Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Ketahui Bahaya bila Ibu Hamil Terpapar Bakteri Salmonella dari Telur Kurang Matang

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 05 Oct 2026 14:10 WIB

Ilustrasi telur mentah
Ketahui Bahaya bila Ibu Hamil Terpapar Bakteri Salmonella dari Telur Kurang Matang/Foto: Getty Images/ksushachmeister
Daftar Isi
Jakarta -

Mengonsumsi makanan yang kurang matang mungkin tidak disarankan selama hamil. Yuk, ketahui bahaya bila ibu hamil terpapar bakteri salmonella dari telur yang kurang matang.

Kehamilan memang membawa kebiasaan baru dalam keseharian yang perlu diadaptasi kembali. Hal ini guna mendukung kesehatan para ibu hamil dan juga janin yang ada di rahim ya, Bunda.

Salah satunya yakni para ibu hamil direkomendasikan makan makanan yang matang dengan sempurna dan bukan makanan setengah matang. Terutama yakni tidak makan telur yang kurang matang atau cair saat makan di luar karena wabah salmonella yang sedang berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bahaya salmonella pada telur kurang matang 

Food Standards Agency (FSA) mengatakan bahwa perempuan di bawah lima tahun, di atas 65 tahun, yang sedang hamil, serta memiliki riwayat kondisi kesehatan memang sebaiknya menghindarinya bersama dengan produk segar yang mungkin mengandung telur mentah, seperti mayones, souffle, dan lainnya.

Namun, FSA mengatakan bahwa telur yang dimasak dengan baik di restoran, kafe, dan dari tempat makan yang dibawa pulang sangat aman untuk dikonsumsi, seperti dikutip dari laman BBC.

Hal ini terjadi setelah Badan Keamanan Kesehatan Inggris menyatakan bahwa wabah nasional keracunan makanan salmonella setelah satu orang meninggal dan ratusan lainnya jatuh sakit. Diduga, penyebabnya ialah konsumsi telur impor atau hidangan yang mengandung telur tersebut.

Penasihat ilmiah utama FSA, Ian Young, mengatakan, "Jika orang makan di luar atau mengonsumsi telur atau produk yang mengandung telur dari kafe dan restoran, maka bagi mereka yang muda, lanjut usia, hamil, atau rentan, penting untuk memastikan bahwa telur atau produk telur yang dikonsumsi di lingkungan tersebut telah dimasak dengan sangat baik."

Ia menggambarkan wabah tersebut sebagai wabah yang sangat besar dan meningkat dengan cepat. Karenanya, ia menyarankan agar orang-orang harus berhati-hati terhadap risiko tersebut.

Namun ia menegaskan kembali pesan bahwa tidak masalah bagi orang membeli telur Inggris dari supermarket karena ayam yang dibudidayakan di sini divaksinasi terhadap strain salmonella yang umum.

"Tidak ada kaitan antara telur-telur itu dengan wabah saat ini," tambahnya.

Mark Williams, CEO British Egg Industry Council, mengatakan telur dari Inggris aman dimakan saat encer, bahkan bagi orang rentan. Telur-telur tersebut pun tersedia luas di restoran dan kafe.

"Pelanggan yang ingin menikmati telur cair sebaiknya bertanya apakah telur British Lion digunakan," katanya.

Risiko terbesar yang mungkin terjadi

Di Inggris sendiri, telah ada lebih dari 200 kasus yang terkait dengan wabah ini. Dan, mayoritas kasus yang terjadi berada di seluruh wilayah Inggris.

Tes genetik menunjukkan bahwa semua infeksi merupakan bagian dari wabah yang sama dan terdapat kesamaan dengan wabah sebelumnya yang melibatkan telur impor. Penyelidikan terhadap kasus-kasus individu juga menunjukkan bahwa restoran yang terlibat membeli telur dari luar negeri.

Perlu diketahui bahwa Salmonella adalah keluarga bakteri yang biasanya hidup tanpa bahaya di saluran pencernaan hewan termasuk sapi, babi, dan ayam. Itulah sebabnya telur dan unggas termasuk makanan yang sering dikaitkan dengan infeksi ini.

Tips meminimalisir risiko bakteri Salmonella

Guna mencegah risiko paparan dari Salmonella, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan ya, Bun. Berikut beberapa diantaranya:

1. Beli telur dari toko dan pemasok yang menyimpan telur di kulkas
2. Simpan telur di kulkas pada suhu 40°F atau lebih dingin
3. Buang telur yang pecah
4. Masak telur hingga kuning telur dan putih telur menjadi padat
5. Masak hidangan telur hingga suhu internal yang aman
6. Masak hidangan telur yang mengandung daging atau unggas hingga 165°F
7. Masak hidangan telur yang tidak mengandung daging atau unggas hingga 160°F
8. Pertimbangkan menggunakan telur dan produk telur yang sudah dipasteurisasi
9. Gunakan telur pasteurisasi untuk membuat makanan yang mengandung telur mentah atau yang dimasak ringan, seperti saus hollandaise, saus salad Caesar, dan tiramisu
10. Makan atau simpan telur dan makanan yang mengandung telur segera setelah dimasak. Simpan di kulkas dalam waktu 2 jam, atau 1 jam jika telur terpapar suhu di atas 90°F (seperti mobil panas atau piknik)
11. Gunakan sabun dan air untuk mencuci tangan dan benda yang bersentuhan dengan telur mentah. Barang-barang tersebut meliputi meja dapur, peralatan makan, piring, dan talenan.
12. Jangan mencicipi atau makan adonan mentah atau adonan yang dibuat dari telur mentah, seperti adonan kue atau adonan kue

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda