kehamilan
Fakta Menarik, Ternyata Bayi IVF Punya 'Jejak Genetik' yang Unik di DNA-nya
HaiBunda
Jumat, 09 Oct 2026 07:30 WIB
Proses kehamilan melalui In Vitro Vertilization atau IVF tentu berbeda dengan kehamilan alami. Selain itu juga, ternyata, bayi hasil IVF bisa punya jejak genetik yang unik di DNA-nya.
Ya, sebagai bagian dari kemajuan teknologi, kehamilan dengan IVF semakin diminati meski secara biaya tidaklah murah. Bahkan, ada lebih dari 13 juta anak telah lahir di seluruh dunia melalui reproduksi berbantuan ini.Â
Menariknya, di balik proses IVF tersebut, dalam temuan terbaru terungkap kalau ada kemungkinan peninggalan jejak genetik yang unik dalam DNA si bayi. Dalam penelitiannya, para ilmuwan di Tiongkok mencari satu kemungkinan tanda dan menemukan perbedaan pada genom yang disebut gen lompat atau jumping gene.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa kondisi kesehatan mungkin sedikit lebih umum pada anak-anak yang dikandung melalui IVF.Â
Mencari tahu alasan di baliknya memang cukup sulit. Tetapi, setiap pengobatan harus dipisahkan dari faktor seperti kesehatan orang tua dan apa yang terjadi selama kehamilan. Para peneliti di Universitas Sun Yat-sen mengalihkan perhatian mereka pada potongan DNA yang dikenal sebagai gen lompat atau jumping gene.
Perlu diketahui bahwa, beberapa gen yang melompat dapat membuat salinan diri mereka sendiri dan memasukkan salinan tersebut ke bagian baru DNA seseorang. Tipe yang diperiksa dalam studi ini disebut LINE-1.Â
Sebuah studi sebelumnya pada tikus menemukan bahwa pengalaman di awal kehidupan dapat memengaruhi gen lompat di otak. Namun, apa yang terjadi pada tikus tidak dapat memberi tahu kita apa yang terjadi pada embrio manusia selama IVF.
Untuk mencari perbedaan, tim memeriksa sampel darah dari 33 anak yang dikandung melalui IVF dan 42 anak yang dikandung tanpa pengobatan kesuburan. Sebagian besar sampel diambil dari tali pusat saat lahir. Beberapa diantaranya berasal dari anak-anak berusia dua hingga lima tahun.
Hasilnya, anak-anak yang dikandung melalui IVF memiliki jumlah DNA LINE-1 yang sedikit lebih tinggi secara keseluruhan. Tim juga memeriksa apakah hasilnya bergantung pada jenis perawatan kesuburan. Beberapa anak dikandung melalui IVF konvensional, sementara yang lain dikandung melalui prosedur di mana satu sperma disuntikkan ke dalam sel telur.
Namun, para peneliti tidak menemukan perbedaan yang jelas dalam jumlah LINE-1 antara kedua kelompok tersebut, seperti dikutip dari laman Science Alert.
Kemudian, para peneliti memiliki cara lain untuk mengeksplorasinya. Di tiga keluarga, mereka bisa membandingkan anak yang dikandung melalui IVF dengan saudara laki-laki atau perempuan yang dikandung tanpa perawatan kesuburan.
Ternyata, anak yang dikandung IVF memiliki lebih banyak DNA LINE-1 di ketiga keluarga tersebut. Namun tiga keluarga terlalu sedikit untuk memastikan bahwa perbedaan itu disebabkan oleh IVF.
Ketika mereka memisahkan anak-anak berdasarkan jenis kelamin, perbedaannya lebih jelas di antara anak perempuan. Boys menunjukkan tren serupa, tetapi hasilnya kurang pasti. Para peneliti mengatakan kelompok yang lebih besar diperlukan untuk mengetahui apakah perbedaan itu berlaku.
Ketika tim meneliti DNA anak-anak dengan lebih dekat, mereka menemukan bahwa di beberapa titik, urutan LINE-1 terdeteksi lebih sering pada satu kelompok dibandingkan kelompok lainnya. Beberapa titik tersebut terletak dalam wilayah DNA yang luas di sekitar gen yang sebelumnya terkait dengan jantung, metabolisme, otak, dan kanker.
Dengan hasil tersebut, apakah artinya ini bisa membantu menjelaskan perbedaan kesehatan yang dilaporkan dalam penelitian sebelumnya? Mungkin saja iya, tetapi studi ini belum bisa menjawab pertanyaan itu.
Tim tidak mengukur apakah gen-gen tersebut berperilaku berbeda, dan tidak mengikuti anak-anak untuk melihat apakah ada yang sakit. Untuk saat ini, koneksi ini memberikan ilmuwan tempat khusus untuk dicari selanjutnya.
Para peneliti juga tidak dapat mengatakan secara pasti kapan perbedaan itu muncul. Mereka membaca DNA anak-anak dari sampel darah. Dan, mereka tidak mengamati gen lompat bergerak pada embrio.
Tanpa DNA dari kedua orang tua, mereka tidak dapat mengetahui apakah perubahan tertentu terjadi pada anak-anak atau diwariskan melalui keluarga. Pengalaman lain selama kehamilan mungkin juga berperan.
Sebuah studi terpisah yang jauh lebih besar yang dipublikasikan di Nature Medicine membandingkan DNA 8.328 bayi dengan orang tua mereka. Studi ini menemukan hubungan antara langkah-langkah pengobatan fertilitas tertentu dan perubahan DNA baru, beberapa muncul sejak awal perkembangan.
Studi itu meneliti jenis perubahan yang berbeda, sehingga tidak mengonfirmasi temuan baru tersebut, tetapi ini menjadi bukti tambahan bahwa reproduksi berbantuan mungkin meninggalkan bekas.
Dalam penelitian di Tiongkok, tim telah menemukan pola yang mungkin membantu ilmuwan mengajukan pertanyaan yang lebih tepat tentang IVF dan perkembangan awal. Langkah ke depannya yang diperlukan adalah melihat apakah penyakit ini muncul lagi dalam kelompok keluarga yang lebih besar, dari mana asalnya, dan apakah hal itu berpengaruh pada kesehatan anak-anak.
Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Kehamilan
Berapa Batas Usia Wanita Bisa Menjalani Program Bayi Tabung?
Kehamilan
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Kehamilan
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
Kehamilan
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tips Menjalani Program Bayi Tabung untuk Bunda Usia Lebih dari 30 Tahun
Kisah Haru Pasangan Ingin Membesarkan Bayi Meski Embrio Tertukar Melalui IVF
Jadi Bayi IVF Pertama di AS, Elizabeth Carr Masih Sering Dapat Pertanyaan Aneh setelah 44 Tahun