kehamilan
Vagina Gatal setelah Berhubungan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
HaiBunda
Senin, 21 Sep 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
Vagina gatal setelah berhubungan bisa membuat Bunda merasa tidak nyaman. Apalagi kalau disertai rasa perih, kemerahan, atau keputihan yang tidak biasa. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari gesekan saat berhubungan intim hingga reaksi alergi dan infeksi.
Gatal yang Bunda rasakan mungkin ringan yang terkadang dapat hilang dengan sendirinya, namun jika keluhan terus berulang sebaiknya tidak diabaikan. Sebab, vagina gatal setelah berhubungan intim juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Penyebab vagina gatal setelah berhubungan
Vagina dan vulva sangat sensitif, karena itu banyak hal dapat menyebabkan iritasi pada area yang lembut ini. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kekeringan hingga iritan eksternal maupun infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa penyebab vagina gatal setelah berhubungan yang perlu Bunda ketahui:
1. Kekeringan vagina
Vagina secara alami memang lembap, dan saat terangsang secara seksual, vagina dapat memproduksi pelumasnya sendiri. Namun, sebagian orang mungkin tidak menghasilkan cukup pelumas alami. Menopause juga dapat memengaruhi kelembapan vagina.
Hubungan intim yang dilakukan terlalu lama atau kurangnya pelumas dapat menyebabkan gesekan pada area vagina dan vulva. Kondisi ini bisa menimbulkan perih dan gatal setelah berhubungan.
"Kekeringan vagina membuat hubungan seksual menjadi tidak nyaman, serta dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan iritasi setelah berhubungan seks," ujar Dr. Celeste A. Green, dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) di Baylor College of Medicine dilansir BusinessInsider.
Selain rasa gatal dan iritasi, kata Green, Bunda mungkin juga mengalami kemerahan dan rasa nyeri pada vagina serta labia.
Penggunaan sabun berparfum, cairan pembersih kewanitaan, atau produk pelumas tertentu juga dapat memicu iritasi. Jika kulit area genital sensitif, keluhan gatal bisa muncul setelah terpapar bahan-bahan tersebut.
2. Alergi lateks
Penggunaan kondom berbahan lateks dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Gejalanya bisa berupa gatal, kemerahan, pembengkakan, dan ruam.Â
"Rasa gatal, kemerahan, atau ruam di area vagina bisa terjadi akibat alergi lateks," ujar Dr. Maria Sophocles, seorang dokter spesialis kandungan (OB-GYN) dan direktur medis Women's Healthcare of Princeton.
Pada kondisi tertentu, biduran setelah berhubungan juga dapat terjadi sebagai reaksi alergi. Alergi terhadap air mani merupakan kondisi yang jarang, tetapi dapat menyebabkan rasa terbakar, gatal, atau pembengkakan setelah kontak dengan cairan ejakulasi.
3. Infeksi jamur
Infeksi jamur, terutama yang disebabkan oleh Candida, dapat menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan keputihan yang tidak normal. Pada sebagian perempuan, keputihan gatal setelah berhubungan dapat menjadi salah satu keluhan yang dirasakan.
Hubungan intim tidak selalu menjadi penyebab infeksi jamur, tetapi aktivitas seksual dapat membuat gejalanya terasa lebih jelas atau semakin tidak nyaman.
4. Vaginosis bakterialis (BV)
Vaginosis bakterialis (BV) merupakan kondisi ketika terjadi ketidakseimbangan bakteri normal di vagina. Aktivitas seksual pada sebagian orang dapat memengaruhi keseimbangan tersebut.
Gejala BV antara lain gatal, keputihan berwarna putih atau abu-abu, serta bau amis yang biasanya lebih terasa setelah berhubungan intim.
"Pasien akan menyadari adanya peningkatan keputihan berwarna keabu-abuan yang berbau amis, dan banyak yang juga melaporkan rasa gatal," ujar Green.
5. Infeksi menular seksual
Beberapa infeksi menular seksual (IMS), seperti trikomoniasis, klamidia, gonore, dan herpes genital, juga dapat menimbulkan rasa gatal di area genital.
Gejala lainnya bisa berupa keputihan yang tidak biasa, nyeri saat buang air kecil, luka atau lepuhan di sekitar alat kelamin, dan perdarahan di luar masa menstruasi.
Jika ada kemungkinan terpapar IMS, Bunda sebaiknya menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya. Apapun penyebab rasa gatal, pastikan vagina sudah pulih sepenuhnya sebelum kembali berhubungan seks guna mencegah iritasi lebih lanjut.
Jika rasa gatal terus berlanjut dan disertai gejala lain, serta Bunda menduga adanya infeksi, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Cara mengatasi vagina gatal setelah berhubungan
Untuk mengatasi miss V gatal setelah berhubungan tentu bergantung pada penyebabnya. Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
- Hentikan sementara penggunaan sabun atau produk kewanitaan berparfum.
- Bersihkan area vulva dengan air dan sabun lembut, tetapi hindari membilas bagian dalam vagina.
- Gunakan pelumas berbahan dasar air jika kekeringan menjadi pemicu iritasi.
- Memilih kondom non-lateks jika alergi terhadap lateks.
- Hindari menggaruk area yang gatal karena dapat memperparah iritasi.
- Jangan menggunakan obat antijamur atau antibiotik tanpa mengetahui penyebab keluhannya.
Jika rasa gatal masih berlanjut, disertai nyeri, keputihan tidak normal, luka, atau pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter.
Bolehkah berhubungan saat miss V gatal?
Saat ada di kondisi ini tentu bertanya-tanya, bolehkah berhubungan saat miss v gatal? Sebaiknya menunda hubungan intim sampai penyebab gatal diketahui dan keluhan membaik, Bunda.
Hubungan seksual saat vagina mengalami iritasi atau infeksi dapat terasa menyakitkan dan berpotensi memperparah gejala.
Jika penyebabnya adalah infeksi menular seksual, pasangan juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Karena itu, jangan memaksakan hubungan intim ketika masih muncul rasa gatal atau perih.
7 Tanda-tanda miss V bermasalah
Selain vagina gatal setelah berhubungan, beberapa perubahan pada area genital juga perlu Bunda perhatikan.
1. Keputihan berubah
Keputihan berubah warna, berbau menyengat, atau jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya.
2. Rasa perih atau terbakar
Muncul sensasi perih saat buang air kecil atau saat berhubungan intim.
3. Kemerahan dan pembengkakan
Area vulva tampak merah, bengkak, atau terasa lebih sensitif.
4. Luka atau lepuhan
Terdapat luka, lepuhan, benjolan, atau kutil di sekitar area genital.
5. Perdarahan di luar menstruasi
Perdarahan yang tidak berkaitan dengan siklus menstruasi perlu diperiksakan.
6. Selangkangan terasa gatal
Selangkangan gatal setelah berhubungan dapat berkaitan dengan iritasi kulit, alergi, atau infeksi yang juga memengaruhi area sekitar genital.
7. Nyeri berulang saat berhubungan
Rasa nyeri yang terus muncul saat berhubungan intim bukan keluhan yang sebaiknya diabaikan.
Apa ada perbedaan rasa gatal akibat jamur dan bakteri yang sebabkan vagina gatal?
Infeksi jamur umumnya menyebabkan gatal yang cukup kuat, kemerahan, dan keputihan putih kental. Sementara itu, vaginosis bakterialis lebih sering ditandai dengan perubahan bau dan cairan vagina yang lebih encer.
Namun, gejala setiap orang bisa berbeda-beda. Karena itu, memerlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebabnya, terutama jika keluhan berulang atau tidak membaik seperti dilansir dari Healthline.
Apakah sabun kewanitaan efektif untuk mengatasi gatal?
Sabun kewanitaan tidak selalu diperlukan untuk menjaga kesehatan vagina. Penggunaan produk yang mengandung pewangi atau bahan kimia tertentu justru dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu keseimbangan alami vagina.
Vagina memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri. Bunda cukup menjaga kebersihan bagian luar atau vulva dengan air. Jika ingin menggunakan sabun, pilih produk yang lembut dan tanpa pewangi, serta jangan memasukkannya ke dalam vagina.
Vagina gatal setelah berhubungan tidak selalu menandakan masalah serius. Namun, jika keluhan menetap, berulang, atau disertai gejala lain, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Vagina Gatal saat Hamil: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kehamilan
8 Cara Membersihkan Vagina yang Aman saat Hamil dan Tips Mengatasinya saat Gatal
Kehamilan
KB Steril Bikin Berhubungan Intim Tidak Nyaman, Mitos atau Fakta?
Kehamilan
Pagi, Siang, atau Malam? Ini Waktu Terbaik Berhubungan Intim agar Cepat Hamil
Kehamilan
7 Penyebab Vagina Gatal, Termasuk pada Ibu Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
4 Penyebab Keputihan Bau Amis, Waspadai Penumpukan Bakteri
Pakai IUD Bisa Menyebabkan Keputihan Berbau? Ini Jawaban Dokter
12 Jenis Penyakit Kelamin yang Mengintai Laki-laki dan Perempuan