Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah, Benarkah Tanda Masalah Organ Reproduksi?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Rabu, 23 Sep 2026 11:05 WIB

Young woman having painful stomach ache. Chronic gastritis. Stomach or menstrual cramps. Abdomen bloating concept.
Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah, Benarkah Tanda Masalah Organ Reproduksi?/Foto: Getty Images/eternalcreative
Daftar Isi
Jakarta -

Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, sering kali perempuan mengalami perut sakit di bagian bawah. Apa sebenarnya penyebab sakit perut bagian bawah, benarkah tanda masalah organ reproduksi?

Perut bagian bawah yang sakit mungkin terjadi akibat berbagai kondisi ya, Bunda. Termasuk sembelit atau mungkin pola makan yang tidak baik, bahkan stres. 

Ketika perut kembung dan sakit, biasanya akan memberikan rasa kenyang di perut sehingga membuat tampilannya menjadi lebih besar. Hal ini tentu saja memberikan ketidaknyamanan apalagi ketika sakit perut tersebut disertai nyeri panggul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab sakit perut bagian bawah secara umum

Berbagai penyebab sakit perut bagian bawah secara umum memang cukup variatif ya, Bun. Menelan udara berlebih, makan makanan tinggi lemak yang menunda pengosongan perut, bahkan stres juga bisa menyebabkan perut kembung dan nyeri perut bagian bawah.

Oh iya, Bunda, sebagian besar usus kecil dan besar berada di rongga perut bagian bawah, dan mereka mengambil sebagian besar ruang di sana. Karena alasan inilah, kondisi yang memengaruhi usus menjadi penyebab paling umum nyeri perut bagian bawah.

Ini termasuk masalah pencernaan sehari-hari seperti gas dan gangguan pencernaan, diare, dan sembelit. Penyakit ini juga mencakup penyakit saluran pencernaan yang lebih serius, baik kronis maupun akut.

Selain itu, Bunda mungkin mengalami gangguan pencernaan, gas, atau masalah dengan kotoran jika Bunda memiliki alergi atau intoleransi makanan, atau jika sistem pencernaan Bunda tidak berfungsi dengan baik. Realitasnya, banyak hal dapat mengganggu proses pencernaan. Bunda juga mungkin merasakan sakit jika usus Bunda meradang, yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh Bunda aktif seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Penyebab sakit perut bagian bawah pada perempuan

Bagi perempuan yang memiliki organ reproduksi, organ tersebut juga hidup di wilayah bawah abdomen pelvis. Organ-organ ini merupakan penyebab umum lain dari nyeri perut bagian bawah. Sedianya, sangat sulit membedakan antara kram usus dan kram menstruasi karena rahim dan usus posisinya sangat berdekatan. Meskipun beberapa nyeri haid adalah hal yang normal, terkadang dapat menunjukkan masalah, seperti berikut:

1. Endometriosis
2. Penyakit radang panggul 
3. Fibroid rahim
4. Kanker rahim

Bunda juga mungkin merasakan nyeri di ovarium jika Bunda mengalami kondisi berikut:

1. Nyeri ovulasi.
2. Kista ovarium.
3. Tumor ovarium.
4. Kanker ovarium.

Penyebab sakit perut bagian bawah pada laki-laki

Pada laki-laki, sakit perut bagian bawah juga bisa terjadi kapan saja. Banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi tersebut pada laki-laki. Dan, tidak semua penyebabnya berkaitan dengan lambung. Jadi, meskipun kita menyebutkan sebagai sakit perut, rasa nyeri tersebut belum tentu berasal dari lambung.

Selain lambung, rongga perut juga menampung beberapa organ lain yang dapat menimbulkan rasa nyeri di area yang sering kali kita sebut secara keliru sebagai peru' (lambung). Dalam istilah medis, kondisi ini disebut nyeri abdomen (nyeri perut).

Adapun mengenai penyebab sakit perut pada laki-laki diantaranya meliputi hal-hal berikut:

1. Radang usus

Nyeri biasanya bermula di sekitar pusar dan menjalar ke perut kanan bawah. Rasa nyeri bisa muncul secara tiba-tiba dan hebat, disertai gejala tambahan seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, demam, atau perut membengkak.

2. Radang kantong empedu

Gejala tambahan radang kantong empedu meliputi nyeri di perut kanan atas yang memburuk saat menarik napas dalam atau saat area tersebut disentuh. Laki-laki juga mungkin mengalami demam dan mata yang menguning.

3. Hernia

Biasanya, hernia menyebabkan benjolan kecil di perut bagian bawah, yang mungkin baru disadari saat berdiri, batuk, atau mengejan.

4. Penyumbatan usus

Kondisi ini berarti ada sesuatu yang menghalangi saluran usus pada laki-laki. Gejala tambahannya meliputi muntah, mual, dan sembelit.

5. Radang pankreas

Kondisi ini menyebabkan nyeri di perut bagian atas yang bisa menjalar hingga ke punggung. Gejala lainnya meliputi mual, muntah, demam, detak jantung cepat, dan penurunan berat badan seperti dikutip dari laman Buscopan.

6. Batu saluran kemih

Kondisi ini terjadi ketika batu kecil menyumbat saluran kemih, sehingga menyebabkan kolik ginjal. Gejala khasnya meliputi nyeri di area selangkangan yang menjalar ke arah testis, serta mual dan muntah.

Cara mengatasi sakit di bawah perut di atas kemaluan

Ada berbagai alasan mengapa seseorang mengalami sakit di bawah perut di atas kemaluan. Dalam beberapa kasus, pengobatan rumahan sederhana dapat membantu meredakan sebagian rasa sakit. Adapun pengobatan rumahan yang membantu kelegaan tersebut meliputi beberapa hal berikut seperti dikutip dari laman Medical News Today:

1. Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen
2. Menempatkan bantal pemanas di panggul
3. Melakukan olahraga atau peregangan ringan dan lembut
4. Beristirahat dengan kaki terangkat, yang meningkatkan aliran darah ke panggul

Cara mencegah sakit perut bagian bawah

Jika gejala yang Bunda alami tidak parah, Bunda dapat mencegah sakit perut bagian bawah dengan beberapa cara sederhana sebagai berikut:

1. Antasida atau obat untuk mengatasi perut kembung atau gas berlebih
2. Istirahat yang cukup
3. Minum banyak cairan
4. Mandi air hangat atau mengompres area perut dengan kantong air panas.
5. Menghentikan kebiasaan merokok

Selain itu, menjaga kesehatan tubuh secara umum dapat mencegah sejak dini penyebab sakit perut yang sifatnya ringan. Melakukan olahraga teratur dan mempraktikkan pola makan tinggi serat dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan seperti dikutip dari laman Ramsayhealth.

Serta, hindari pemicu serta makanan yang sulit dicerna, misalnya dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, mengandung banyak krim atau lemak, serta makanan yang sering menimbulkan masalah bagi perut Bunda. 

Terakhir, pengobatan rumahan juga bisa membantu. Sebagian orang merasa cocok dengan pengobatan herbal seperti rutin minum teh mint atau mengonsumsi banyak jahe dan jus lidah buaya yang membuat sakit perutnya yang dirasakan membaik secara perlahan.

Apakah menopause menyebabkan sakit perut?

Perempuan sering mengalami berbagai gejala gangguan pencernaan selama masa menopause. Pengaruh perubahan hormon, pola makan, dan gaya hidup dapat memengaruhi kondisi tersebut.

Biasanya, banyak perempuan menopause mengalami ketidaknyamanan perut dan perubahan kebiasaan BAB selama masa perimenopause dan menopause dan ini hal yang umum terjadi. Gejala bisa muncul dan hilang secara berkala serta dapat berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan.

Meskipun gejala-gejala ini mungkin sulit untuk dihadapi, banyak perempuan merasa terbantu dengan mengubah pola makan dan gaya hidup, serta menjalani terapi penggantian hormon.

Gejala pencernaan yang umum terjadi saat menopause biasanya mirip dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS). Gejalanya bisa bervariasi dari setiap orang dan meliputi sebagai berikut:

1. Nyeri atau kram perut
2. Perut kembung
3. Gas berlebih
4. Diare
5. Sembelit
6. Keinginan mendesak untuk segera ke toilet
7. Sensasi BAB yang tidak tuntas

Munculnya gejala-gejala tersebut merupakan hal yang normal. Biasanya disebabkan karena beberapa hal termasuk perubahan hormon, perubahan pola makan dan gaya hidup, perubahan suasana hati, dan lainnya.

Agar lebih nyaman dengan kondisi tersebut, kelola dengan treatment sederhana seperti makan dalam porsi lebih kecil namun sering. Dengan langkah ini, lambung tidak bekerja keras dan Bunda tidak terlalu kembung setelah makan seperti dikutip dari laman Drlouisenewson.

Kemudian, jangan makan terburu-buru. Santaplah makanan dengan santai agar mendukung kerja pencernaan dengan baik. Konsumsilah makanan di lingkungan yang santai, bukan di meja kerja atau sambil beraktivitas. Sebab, rasa terburu-buru saat makan tidak baik bagi kesehatan pencernaan Bunda.

Selain itu, minumlah di luar waktu makan. Hindari minum banyak saat makan karena dapat menyebabkan penumpukan gas dan rasa tidak nyaman. Serta, perhatikan apa yang Bunda minum. Batasi konsumsi teh dan kopi serta minuman bersoda. Sebab, minuman tersebut dapat memicu gas, perut kembung, dan kram perut, serta menyebabkan dehidrasi yang memperparah sembelit.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda