Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

9 Ciri Bayi Sehat dalam Kandungan Usia 8 Bulan

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 30 Sep 2026 07:30 WIB

Beautiful young pregnant Indonesian woman looking at ultrasound pictures while sitting on the sofa in the living room.
9 Ciri Bayi Sehat dalam Kandungan Usia 8 Bulan/Foto: Getty Images/urbazon
Daftar Isi
Jakarta -

Memasuki usia kehamilan 8 bulan, perkembangan janin semakin pesat. Ukuran tubuhnya bertambah besar, organ-organ terus mengalami pematangan, dan gerakannya masih dapat dirasakan ibu meski ruang di dalam rahim semakin terbatas.

Pada fase ini, wajar jika Bunda mulai lebih sering memperhatikan gerakan bayi dan bertanya-tanya apakah perkembangan janin sudah sesuai dengan usia kehamilan.

Lantas, apa saja ciri bayi sehat dalam kandungan usia 8 bulan? Bagaimana cara mengetahui kondisi janin dan kapan Bunda perlu segera memeriksakan diri ke dokter?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


9 Ciri bayi sehat dalam kandungan usia 8 bulan

Tidak ada satu tanda yang dapat memastikan kondisi janin sepenuhnya sehat. Namun, ada beberapa indikator yang dapat membantu tenaga kesehatan menilai pertumbuhan dan perkembangan janin.

1. Gerakan janin masih terasa

Salah satu hal yang dapat Bunda perhatikan pada trimester ketiga adalah gerakan janin. Gerakan bayi dalam kandungan 8 bulan biasanya masih terasa setiap hari.

Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) menjelaskan bahwa ibu perlu memperhatikan pola gerakan janin dan segera melaporkan jika gerakan terasa berkurang atau berhenti. Penurunan gerakan janin dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, termasuk gangguan pertumbuhan janin dan fungsi plasenta.

Yang penting bukan menghitung jumlah gerakan dengan angka tertentu setiap hari, melainkan mengenali pola gerakan bayi yang biasanya dirasakan Bunda. Jika gerakan terasa jauh lebih sedikit dari biasanya, jangan menunggu hingga keesokan hari untuk memeriksakannya.

2. Pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan

Pada trimester ketiga, janin terus bertambah berat dan panjang. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu parameter yang dinilai dalam pemeriksaan kehamilan.

Dokter dapat menggunakan pengukuran tinggi fundus dan, bila diperlukan, pemeriksaan ultrasonografi untuk memperkirakan pertumbuhan janin.

RCOG menekankan pentingnya membedakan janin yang berukuran kecil dengan kondisi fetal growth restriction (FGR), yaitu ketika pertumbuhan janin tidak optimal akibat faktor tertentu.

3. Denyut jantung janin terpantau

Denyut jantung janin merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi janin.

Pada pemeriksaan antenatal, dokter atau bidan dapat memeriksa denyut jantung janin menggunakan alat yang sesuai. Pada kondisi tertentu, pemantauan dapat dilakukan lebih lanjut menggunakan pemeriksaan seperti cardiotocography (CTG).

Namun, denyut jantung saja tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator kesehatan janin. Hasilnya perlu dinilai bersama kondisi kehamilan secara keseluruhan.

4. Berat janin terus bertambah

Memasuki trimester ketiga, janin mengalami peningkatan berat badan yang cukup pesat. Tubuhnya mulai menyimpan lebih banyak lemak sehingga bentuknya semakin menyerupai bayi baru lahir.

Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa selama trimester ketiga, janin terus bertumbuh dan organ-organ tubuhnya semakin matang sebagai persiapan untuk kehidupan setelah lahir.

Perkiraan berat janin dapat diperoleh melalui pemeriksaan USG, meskipun hasilnya merupakan estimasi dan bukan angka berat badan yang pasti.

5. Perkembangan organ sesuai tahap kehamilan

Pada usia 8 bulan, berbagai organ janin terus mengalami pematangan. Otak dan sistem saraf berkembang, paru-paru terus mengalami pematangan, sementara janin semakin mampu mengatur gerakan dan respons tubuhnya.

Karena itu, dokter tidak hanya melihat ukuran janin, tetapi juga menilai perkembangan dan kondisi kehamilan secara keseluruhan.

6. Jumlah air ketuban dalam batas normal

Air ketuban memiliki berbagai fungsi selama kehamilan, termasuk melindungi janin dan memberikan ruang untuk bergerak.

Jumlah air ketuban dapat dinilai melalui pemeriksaan ultrasonografi. Jumlah yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak dapat menjadi tanda yang perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.

7. Plasenta berfungsi dengan baik

Plasenta berperan penting dalam menyediakan oksigen dan nutrisi bagi janin sekaligus membantu membuang zat sisa dari janin.

Gangguan fungsi plasenta dapat berhubungan dengan masalah pertumbuhan janin. Karena itu, pada kehamilan tertentu dokter dapat memantau kondisi plasenta dan aliran darah menggunakan USG Doppler.

8. Aliran darah ke janin berjalan baik

Pada kondisi tertentu, pemeriksaan Doppler dapat digunakan untuk melihat aliran darah pada pembuluh darah tertentu antara ibu, plasenta, dan janin.

Pemeriksaan ini terutama dapat dipertimbangkan ketika dokter mencurigai adanya gangguan pertumbuhan janin atau kondisi kehamilan tertentu.

RCOG dalam pembaruan guideline 2026 mengenai small-for-gestational-age dan fetal growth restriction juga menekankan penggunaan pemantauan pertumbuhan dan Doppler sesuai kondisi klinis.

9. Tidak ditemukan tanda komplikasi kehamilan

Selain melihat kondisi janin, kesehatan ibu juga berpengaruh terhadap kehamilan. Karena itu, pemeriksaan antenatal mencakup pemantauan tekanan darah, gejala tertentu, pertumbuhan rahim, serta faktor risiko lainnya.

Jika pemeriksaan menunjukkan pertumbuhan janin sesuai harapan dan tidak ditemukan komplikasi, dokter dapat melanjutkan pemantauan sesuai jadwal kehamilan.

Cara mengetahui janin sehat atau tidak

Kondisi janin tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan perasaan ibu atau bentuk perut. Pemeriksaan kehamilan tetap menjadi cara utama untuk menilai perkembangan janin.

WHO merekomendasikan pemantauan pertumbuhan janin selama pemeriksaan antenatal dan perhatian terhadap gerakan janin pada trimester ketiga.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah dan kondisi ibu;
  • Pengukuran tinggi fundus uteri;
  • Pemantauan gerakan janin;
  • Pemeriksaan denyut jantung janin;
  • USG bila memiliki indikasi atau direkomendasikan dokter; 
  • Pemeriksaan Doppler atau CTG pada kondisi tertentu.

Bunda juga perlu mengenali pola gerakan bayi. Jika gerakan bayi terasa jauh lebih sedikit atau berbeda dari biasanya, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan.

Gejala yang dirasakan ibu hamil di usia kandungan 8 bulan

Memasuki trimester ketiga, Bunda mungkin mengalami berbagai perubahan tubuh. Beberapa keluhan yang umum terjadi antara lain:

  • Perut semakin besar
  • Nyeri punggung
  • Lebih sering buang air kecil
  • Sulit tidur
  • Mudah lelah
  • Sesak terutama ketika berbaring atau melakukan aktivitas
  • Kaki atau tangan mengalami pembengkakan ringan
  • Kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

Salah satu keluhan yang cukup sering membuat ibu khawatir adalah perut terasa kencang atau mengeras. Dalam kondisi hamil 8 bulan bayi sering mengeras, sebenarnya yang terasa kencang adalah otot rahim yang mengalami kontraksi, bukan tubuh bayi yang menjadi keras.

ACOG menjelaskan bahwa kontraksi Braxton Hicks dapat muncul selama kehamilan dan biasanya tidak berlangsung dengan pola yang teratur. Kontraksi ini juga dapat mereda setelah ibu beristirahat atau mengubah posisi.

Namun, Bunda perlu segera mendapatkan pemeriksaan jika kontraksi terjadi secara teratur dan semakin kuat, terutama bila disertai perdarahan, keluarnya cairan dari vagina, tekanan panggul, atau nyeri punggung.

Larangan yang harus dihindari saat hamil 8 bulan

Ada beberapa larangan hamil 8 bulan yang penting diperhatikan. Namun, bukan berarti Bunda harus menghentikan semua aktivitas.

Pada kehamilan tanpa komplikasi, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan sesuai kondisi tubuh dan rekomendasi dokter. ACOG menyarankan menghindari aktivitas yang memiliki risiko tinggi menyebabkan jatuh, benturan pada perut, atau cedera.

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:

1. Mengonsumsi alkohol

Tidak ada jumlah alkohol yang diketahui aman selama kehamilan. Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan pada bayi.

2. Merokok

Paparan rokok dapat membahayakan kehamilan dan berhubungan dengan berbagai komplikasi, termasuk gangguan pertumbuhan janin.

3. Mengonsumsi obat tanpa konsultasi

Tidak semua obat aman dikonsumsi selama kehamilan. Termasuk obat bebas dan suplemen yang dianggap alami. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan.

4. Aktivitas dengan risiko jatuh atau benturan

Olahraga atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan jatuh dan benturan pada perut sebaiknya dihindari.

5. Mengabaikan perubahan gerakan janin

Jika gerakan bayi terasa jauh lebih sedikit dari pola biasanya, jangan menganggap kondisi tersebut sebagai hal normal hanya karena usia kehamilan sudah semakin besar.

FAQ seputar kandungan usia 8 bulan

Berikut beberapa pertanyaannya, Bunda:

1. Normalkah hamil 8 Bulan perut terasa sering mengeras dan kencang?

Perut yang sesekali terasa kencang dapat terjadi karena kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini umumnya tidak teratur dan dapat mereda setelah beristirahat atau mengubah posisi.

Namun, jika kontraksi semakin sering, teratur, kuat, atau disertai perdarahan dan keluarnya cairan dari vagina, segera periksakan ke tenaga kesehatan karena pada usia 8 bulan kondisi tersebut dapat berkaitan dengan persalinan prematur.

2. Bagaimana cara menambah berat badan janin 8 bulan?

Tidak ada cara menambah berat badan janin 8 bulan dengan cepat yang dapat dilakukan secara instan.

Jika dokter menemukan berat janin lebih kecil dari yang diharapkan, penyebabnya perlu dicari terlebih dahulu. Beberapa faktor yang dapat berperan antara lain kondisi plasenta, kesehatan ibu, asupan nutrisi, maupun kondisi medis tertentu.

Bunda dapat mendukung pertumbuhan janin dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup sumber protein, sayur, buah, biji-bijian, dan sumber kalsium sesuai kebutuhan.

WHO menemukan bahwa suplementasi energi dan protein seimbang dapat memberikan manfaat pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi. Namun, konsumsi protein dalam jumlah tinggi bukan berarti dapat membuat berat janin bertambah dengan cepat.

3. Perlukah pemeriksaan USG saat hamil 8 bulan?

USG janin 8 bulan tidak otomatis diperlukan untuk setiap ibu hamil.

USG dapat dilakukan berdasarkan kondisi kehamilan dan pertimbangan dokter. Pemeriksaan dapat digunakan untuk menilai pertumbuhan janin, posisi janin, jumlah air ketuban, kondisi plasenta, atau hal lain yang dicurigai dari pemeriksaan sebelumnya.

WHO tidak merekomendasikan USG trimester ketiga secara rutin untuk semua ibu hamil yang sebelumnya telah mendapatkan pemeriksaan USG sesuai rekomendasi. Karena itu, Bunda sebaiknya mengikuti jadwal pemeriksaan yang ditentukan dokter.

4. Di mana posisi bayi saat hamil 8 bulan?

Pada usia 8 bulan, posisi bayi masih dapat berubah. Sebagian bayi sudah berada dalam posisi kepala di bawah, sedangkan sebagian lainnya masih sungsang atau melintang.

Jika Bunda mencari gambar posisi janin 8 bulan, perlu diingat bahwa gambar ilustrasi hanya memberikan gambaran umum. Posisi bayi dalam kandungan setiap ibu dapat berbeda dan hanya pemeriksaan langsung, termasuk USG bila diperlukan, yang dapat membantu memastikan posisinya.

5. Bagaimana cara agar bayi 8 bulan tidak sungsang?

Tidak ada metode yang dapat menjamin bayi pasti berputar dari posisi sungsang menjadi kepala di bawah.

Pada usia 8 bulan, bayi masih dapat berubah posisi karena masih memiliki ruang untuk bergerak. Karena itu, posisi sungsang pada tahap ini belum tentu akan menetap hingga persalinan.

Jika bayi masih sungsang ketika kehamilan mendekati 36 minggu, dokter dapat mendiskusikan pilihan penanganan. Salah satunya adalah external cephalic version (ECV), yaitu prosedur untuk mencoba memutar posisi bayi dari luar perut.

ACOG menyebutkan bahwa ECV dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu setelah dokter mengevaluasi keamanan prosedur bagi ibu dan bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda