Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Studi Temukan Bahaya Baru Merokok saat Hamil: Bikin Otak Janin Menciut

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Rabu, 30 Sep 2026 14:30 WIB

Ilustrasi Janin
Studi Temukan Bahaya Baru Merokok saat Hamil: Bikin Otak Janin Menciut/Foto: Getty Images/iStockphoto/
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda mungkin sudah sering mendengar bahwa merokok saat hamil dapat membahayakan kesehatan janin. Paparan asap rokok selama kehamilan disebut dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dalam kandungan.  

Sebuah studi yang diterbitkan Cerebral Cortex menemukan bahwa paparan asap rokok bisa berkaitan dengan luas permukaan korteks visual primer yang lebih kecil. Bagian otak ini berperan penting dalam memproses informasi visual.

Studi ini dipimpin oleh Tomáš Paus, seorang profesor psikiatri dan ilmu saraf di Université de Montréal sekaligus peneliti di rumah sakit Sainte-Justine, memberikan wawasan baru tentang proses perkembangan otak sejak dalam kandungan. Salah satu temuan penting adalah bahwa sinyal yang dihasilkan secara spontan oleh retina dapat membantu membentuk korteks visual primer, yaitu bagian otak yang memproses informasi visual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Korteks visual primer atau area V1 merupakan bagian otak yang berperan dalam memproses informasi visual. Temuan tersebut terlihat ketika peneliti membandingkan dua kelompok berbeda, sehingga memberikan gambaran lebih lanjut mengenai pengaruh paparan rokok selama masa kehamilan terhadap perkembangan otak.

Otak janin sudah aktif sejak dalam kandungan

Sejak masih dalam kandungan, janin sudah bergerak, merespons suara dari luar, menerima berbagai rangsangan, dan bahkan mulai menghasilkan aktivitas dari sistem sarafnya. Aktivitas ini turut berperan dalam membentuk perkembangan otak sebelum lahir.

Paus dan rekannya, UdeM, Dr. Zdenka Pausova, menyelidiki kesulitan dalam rahim yang berpengaruh terhadap perkembangan dan kesehatan kardiometabolik. Studi ini melibatkan lebih dari 1.000 remaja berusia 12-18 tahun yang beberapa di antaranya diikuti hingga dewasa. Salah satu faktor yang diteliti adalah merokok selama kehamilan. 

Asap rokok memiliki banyak dampak negatif bagi tubuh. Asap rokok dapat mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke janin yang berkontribusi pada berat badan lahir yang lebih rendah. Asap rokok juga mengandung berbagai zat kimia, salah satunya nikotin. Zat ini bisa menempel pada reseptor di otak yang sebenarnya dirancang untuk merespons asetilkolin, neurotransmiter utama.

Nikotin mengganggu proses perkembangan otak

Retina yang letaknya di belakang mata, mengandung sel-sel khusus yang berfungsi untuk menerima cahaya. Sebelum bayi bisa melihat, sel-sel ini sudah aktif dan secara alami menghasilkan gelombang aktivitas. 

“Gelombang-gelombang ini merambat melalui sistem visual dan mencapai korteks,” ucap Paus. “Studi pada hewan telah menunjukkan bahwa jika aktivitas ini diblokir, perkembangan korteks visual akan terganggu. Jadi, otak tidak selalu menunggu gambar eksternal tiba sebelum mulai berkembang. Sebelum itu, otak sudah menerima macam ‘stimulasi’ yang dihasilkan dari dalam.”

Dari sinilah nikotin berperan. Gelombang aktivitas pada retina membutuhkan asetilkolin, zat yang membantu sel-sel saraf saling berkomunikasi. Karena nikotin dapat menganggu kerja asetilkolin, para peneliti menduga paparan nikotin selama kehamilan dapat mengubah aktivitas tersebut dan memengaruhi perkembangan korteks visual primer.

Untuk menguji dugaan ini, peneliti menyelidiki apakah paparan nikotin adalah penyebabnya atau tidak. Hasilnya mendukung hipotesis tersebut, yang mengkonfirmasi bahwa paparan nikotin dapat berperan dalam perubahan perkembangan korteks visual.

Otak mulai belajar sejak dalam kandungan

Selain memberi wawasan mengenai proses merokok yang mengancam kesehatan pada janin, penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman di lingkungan membentuk otak jauh sebelum kelahiran. 

"Seorang anak kecil yang mendengar ucapan, mengamati lingkungan sekitarnya, dan bereksperimen dengan gerakan-gerakan baru secara harfiah mengubah otaknya melalui pengalaman-pengalaman tersebut," kata Paus. "Gelombang spontan yang dihasilkan oleh retina merupakan bentuk 'pengalaman internal' bagi janin. Gelombang ini memberikan aktivitas pada sistem visual yang mendukung perkembangannya sendiri, bahkan sebelum bayi mulai melihat dunia." 

Itulah informasi mengenai bahaya merokok dalam kesehatan janin. Studi ini menyoroti pentingnya menghindari paparan rokok selama kehamilan, sekaligus memberikan gambaran baru mengenai bagaimana otak mulai berkembang bahkan sebelum bayi melihat dunia untuk pertama kalinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda