ditanggung perempuan.

Namun, hasil survei ini baru berupa gambaran minat atau kesediaan menggunakan. Belum tentu semua pria yang menyatakan bersedia akan benar-benar menggunakan.

Kenapa kontrasepsi pria baru belum banyak tersedia?

Pilihan kontrasepsi untuk pria saat ini masih terbatas. Metode yang telah tersedia antara lain kondom, vasektomi, dan senggama terputus atau withdrawal.

Sementara itu, berbagai metode kontrasepsi pria baru masih berada dalam tahap penelitian dan uji klinis.

Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Andrology menjelaskan bahwa pengembangan kontrasepsi pria mencakup pendekatan hormonal maupun nonhormonal. Beberapa kandidat telah memasuki tahap uji klinis, tetapi masih membutuhkan penelitian untuk memastikan efektivitas, keamanan, efek samping, serta kemampuan mengembalikan kesuburan setelah penggunaannya dihentikan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pengembangan kontrasepsi pria juga perlu mempertimbangkan keamanan, efektivitas, penerimaan pengguna, keterjangkauan, dan kemampuan metode untuk tidak menyebabkan infertilitas permanen.

Metode kontrasepsi yang lebih disukai pria

Pria di berbagai negara paling tertarik dengan pil kontrasepsi nonhormonal yang diminum 30 menit sebelum berhubungan intim. Pil KB yang diminum setiap hari menjadi pilihan berikutnya.

Selain pil, pria di Jerman dan Prancis juga tertarik pada hidrogel yang dirancang untuk menyumbat saluran sperma. Metode nonhormonal ini dirancang untuk menghalangi sperma keluar bersama air mani.

Sementara itu, cincin silikon yang meningkatkan suhu di sekitar testis untuk mengurangi produksi sperma lebih diminati pria di Turki.

Survei ini juga menemukan bahwa 10 persen pria di Inggris tidak tertarik menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Angka ini paling rendah dibandingkan negara lain yang diteliti. Sementara itu, di Italia dan Prancis, angkanya mencapai 17 persen.

Minat terhadap kontrasepsi pria juga terlihat lebih tinggi pada pria yang aktif secara seksual dan mereka yang lebih rutin berkonsultasi dengan dokter.

Saat ini, kondom masih menjadi metode kontrasepsi yang paling umum digunakan pria. Namun, hanya sekitar separuh penggunanya yang mengaku memakai kondom setiap kali berhubungan intim.

Survei tersebut memperkirakan bahwa penggunaan metode kontrasepsi pria yang baru berpotensi memperluas perlindungan terhadap kehamilan di berbagai negara Eropa.

Berdasarkan pemodelan survei, potensi peningkatannya berkisar dari 31 persen di Prancis hingga 73 persen di Inggris, jika pria yang sebelumnya tidak menggunakan kontrasepsi mulai menggunakannya.

WHO juga menegaskan pentingnya memperluas pilihan kontrasepsi untuk pria. Tujuannya agar tanggung jawab mencegah kehamilan tidak terus lebih banyak dibebankan kepada perempuan.

"Kontrasepsi bukanlah solusi yang berlaku sama untuk semua orang. Baik pria maupun perempuan membutuhkan beragam pilihan yang mencerminkan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi saat ini, dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan, tingkat invasivitas, perilaku, keandalan, serta aksesibilitas," kata Pascale Allotey, Direktur Departemen Kesehatan Seksual, Reproduksi, Ibu, Anak, Remaja, dan Penuaan di WHO dikutip dari laman resminya.

Kontrasepsi pria baru apa saja yang sedang dikembangkan?

Selain kondom dan vasektomi, peneliti sedang mengembangkan berbagai metode kontrasepsi pria. WHO mengelompokkannya menjadi tiga pendekatan utama, yaitu menekan produksi sperma, mengganggu fungsi sperma, dan menghambat jalannya sperma.

Beberapa metode yang sedang diteliti antara lain yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pil kontrasepsi pria

Pil kontrasepsi pria sedang dikembangkan melalui pendekatan hormonal maupun nonhormonal. Tujuannya untuk mencegah kehamilan dengan menekan produksi sperma atau mengganggu fungsinya. Namun, kandidat pil yang masih diteliti belum dapat dianggap sebagai kontrasepsi yang siap digunakan secara umum.

2. Gel hormonal

Gel yang dioleskan setiap hari sedang diteliti untuk menekan produksi sperma melalui pengaturan hormon reproduksi pria.

Salah satu kandidat yang diteliti merupakan kombinasi testosteron dan segesteron asetat. Kandidat ini telah memasuki tahap uji klinis, tetapi masih memerlukan evaluasi keamanan dan efektivitas sebelum dapat digunakan secara luas.

3. Hidrogel penyumbat saluran sperma

Hidrogel dirancang untuk menghalangi sperma melewati vas deferens atau saluran sperma. Pendekatan ini dikembangkan sebagai alternatif nonhormonal. Namun, keamanan, efektivitas, dan kemampuan mengembalikan kesuburan setelah penggunaannya perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

4. Cincin termal

Cincin silikon ini dirancang untuk meningkatkan suhu di sekitar testis sehingga dapat menekan produksi sperma. Meski mendapat perhatian dalam survei Eropa, metode ini belum menjadi pilihan kontrasepsi pria yang tersedia secara luas.

Berbagai metode tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kontrasepsi pria terus berlangsung. Namun, setiap kandidat memiliki tahap penelitian dan bukti ilmiah yang berbeda. Karena itu, minat yang tinggi dari calon pengguna belum berarti suatu metode sudah terbukti aman dan efektif.

Untuk pasangan yang merencanakan kehamilan, bertambahnya pilihan kontrasepsi pria diharapkan dapat membuka ruang untuk berbagi tanggung jawab secara lebih seimbang.

Namun, hingga metode baru benar-benar terbukti aman, efektif, dan mendapat persetujuan penggunaan, pasangan tetap perlu memilih kontrasepsi yang tersedia sesuai kebutuhan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda