kehamilan
Antenatal Anxiety: Kenali Tanda Kecemasan yang Bisa Dialami Ibu Hamil
HaiBunda
Rabu, 14 Oct 2026 11:05 WIB
Bunda pernah mendengar istilah antenatal anxiety? Istilah ini mengacu pada gangguan kecemasan yang dapat terjadi selama kehamilan.
Gejala kecemasan dan depresi selama kehamilan dapat sangat bervariasi pada setiap calon ibu. Banyak di antaranya mengalami perubahan suasana hati, termasuk gejala depresi dan kecemasan.
Menurut ulasan di jurnal General Psychiatry tahun 2025, antenatal anxiety adalah gangguan mental umum selama kehamilan dan berdampak buruk pada kesejahteraan ibu hamil dan bayinya. Prevalensi kondisi ini sangat tinggi pada trimester pertama, namun masih kurang penelitian yang secara khusus membahasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah kekhawatiran, stres, dan kecemasan memang adalah hal normal selama kehamilan. Namun, bila hal itu sampai pada titik di mana ibu hamil khawatir secara berlebihan hampir setiap hari dan secara signifikan memengaruhi hidupnya, maka ada kemungkinan ia mengalami antenatal anxiety.
Melansir dari laman Centre of Perinatal Excellence, gangguan kecemasan adalah jenis masalah kesehatan mental yang paling umum, yang memengaruhi satu dari empat orang sepanjang hidup mereka. Kemungkinan mengembangkan kondisi atau gangguan kecemasan selama kehamilan meningkat, dengan perkiraan bahwa hingga satu dari lima perempuan akan mengalami tingkat kecemasan ini selama kehamilan.
Meskipun umum terjadi, gejala kecemasan sebelum melahirkan sering kali diabaikan. Banyak yang menganggapnya sebagai bagian dari gejala umum kehamilan atau hanya sebagai bagian dari 'kepribadian terorganisir' seseorang.
Akibatnya, gejala-gejala antenatal anxiety tidak dikenali sejak dini. Banyak ibu baru terdeteksi setelah menunjukkan gejala yang berat atau bahkan setelah kelahiran, ketika faktor stres lain juga mungkin memengaruhi kesejahteraan emosional.
Penyebab antenatal anxiety
Penyebab antenatal anxiety belum diketahui secara pasti. Namun, studi yang dipublikasikan di Journal of Psychosomatic Research tahun 2025 mengungkap sejumlah faktor yang dikaitkan dengan antenatal anxiety.
Studi yang dilakukan pada 940 ibu hamil ini mengungkap 111 peserta mengalami gejala kecemasan. Menurut studi, dibandingkan dengan perempuan tanpa pendidikan formal, mereka yang memiliki pendidikan menengah memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami antenatal anxiety.
Sementara itu, perempuan yang menghadapi masalah akses makanan dalam tiga bulan terakhir kemungkinan 4,60 kali lipat mengalami kecemasan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah makanan. Perempuan dengan kehamilan yang tidak direncanakan memiliki kemungkinan 2,53 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki kehamilan yang direncanakan.
Terakhir, mereka yang berada di trimester ketiga kehamilan kemungkinan 1,75 kali lipat mengalami antenatal anxiety dibandingkan dengan perempuan di trimester pertama.
"Studi ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan gejala kecemasan selama kehamilan. Para profesional kesehatan harus memiliki pengetahuan yang baik tentang faktor-faktor ini dan menerapkan skrining psikososial universal untuk semua ibu hamil dan memastikan identifikasi tepat waktu bagi mereka yang berisiko dan memungkinkan intervensi yang meningkatkan kesejahteraan mental mereka," demikian isi kesimpulan penelitian.
Gejala antenatal anxiety
Gejala kecemasan sebelum melahirkan dapat dikenali. Berikut beberapa tanda atau gejalanya, seperti melansir dari beberapa sumber:
- Muncul pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan, seperti khawatir ada sesuatu yang tidak beres dengan bayi di dalam kandungan.
- Muncul serangan panik, yaitu ledakan rasa takut dan panik ekstrem yang 'menguasai tubuh' dan terasa di luar kendali. Terkadang hal ini menyebabkan
- orang mulai menghindari situasi tertentu karena takut hal itu akan terulang kembali.
- Perubahan suasana hati, selalu merasa gelisah, tegang, dan mudah tersinggung.
- Merasa otot tegang dan dada terasa sesak.
- Ketakutan berlebihan tentang kehamilan, persalinan, atau akan menjadi seperti apa nanti ketika bayi lahir.
- Merasa terisolasi, takut, dan kesepian bahkan di sekitar orang-orang terkasih.
- Mengembangkan perilaku obsesif atau kompulsif (misalnya sering memeriksa gerakan bayi)
- Menghindari orang atau tempat yang dapat memicu kecemasan atau serangan panik.
Beberapa gejala tersebut bisa memengaruhi calon ibu secara fisik, sementara yang lain memengaruhi secara mental. Bila dibiarkan, pikiran yang muncul akan memengaruhi perilaku dan menimbulkan ketidaknyamanan.
Jika ibu hamil mengalami salah satu gejala yang memengaruhi fungsi sehari-hari serta kesejahteraan mental dan emosional selama kehamilan, maka ini saatnya untuk berbicara dengan profesional. Jika belum merasa nyaman, Bunda bisa terlebih dulu bicara dengan suami, keluarga atau teman.
Demikian penjelasan tentang antenatal anxiety yang terjadi selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Hati-hati, Ibu Hamil Rentan Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Kehamilan
Prioritaskan Kesehatan Mental Ibu, Negara Ini Gelontorkan Rp47 Triliun untuk Bumil & Ibu Baru
Kehamilan
5 Tips Menjaga Mental agar Tidak Insecure karena Perubahan Tubuh Saat Hamil
Kehamilan
Segera Atasi Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil agar Bunda & Bayi Tetap Sehat
Kehamilan
Kecemasan yang Umum Dialami Ibu Hamil di Trimester Dua
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Felicya Angelista Hamil 7 Bulan, Ungkap Naik 12 Kg
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Gangguan Psikologis yang Dialami Bunda Selama Kehamilan
5 Cara Menenangkan Pikiran Saat Hamil Biar Enggak Mudah Cemas dan Stres
Jangan Diabaikan, Ini Kata Psikolog soal Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga