Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Dulu Sulit Punya Anak, Perempuan Ini Hamil Usai Jalani Transplantasi Hati dan Ginjal

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 14 Oct 2026 14:55 WIB

Beautiful young pregnant Indonesian woman looking at ultrasound pictures while sitting on the sofa in the living room.
Dulu Sulit Punya Anak, Perempuan Ini Hamil Usai Jalani Transplantasi Hati dan Ginjal/Foto: Getty Images/urbazon
Daftar Isi

Perjalanan menjadi seorang Bunda ternyata bisa datang dengan cara yang tidak pernah disangka. Seperti yang dialami seorang perempuan asal Somerset, Inggris, Keeleigh John.

Sejak masih kecil, Keeleigh sudah menghadapi masalah kesehatan serius hingga harus menjalani transplantasi hati dan ginjal. Bahkan, keluarganya pernah diberi tahu bahwa ia mungkin tidak bisa bertahan hidup hingga remaja dan kemungkinan tidak dapat memiliki anak.

Namun, kehidupan berkata lain. Bertahun-tahun setelah menjalani transplantasi, Keeleigh justru mendapatkan kabar yang begitu membahagiakan. Di usia 28 tahun, ia kini tengah mengandung anak pertamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut kisahnya dikutip dari People.

Dulu diberi tahu mungkin tidak bisa punya anak

Kisah Keeleigh bermula ketika ia masih berusia 14 bulan. Saat itu, ia didiagnosis mengalami kondisi yang memengaruhi hati dan ginjal.

Ketika berusia 12 tahun, kondisi ginjalnya diketahui sudah mengalami kerusakan serius. Keeleigh kemudian menjalani transplantasi hati dan ginjal melalui layanan transplantasi organ NHS di Inggris.

Sebelum mendapatkan transplantasi, keluarganya bahkan sempat mendapat informasi bahwa kondisi Keeleigh sangat serius. Dokter memperkirakan ia mungkin tidak dapat bertahan hingga usia 12 tahun.

Setelah transplantasi, tantangan Keeleigh belum berakhir. Ia juga pernah diberi tahu bahwa kemungkinan dirinya memiliki anak sangat kecil. Namun, kabar tersebut ternyata bukan akhir dari perjalanan Keeleigh sebagai seorang perempuan yang ingin menjadi ibu.

Kini Keeleigh tengah mengandung

Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan organ hasil transplantasi, Keeleigh akhirnya mendapatkan kabar bahwa dirinya hamil. Ia mengetahui kehamilannya ketika sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami empat kali sepsis pada tahun ini.

Saat diwawancarai BBC pada September 2026, usia kehamilan Keeleigh telah mencapai 14 minggu. Pemeriksaan dokter juga menunjukkan janinnya dalam kondisi baik.

"Sekarang sudah 14 minggu. Bayi terlihat sehat dan saya juga baik-baik saja," kata Keeleigh, dikutip dari PEOPLE.

Kehamilan tersebut tentu menjadi momen yang sangat berarti bagi Keeleigh dan keluarganya. Pasalnya, dulu mereka bahkan tidak yakin Keeleigh dapat menjalani kehidupan hingga dewasa. Kini, ia justru bersiap menyambut anaknya.

Punya penyakit yang memengaruhi hati dan ginjal sejak kecil

Keeleigh diketahui mengalami congenital hepatic fibrosis dan autosomal recessive polycystic kidney disease (ARPKD).

ARPKD merupakan kelainan genetik yang menyebabkan terbentuknya banyak kista pada ginjal. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal dan pada sebagian pasien dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berat.

Sementara itu, congenital hepatic fibrosis merupakan kondisi yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada hati dan dapat memengaruhi saluran empedu serta fungsi hati.

Kondisi Keeleigh diketahui ketika ia masih kecil. Saat berusia 12 tahun, pemeriksaan menunjukkan fungsi ginjalnya sudah sangat rendah sehingga ia akhirnya membutuhkan transplantasi.

Berkat transplantasi hati dan ginjal, Keeleigh mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih panjang dan kini bahkan tengah mempersiapkan diri menjadi seorang ibu.

Apakah perempuan bisa hamil setelah transplantasi?

Kisah Keeleigh mungkin membuat Bunda bertanya-tanya, apakah perempuan yang pernah menjalani transplantasi organ masih bisa hamil?

Jawabannya, kehamilan setelah transplantasi memang memungkinkan. Namun, kehamilan tersebut termasuk kondisi yang membutuhkan pemantauan lebih ketat karena memiliki risiko tertentu.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Gastroenterology pada 2021 menganalisis 1.131 kehamilan pada 838 perempuan yang pernah menjalani transplantasi hati.

Peneliti menemukan sekitar 80,4 persen kehamilan berakhir dengan kelahiran hidup. Meski demikian, penerima transplantasi hati memiliki risiko lebih tinggi mengalami beberapa komplikasi kehamilan, termasuk persalinan prematur, preeklamsia, dan persalinan melalui operasi caesar.

Penelitian lain terhadap lebih dari 1.000 perempuan penerima transplantasi hati juga menemukan bahwa kehamilan setelah transplantasi dapat menghasilkan kelahiran bayi yang sehat. Namun, kondisi seperti hipertensi, preeklamsia, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur tetap perlu diperhatikan.

Artinya, transplantasi organ tidak otomatis membuat seorang perempuan kehilangan kesempatan untuk memiliki anak. Namun, kondisi kesehatan dan fungsi organ perlu dinilai secara menyeluruh sebelum kehamilan.

Kehamilan perlu direncanakan bersama dokter

Perempuan yang telah menjalani transplantasi biasanya perlu mengonsumsi obat imunosupresan. Obat ini berfungsi membantu mencegah tubuh menolak organ yang ditransplantasikan.

Karena itu, kehamilan setelah transplantasi tidak sebaiknya direncanakan tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Dokter biasanya akan memastikan kondisi organ yang ditransplantasikan cukup stabil dan menyesuaikan pengobatan yang digunakan. Beberapa obat juga perlu dievaluasi karena tidak semuanya aman digunakan selama kehamilan.

Tinjauan ilmiah mengenai kehamilan setelah transplantasi hati merekomendasikan konseling sebelum kehamilan. Kehamilan umumnya juga disarankan setelah kondisi pasien dan organ transplantasi benar-benar stabil.

Pemantauan selama kehamilan pun dapat melibatkan beberapa dokter sekaligus, termasuk dokter transplantasi dan dokter kandungan.

Tak melupakan keluarga pendonor

Di balik kehamilan yang tengah dijalaninya, Keeleigh juga selalu mengingat keluarga yang telah memberikan kesempatan kedua untuknya melalui donor organ. Ia mengaku sangat berterima kasih kepada keluarga pendonor yang bersedia mendonorkan organ di tengah masa kehilangan yang tentu tidak mudah.

Keeleigh bahkan aktif mengikuti British Transplant Games dan berhasil meraih sejumlah medali dalam beberapa cabang olahraga, termasuk tolak peluru, panahan, dan lempar cakram.

Kini, perjalanan hidupnya memasuki babak baru. Perempuan yang dulu diperkirakan tidak akan mampu bertahan hingga dewasa dan disebut mungkin tidak dapat memiliki anak itu kini sedang menantikan kelahiran anaknya.

Bagi Keeleigh dan keluarganya, kehamilan ini menjadi sebuah perjalanan yang sangat berarti. Bukan hanya tentang menjadi seorang ibu, tetapi juga tentang kesempatan hidup kedua yang ia dapatkan setelah menjalani transplantasi hati dan ginjal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda