Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bunda yang Baru Melahirkan Rentan Depresi, Olahraga Ini Bisa Bantu Mengatasinya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 15 Oct 2026 07:30 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi
Bunda yang Baru Melahirkan Rentan Depresi, Olahraga Ini Bisa Bantu Mengatasinya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Simplylove
Jakarta -

Masa setelah melahirkan (postpartum) adalah fase yang indah sekaligus menantang bagi banyak ibu baru. Perubahan hormon yang drastis, kelelahan fisik, serta penyesuaian peran baru dapat memicu stres hingga postpartum depression atau depresi pasca persalinan.

Di tengah kesibukan merawat bayi, meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik ringan bisa jadi cara terbaik untuk mencegah depresi, Bunda. Olahraga tidak hanya membantu memulihkan kebugaran tubuh, tetapi juga menstabilkan suasana hati hingga meredakan kecemasan.

"Olahraga dapat memberikan efek yang serupa, dan terkadang dampak yang lebih kuat, daripada pengobatan tradisional," kata psikolog di James Cook University in Queensland, Australia, Neil Munro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Bergerak, dalam bentuk atau cara apa pun yang paling sesuai untuk setiap orang, dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan," sambungnya, dilansir The Guardian.

Menurut penelitian, latihan aerobik berkelompok seperti berlari, berenang, atau menari dapat dianggap sebagai pengobatan utama untuk depresi dan kecemasan ringan. Para ilmuwan lalu menganalisis ulasan yang dipublikasikan tentang olahraga dan kesehatan mental dan menemukan bahwa beberapa peningkatan terbesar diamati pada orang dewasa muda dan ibu baru, kelompok yang dianggap sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Menurut para peneliti, meskipun latihan aerobik berkelompok muncul sebagai aktivitas fisik paling efektif untuk mengurangi depresi dan kecemasan, program intensitas rendah yang hanya berlangsung beberapa bulan mungkin paling baik untuk mengatasi kecemasan.

Dalam studi yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine tahun 2025 ini, para ilmuwan menganalisis data dari 63 ulasan yang diterbitkan dan meneliti dampak olahraga terhadap depresi atau kecemasan pada hampir 80.000 sukarelawan.

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek olahraga di semua kelompok usia, termasuk pada ibu hamil dan ibu baru. Olahraga yang diteliti beragam, mulai dari latihan beban dan latihan aerobik hingga yoga dan tai chi.

Hasil studi menemukan, bentuk-bentuk latihan aerobik yang meningkatkan detak jantung memiliki dampak terbesar pada depresi, sementara latihan beban dan yoga memiliki efek yang lebih kecil. Tren serupa juga terlihat pada kecemasan, tetapi dampaknya lebih kecil.

Pentingnya olahraga untuk ibu yang baru melahirkan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 280 juta orang di seluruh dunia mengidap depresi dan 301 juta orang mengalami gangguan kecemasan. Di Inggris, sekitar 15 hingga 20 persen ibu baru mengalami depresi dan kecemasan pada tahun pertama setelah melahirkan.

Menurut pakar Dr. Brendon Stubbs, olahraga usai melahirkan bisa menjadi pilihan baik untuk mencegah depresi. Meski begitu, ia mendesak kehati-hatian terhadap temuan tersebut karena sangat bergantung pada kasus-kasus ringan.

"Bagi orang dengan gejala ringan atau subklinis, olahraga dapat dianggap sebagai pilihan pengobatan utama. Namun, tidak ada bukti dari penelitian ini, atau dari literatur yang lebih luas, yang menunjukkan bahwa orang harus mengubah atau menghentikan pengobatan yang sudah mapan seperti psikoterapi," ungkap Stubbs.

Tapi, tidak ada salahnya mencoba olahraga usai melahirkan ya, Bunda. Olahraga yang juga disarankan untuk dilakukan adalah zumba.

"Ini adalah kabar baik bahwa olahraga kelompok seperti zumba dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi bagi sebagian orang, kemungkinan melalui kombinasi aktivitas fisik, koneksi sosial, kesenangan, tarian, dan rutinitas, dan bukti mendukungnya sebagai tambahan yang berpotensi bermanfaat untuk perawatan," ungkap psikiater di UCL, Profesor Michael Bloomfield.

"Tapi, olahraga harus dilihat sebagai pelengkap, bukan pengganti, perawatan berbasis bukti seperti terapi psikologis dan pengobatan jika secara klinis tetap diperlukan."

Demikian jenis olahraga yang dipercaya dapat mengatasi dan mencegah depresi pasca persalinan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda