kehamilan
Tak Disangka, Berat Badan Ibu saat Hamil Ternyata Berdampak pada Kesuburan Anak Laki-laki Kelak
HaiBunda
Senin, 12 Oct 2026 08:10 WIB
Daftar Isi
- Anak laki-laki dari ibu overweight berisiko infertilitas lebih tinggi
- Penelitian melihat berat badan ibu sebelum hamil
- Mengapa berat badan ibu bisa berhubungan dengan kesuburan anak?
- Obesitas ibu bukan satu-satunya faktor kesuburan anak
- Jadi, apakah ibu obesitas pasti membuat anak laki-laki tidak subur?
Kondisi kesehatan Bunda selama kehamilan ternyata bisa berkaitan dengan kesehatan Si Kecil hingga ia dewasa. Salah satunya adalah berat badan Bunda sebelum hamil.
Sebuah penelitian dari Denmark menemukan adanya hubungan antara kelebihan berat badan ibu sebelum kehamilan dengan risiko infertilitas pada anak laki-laki ketika dewasa.
Temuan ini tentu menarik karena menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sejak masih berada di dalam kandungan mungkin berhubungan dengan kesehatan reproduksi anak laki-laki di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Bunda perlu mengetahui bahwa penelitian ini belum membuktikan obesitas ibu secara langsung menyebabkan infertilitas pada anak laki-laki.
Anak laki-laki dari ibu overweight berisiko infertilitas lebih tinggi
Studi yang diterbitkan dalam Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica tersebut melibatkan 9.232 anak laki-laki dan perempuan yang lahir dari ibu yang mengikuti penelitian Danish Healthy Habits for Two pada 1984–1987.
Para peneliti kemudian mengikuti mereka hingga dewasa dan menggunakan data dari Danish In-Vitro-Fertilization Register serta Danish National Patient Register untuk melihat apakah mereka pernah mendapatkan diagnosis infertilitas. Hasilnya, sebanyak 871 orang atau sekitar 9,4 persen peserta diketahui mengalami infertilitas selama periode penelitian.
Ketika dianalisis berdasarkan jenis kelamin, peneliti menemukan adanya hubungan pada anak laki-laki. Anak laki-laki yang lahir dari ibu overweight memiliki odds infertilitas 1,4 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir dari ibu dengan berat badan normal.
Nilai adjusted odds ratio (aOR) penelitian tersebut adalah 1,4 dengan 95 persen confidence interval 1,0–1,9. Sementara itu, hubungan serupa tidak ditemukan pada anak perempuan. Pada kelompok anak perempuan, aOR tercatat 0,9 dengan 95 persen confidence interval 0,7–1,2.
Penelitian melihat berat badan ibu sebelum hamil
Yang perlu digarisbawahi, penelitian ini melihat BMI ibu sebelum kehamilan, bukan sekadar kenaikan berat badan selama hamil.Â
Para peneliti mengelompokkan BMI berdasarkan kategori berat badan. Dalam penelitian tersebut, overweight didefinisikan sebagai BMI di atas 25 kg/m². Peneliti kemudian melihat apakah paparan kondisi tersebut sejak dalam kandungan berkaitan dengan diagnosis infertilitas ketika anak sudah dewasa.
Para peserta dalam penelitian ini berusia sekitar 31–34 tahun saat dilakukan follow-up pada 2018, sehingga peneliti dapat melihat kondisi reproduksi mereka ketika sudah berada pada usia dewasa.
Mengapa berat badan ibu bisa berhubungan dengan kesuburan anak?
Peneliti belum dapat memastikan mekanisme biologis yang menyebabkan hubungan tersebut. Namun, salah satu hipotesisnya berkaitan dengan fetal programming, yaitu kemungkinan bahwa kondisi lingkungan selama perkembangan janin dapat memengaruhi fungsi organ dan kesehatan seseorang di masa depan.
Penelitian sebelumnya juga memberikan petunjuk mengenai kemungkinan hubungan antara BMI ibu dan sistem reproduksi anak laki-laki.
Dalam penelitian yang melibatkan 1.058 laki-laki muda Denmark, misalnya, peneliti menemukan bahwa BMI ibu sebelum hamil berhubungan dengan perubahan profil hormon reproduksi anak laki-laki ketika dewasa.
Anak laki-laki dari ibu dengan overweight atau obesitas memiliki kadar estradiol dan free androgen index yang lebih tinggi serta kadar sex hormone-binding globulin (SHBG) yang lebih rendah.
Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang konsisten antara BMI ibu dengan kualitas semen atau volume testis. Artinya, perubahan profil hormon tersebut belum bisa langsung diterjemahkan sebagai tanda bahwa seorang anak laki-laki akan mengalami infertilitas.
Obesitas ibu bukan satu-satunya faktor kesuburan anak
Bunda juga tidak perlu langsung khawatir jika mengalami overweight atau obesitas sebelum maupun saat hamil.
Infertilitas merupakan kondisi yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Genetik, kondisi kesehatan, berat badan anak ketika dewasa, gaya hidup, lingkungan, hingga berbagai kondisi medis dapat berperan terhadap kesuburan seseorang.
Bahkan dalam studi Denmark tersebut, peneliti sendiri menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami hubungan antara berat badan ibu dan kesehatan reproduksi anak laki-laki.
Selain itu, penelitian lain terhadap lebih dari 1.000 laki-laki juga menunjukkan bahwa sebagian hubungan antara BMI ibu dan perubahan hormon reproduksi anak dapat berkaitan dengan massa lemak dan BMI anak ketika dewasa.
Dengan kata lain, kondisi kesehatan seseorang setelah lahir tetap memiliki peran penting.
Jadi, apakah ibu obesitas pasti membuat anak laki-laki tidak subur?
Tidak, Bunda.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan odds infertilitas, bukan kepastian bahwa anak laki-laki dari ibu overweight atau obesitas akan mengalami infertilitas.
Penelitian tersebut juga merupakan studi observasional. Karena itu, peneliti dapat melihat adanya hubungan antara dua kondisi, tetapi tidak dapat memastikan bahwa berat badan ibu menjadi penyebab langsung infertilitas anak laki-laki.
Jadi, Bunda yang sedang mempersiapkan kehamilan sebaiknya tidak merasa bersalah karena memiliki berat badan berlebih.
Yang lebih penting adalah menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, pemeriksaan kehamilan rutin, serta mengikuti rekomendasi dokter mengenai kenaikan berat badan selama kehamilan.
Menjaga berat badan tetap sehat memang penting untuk kesehatan ibu dan janin. Namun, penelitian mengenai bagaimana kondisi ibu selama kehamilan dapat memengaruhi kesuburan anak di masa depan masih terus berkembang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Bunda Tak Kunjung Hamil? Jangan Buru-buru Berasumsi Infertilitas
Kehamilan
Kisah Perempuan bernama Dita yang Jadi Ibu Meski Tak Punya Rahim
Kehamilan
Hal-hal Seputar Infertilitas di Film yang Nyatanya Cuma Mitos
Kehamilan
Waspada Bunda! Kenali 7 Penyebab Wanita Sulit Hamil
Kehamilan
Sulit Hamil Anak Kedua? Bisa Jadi Bunda Mengalami Infertilitas Sekunder
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hati-hati Bun, Hirup Aroma Makanan Berlemak saat Hamil Bisa Picu Obesitas Anak
Hobi Makan Manis saat Hamil? Studi Ungkap Dampaknya pada Otak Janin
Bukan Cuma Hormon, Kepribadian Ibu Hamil Ternyata Bisa Pengaruhi Jenis Ngidam