Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

9 Pantangan Ibu Melahirkan Sebelum 40 Hari dan Alasannya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 20 Oct 2026 14:00 WIB

Ilustrasi melahirkan
9 Pantangan Ibu Melahirkan Sebelum 40 Hari dan Alasannya/Foto: Getty Images/kieferpix
Daftar Isi
Jakarta -

Berbagai larangan bagi ibu hamil kerap muncul di masyarakat ya, Bunda. Simak 9 pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari dan alasannya.

Usai hamil dan melahirkan, ternyata ada saja hal-hal yang perlu diperhatikan para perempuan. Apalagi, berbagai budaya di masyarakat yang masih kental mewarnai kerap memunculkan berbagai aturan-aturan khusus di berbagai sendi kehidupan. Termasuk salah satunya pantangan ketika ibu melahirkan.

Sisi positifnya sebenarnya ialah, momen pasca melahirkan memang menjadi kondisi yang sensitif bagi para ibu. Di fase ini, mereka membutuhkan pemulihan agar tubuh cepat kembali normal pasca melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Untuk itu, wajar saja jika ada beberapa pantangan yang sedianya perlu dihindari. Mengutip dari laman Baby Center, beberapa minggu pertama setelah melahirkan bisa sangat bervariasi bagi para ibu baru.

Dibutuhkan waktu khusus bagi mereka untuk memulihkan diri serta merawat bayi baru mereka, sementara lainnya perlu kembali bekerja lebih cepat dan meninggalkan bayi baru lahir bersama anggota keluarga atau pengasuh.

Dalam budaya Amerika Latin misalnya, 40 hari pertama setelah melahirkan secara tradisional disebut sebagai la cuarentena, yakni waktu bagi para ibu baru untuk beristirahat, pulih, dan fokus pada menyusui. 

Kepercayaan tradisional ini meliputi menghindari mandi air dingin, mengonsumsi sup panas, menahan diri dari seks, dan mengikat perut pasca melahirkan. Meskipun praktik ini memudar seiring waktu dalam budaya modern, ibu baru masih bisa menerima versi ini dengan menerima bantuan dan memprioritaskan istirahat mereka sendiri.

Lain di Amerika Latin, lain juga di Tiongkok, Bunda. Di Tiongkok misalnya, mereka terdapat kepercayaan leluhur yang mengharuskan para ibu baru tetap istirahat di rumah selama sebulan setelah melahirkan, menerima dukungan dari anggota keluarga perempuan yang sudah lanjut usia, sambil mengikuti tradisi diet dan tradisi lain yang ketat. 

Misalnya saja mereka diinstruksikan untuk menyeimbangkan yin dan yang dengan menghindari lobak dan rebung serta lebih memilih ayam dan jahe. Sementara itu, tradisi di Korea Selatan yakni terdapat periode istirahat pasca persalinan selama tiga hingga lima minggu untuk ibu baru.

9 Pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari

Di luar kebiasaan dan budaya yang melekat di masyarakat di berbagai belahan negara, periode pasca melahirkan memang menjadi salah satu waktu penting untuk memulihkan diri. Sebab, waktu ini menjadi periode yang krusial, khususnya pada 40 hari pertama usai melahirkan. 

Karenanya, terdapat beberapa pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari yang perlu dijalankan untuk mendukung pemulihan total ibu pasca melahirkan.

"Enam minggu pertama setelah melahirkan dikenal sebagai masa nifas. Periode ini adalah waktu yang penting saat perempuan membutuhkan berbagai perawatan untuknya dan bayinya," kata Asisten Dokter di Santa Maria, Holly D. Ernst, PA, dilansir dari Healthline.

Terkait hal tersebut, berikut ini beberapa pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari yang bisa dilakukan, Bunda, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Berhubungan intim

Berhubungan intim pasca melahirkan khususnya sebelum 40 hari memang sebaiknya dihindari ya, Bunda. Sebab, rahim dan vagina di fase ini masih dalam tahap pemulihan. Ketika berhubungan intim terjadi sebelum enam minggu, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi dan perdarahan. Dengan menundanya sejenak tentunya dapat memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

2. Melakukan aktivitas fisik yang berat

Aktivitas fisik yang berat memang sebaiknya tidak dilakukan pasca melahirkan sebelum 40 hari. Dalam fase ini, ligamen dan otot Bunda masih dalam kondisi lemah. Ketika Bunda memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik yang berat bisa berakibat fatal seperti menyebabkan prolaps uteri (turunnya rahim) atau cedera.

3. Menerima terlalu banyak tamu

Usai melahirkan, kedatangan tamu mungkin menyenangkan karena bisa menjadi dukungan tersendiri bagi Bunda. Hanya saja, menerima terlalu banyak tamu ternyata juga tidak baik usai persalinan. Sebab, Bunda tidak memiliki waktu dan ruang untuk menerima perubahan hidup dan suasana hati usai hadirnya Si Kecil. Selain itu, ketika kunjungan tamu tidak dibatasi, Bunda tidak bisa memiliki banyak waktu untuk fokus belajar menyusui Si Kecil. 

4. Mandi dengan air dingin jika membuat tidak nyaman

Suhu dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang berpotensi memperlambat proses penyembuhan. Dalam budaya di Indonesia, pantangan mandi air dingin sebelum 40 hari terkait dengan menghindari risiko masuk angin.

5. Mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang

Mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang bisa berisiko bagi ibu pasca persalinan. Apalagi, mereka masih dalam tahap pemulihan dan berstatus menyusui. Sementara, sistem pencernaan ibu yang dalam pemulihan bisa berisiko terinfeksi bakteri. Sehingga, mengonsumsi makanan matang sangat direkomendasikan.

6. Membiarkan stres berlebihan

Stres memang bisa berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk bagi ibu menyusui. Perlu diketahui bahwa stres dapat memengaruhi ASI dan pemulihan hormonal ibu pasca melahirkan. 

7. Mengabaikan kebersihan area kewanitaan

Area intim perlu dijaga kebersihannya sepanjang waktu sebab rawan mengalami infeksi. Untuk itu, bersihkan area intim secara rutin dengan air bersih dan mengganti pembalut nifas secara teratur setiap 4 jam sekali guna menjaga kebersihan area intim.

8. Melewatkan obat atau suplemen yang diresepkan dokter

Pemulihan pasca persalinan tak bisa dianggap remeh ya, Bunda.  Guna mendukung masa pemulihan tersebut, pastikan Bunda mengonsumsi vitamin atau suplemen sesuai anjuran dokter.

9. Terlalu sering mendatangi tempat ramai

Kondisi ibu pasca melahirkan sangat rentan tertular penyakit, Bun. Untuk itu, hindari berada di tempat ramai terlalu sering karena bisa memunculkan risiko tertular penyakit. Perbanyak istirahat di rumah agar kesehatan tetap terjaga.

Daftar makanan pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari

Setelah melahirkan, menjaga asupan makanan dengan baik juga menjadi kunci pemulihan lebih cepat. Jadi, sangat penting mengetahui apa saja makanan yang perlu dihindari atau dipantang ketika masa pemulihan pasca melahirkan sebelum 40 hari seperti  berikut ini:

1. Kopi dan teh

Sebagian kafein dalam kopi atau teh yang diminum akan masuk dalam ASI dan mungkin membuat bayi sulit tidur. Selain itu, kafein juga membuat busui lebih sulit tidur siang saat bayi sedang tidur siang atau di malam hari.

2. Kubis, brokoli, dan makanan gas lainnya

Mengonsumsi makanan bergas bukanlah pilihan baik saat pemulihan pasca melahirkan. Sebab, mengonsumsi makanan yang menimbulkan gas dapat menimbulkan reaksi yang sama pada bayi. Jika bayi mengalami kembung, mengonsumsi makanan ini bisa membuat mereka tidak nyaman.

3. Ikan

Beberapa jenis ikan tertentu seperti king mackerel dan ikan todak memiliki kadar merkuri lebih tinggi yang bisa muncul dalam ASI. Jika Bunda harus makan ikan, sebaiknya konsumsi jenis ikan lainnya yang kadar merkurinya lebih rendah.

4. Cokelat

Kafein dalam cokelat dapat memberikan efek pencahar pada bayi sehingga menghindarinya jadi jalan terbaik atau memilih mengonsumsinya dalam jumlah kecil.

5. Bawang putih

ASI bisa mencerminkan rasa makanan yang Bunda konsumsi, termasuk ketika Bunda makan bawang putih. Sayangnya, banyak bayi tidak menyukai rasa bawang putih sehingga mereka akan menolak menyusui saat ASI Bunda terasa bawang putih seperti dikutip dari laman Baptishealth.

6. Peppermint, sage, dan peterseli

Herbal-herbal ini bisa berdampak negatif pada pasokan ASI Bunda. Pastikan meminimalkan konsumsi ASI Bunda terutama jika Bunda memiliki indikasi bahwa bayi tidak mendapatkan cukup ASI saat menyusui.

Daftar pertanyaan seputar pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari

Sebagai ibu baru, banyak perempuan di luar sana mengalami kebingungan informasi terkait berbagai pantangan yang disyaratkan pasca melahirkan. Nah, agar tidak bingung dan khawatir berlebihan, simak berbagai daftar pertanyaan seputar pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari berikut ini:

1. Berapa lama rahim kembali subur setelah melahirkan?

Setelah melahirkan, rahim membutuhkan waktu untuk kembali pulih. Selain itu, rahim juga tidak langsung mengalami masa subur seperti sebelumnya setelah melahirkan. Ada jeda waktu yang dibutuhkan rahim sebelum rahim kembali subur dan haid mulai normal lagi setelah persalinan.

Terkait hal ini, sulit untuk memastikan kapan haid akan mulai rutin lagi ya, Bun. Sebab, setiap individu memiliki masa yang berbeda-beda. Jika Bunda memberi susu botol pada bayi, atau menggabungkan susu botol dengan menyusui, haid pertama bisa dimulai sekira 5 hingga 6 minggu setelah melahirkan.

Kemudian, jika Bunda menyusui sepenuhnya (termasuk di malam hari) tanpa susu botol, haid mungkin tidak akan mulai lagi sampai Bunda mulai mengurangi menyusui. Seiring dengan haid kembali normal, periode subur pada perempuan pun perlahan terjadi.

2. Bolehkah keluar rumah saat masa nifas menurut Islam?

Dalam Islam perbedaan terkait pendapat mengenai masa nifas memang ada. Dari beberapa riwayat, batas umum masa nifas maksimal ialah 40 hari dan lebih dari itu tidak disebut darah nifas.

Dikutip dari buku Fiqih Wanita yang ditulis oleh Syaikh Kamil Muhammad, batas maksimal keluarnya nifas adalah 40 hari. Hal ini diriwayatkan dari Ummu Salamah, yakni:

"Pada masa Rasulullah, para wanita yang sedang menjalani masa nifas menahan diri selama 40 hari atau 40 malam." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam jurnal berjudul, 'Konsep Al Ghuslu dalam Kitab Fiqih Manhaji (2010)', masing-masing mazhab memiliki pendapatnya masing-masing terkait nifas.

Menurut Imam Maliki, jika hari-hari suci telah mencapai 15 hari, maka perempuan tersebut sudah dikatakan suci. Ketika ada darah yang keluar, darah tersebut tidak lagi masuk kategori darah haid. Dan, jika darah yang keluar masih kurang dari 15 hari, maka darah tersebut disebut darah nifas.

Dalam mazhab Syafi'i, bahwa masa suci yang berlangsung 15 hari atau sesudah melahirkan maka perempuan tersebut dihukumi sebagai perempuan yang bersuci. Sedangkan apabila kurang dari 15 hari, maka dikatakan sebagai perempuan  nifas.

Sedangkan dalam mazhab Imam Hambali mengatakan bahwa masa suci yang berselang-seling oleh keluarnya darah nifas, maka dianggap sebagai masa suci.

Sementara menurut mazhab Imam Hanafi, masa suci yang berselang seling oleh keluarnya darah nifas, maka darah itu dianggap sebagai darah nifas.

Terkait larangan saat masa nifas, perempuan memang dilarang melakukan beberapa hal diantaranya sholat, puasa, membaca Al Qur'an, menyentuh mushaf dan membawanya, masuk masjid, tawaf, bersetubuh, dan menikmati bagian tubuh istri antara pusar dan lutut. Sementara terkait larangan keluar rumah, tidak ada penjelasan spesifik mengenai hal tersebut.

3. Kenapa ibu melahirkan tidak boleh bekerja berat sebelum 40 hari?

Setelah melahirkan, banyak ibu merasa siap untuk beraktivitas normal tetapi sebenarnya hal ini tidak direkomendasikan untuk langsung dilakukan ya, Bunda. Apalagi, tubuh dipaksa melakukan kerja berat sebelum 40 hari.

Penting diingat bahwa tubuh membutuhkan istirahat, nutrisi, dan hidrasi yang cukup selama periode ini. Dengan menjalani istirahat setelah melahirkan memungkinkan tubuh secara bertahap pulih dari tuntutan fisik kehamilan dan persalinan, seperti dikutip dari laman Drnehakhandelwal.

Selain itu, rahim secara bertahap kembali ke ukuran sebelum kehamilan sehingga membutuhkan masa rehat yang maksimal. Dengan kembali beraktivitas terutama aktivitas berat sebelum 40 hari, pemulihan tubuh akan terganggu karena belum paripurna kesembuhannya. 

Karenanya, manfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum beraktivitas setelah melahirkan. Prioritaskan istirahat cukup, nutrisi tepat, dukungan emosional, kembali bertahap ke aktivitas, dan tindak lanjut medis secara rutin.  Ibu yang sehat tentunya  lebih mampu merawat bayinya, jadi berikan tubuh waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk pulih.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda