Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Hamil 21 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 17 Sep 2026 07:30 WIB

Ilustrasi kehamilan
Hamil 21 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?/Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios
Daftar Isi
Jakarta -

Memasuki usia hamil 21 minggu, Bunda sudah berada di pertengahan trimester kedua. Perut biasanya mulai semakin terlihat dan gerakan Si Kecil pun perlahan menjadi lebih mudah dikenali.

Di usia kehamilan ini, tubuh Bunda terus mengalami berbagai perubahan untuk mendukung pertumbuhan janin. Karena itu, beberapa keluhan seperti nyeri punggung, kram kaki, heartburn, lebih sering buang air kecil, hingga mudah lelah masih dapat dirasakan.

Lantas, hamil 21 minggu apa yang dirasakan dan bagaimana perkembangan janin di dalam kandungan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hamil 21 minggu, apa yang dirasakan?

Setiap kehamilan bisa terasa berbeda. Namun, beberapa keluhan yang umum dialami Bunda saat hamil 21 minggu antara lain:

1. Gerakan janin mulai terasa

Bunda mungkin mulai merasakan gerakan Si Kecil berupa tendangan kecil, sentakan, atau sensasi seperti gelembung di dalam perut.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pada usia kehamilan sekitar 21–24 minggu, janin mulai melakukan gerakan seperti menendang dan berbalik yang dapat semakin terasa oleh ibu.

Sementara itu, informasi dari National Library of Medicine (NLM) juga menyebutkan bahwa pada usia 19–21 minggu, bayi semakin aktif bergerak dan sebagian ibu mulai merasakan sensasi seperti gerakan kecil atau fluttering.

Jika ini merupakan kehamilan pertama, Bunda mungkin baru mulai mengenali gerakan janin pada periode ini. Jadi, jangan khawatir jika sebelumnya belum terlalu merasakan gerakan.

2. Nyeri punggung

Pertumbuhan rahim membuat pusat gravitasi tubuh berubah. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan ligamen menjadi lebih rileks.

Kondisi tersebut dapat membuat punggung, terutama bagian bawah, terasa pegal atau nyeri.

Nyeri punggung termasuk salah satu keluhan fisiologis yang menjadi perhatian dalam pelayanan antenatal. WHO merekomendasikan agar ibu hamil mendapatkan konseling dan penanganan yang sesuai untuk berbagai keluhan umum selama kehamilan, termasuk nyeri punggung.

3. Kram pada kaki

Kram kaki, terutama pada malam hari, juga dapat muncul selama kehamilan. Berat badan yang bertambah dan perubahan pada sistem peredaran darah dapat membuat kaki terasa lebih mudah pegal atau kram.

Jika kram terasa sangat sering, berat, atau disertai pembengkakan dan nyeri pada salah satu kaki, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter.

4. Perut terasa semakin besar

Rahim terus membesar untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan janin. Pada usia 21 minggu, perubahan bentuk tubuh biasanya semakin terlihat.

Bunda juga mungkin merasa lebih cepat lelah ketika berdiri atau berjalan dalam waktu lama. Kenaikan berat badan merupakan bagian normal dari kehamilan, tetapi jumlah kenaikan yang dianjurkan berbeda pada setiap ibu berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil.

WHO menyebutkan bahwa sebagian besar kenaikan berat badan selama kehamilan terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Target kenaikan berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi dan IMT sebelum hamil.

5. Heartburn atau rasa panas di dada

Sebagian Bunda masih mengalami heartburn atau sensasi panas di dada. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat membuat otot di antara lambung dan kerongkongan lebih rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik.

Untuk membantu mengurangi keluhan, Bunda dapat mencoba makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering dan menghindari langsung berbaring setelah makan.

6. Lebih sering buang air kecil

Rahim yang semakin besar dapat memberikan tekanan pada kandung kemih. Akibatnya, Bunda mungkin masih lebih sering buang air kecil.

Namun, bila frekuensi buang air kecil disertai rasa perih, demam, nyeri pinggang, atau urine berdarah, sebaiknya segera diperiksakan karena dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih.

7. Hidung tersumbat atau mudah mengalami mimisan

Peningkatan aliran darah selama kehamilan dapat membuat pembuluh darah kecil di hidung lebih mudah membengkak atau pecah. Akibatnya, sebagian Bunda mengalami hidung tersumbat atau mimisan ringan.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 21 minggu

Selain keluhan yang terasa secara fisik, terdapat sejumlah perubahan tubuh yang mungkin Bunda perhatikan.

1. Berat badan bertambah

Berat badan terus meningkat seiring pertumbuhan janin, plasenta, cairan ketuban, serta perubahan jaringan tubuh ibu. Namun, kenaikan berat badan yang sehat berbeda-beda sehingga sebaiknya tidak disamakan dengan ibu hamil lainnya. WHO menekankan pentingnya pemantauan kenaikan berat badan berdasarkan kondisi sebelum kehamilan.

2. Payudara semakin berubah

Payudara dapat terasa lebih besar dan sensitif. Area puting dan areola juga bisa tampak lebih gelap sebagai bagian dari perubahan tubuh selama kehamilan.

3. Kulit mengalami perubahan

Sebagian Bunda mengalami linea nigra, yaitu garis berwarna lebih gelap yang membentang dari sekitar pusar menuju area kemaluan. Stretch mark juga dapat mulai terlihat pada perut, payudara, paha, atau bokong.

4. Keputihan meningkat

Keputihan berwarna putih atau bening, tipis, dan tidak berbau menyengat dapat terjadi selama kehamilan. Namun, bila disertai bau tidak sedap, rasa gatal, nyeri, atau perubahan warna, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau bidan.

Perubahan-perubahan tersebut pada dasarnya dapat menjadi bagian dari proses fisiologis kehamilan. Meski begitu, pemeriksaan antenatal tetap penting untuk memastikan perubahan yang dialami Bunda tidak berkaitan dengan komplikasi.

WHO merekomendasikan pelayanan antenatal secara rutin untuk membantu memantau kondisi ibu dan janin, melakukan skrining, serta mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin.

Tips saat hamil 21 minggu

Agar kehamilan tetap nyaman dan Bunda dapat memenuhi kebutuhan tubuh serta janin, beberapa hal berikut bisa dilakukan:

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Pastikan menu harian mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, sayuran, buah, serta sumber vitamin dan mineral.

WHO merekomendasikan konseling mengenai pola makan sehat selama kehamilan. Pola makan yang beragam dan mencukupi kebutuhan energi, protein, vitamin, serta mineral penting untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.

Sebuah tinjauan Cochrane yang menjadi salah satu dasar rekomendasi WHO juga menemukan bahwa intervensi pola makan dan/atau aktivitas fisik selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan. Dalam analisis tersebut, intervensi dikaitkan dengan penurunan risiko excessive gestational weight gain.

2. Cukupi kebutuhan cairan

Minum air secara teratur untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Kebutuhan cairan dapat berbeda pada setiap orang, terutama jika Bunda banyak beraktivitas atau berada di lingkungan yang panas.

3. Tetap aktif bergerak

Jika dokter tidak memberikan larangan khusus, Bunda dapat melakukan aktivitas fisik yang aman selama kehamilan, seperti berjalan kaki, berenang, atau olahraga kehamilan dengan intensitas yang sesuai.

WHO merekomendasikan ibu hamil tanpa kontraindikasi untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Rekomendasinya mencakup setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang dalam seminggu, disertai aktivitas penguatan otot sesuai kondisi.

Bukti yang dirangkum WHO menunjukkan aktivitas fisik selama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko hipertensi gestasional, diabetes gestasional, kenaikan berat badan berlebih, serta beberapa komplikasi persalinan.

4. Perhatikan posisi tidur

Bunda bisa mencoba tidur menyamping dengan menggunakan bantal di antara lutut atau di bawah perut agar tubuh terasa lebih nyaman.

5. Gunakan alas kaki yang nyaman

Pilih sepatu dengan ukuran yang sesuai, nyaman, dan tidak licin, terutama ketika keseimbangan tubuh mulai berubah.

6. Jangan melewatkan pemeriksaan kehamilan

Pemeriksaan rutin membantu dokter atau bidan memantau pertumbuhan janin, kondisi ibu, tekanan darah, serta berbagai parameter kesehatan lainnya.

WHO merekomendasikan kontak antenatal secara rutin sepanjang kehamilan. Pemeriksaan tersebut bukan hanya bertujuan mendeteksi komplikasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi ibu untuk memperoleh informasi, konseling, dan dukungan yang dibutuhkan selama kehamilan.

Bunda juga perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami perdarahan dari vagina, keluar cairan yang dicurigai sebagai air ketuban, nyeri perut hebat, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, demam, sesak napas, atau pembengkakan yang muncul secara tiba-tiba.

Perkembangan janin saat hamil 21 minggu

Pada usia hamil 21 minggu, janin terus mengalami perkembangan pesat. Panjang tubuhnya semakin bertambah dan gerakannya menjadi lebih aktif.

Menurut ACOG, pada minggu ke-21 hingga ke-24, janin mengalami perkembangan gerakan yang semakin nyata, termasuk menendang dan berbalik.

Beberapa perkembangan yang terjadi pada periode ini meliputi:

1. Gerakan semakin aktif

Otot dan sistem saraf janin terus berkembang sehingga gerakannya semakin terkoordinasi. Bunda mungkin mulai merasakan Si Kecil menendang, berguling, atau bergerak di dalam rahim.

Penelitian mengenai perkembangan perilaku janin menunjukkan bahwa gerakan dan aktivitas janin sudah dapat diamati sejak trimester kedua dan menjadi bagian penting dari perkembangan sistem saraf serta perilaku janin.

2. Janin mulai mendengar suara

Pada usia sekitar 19–21 minggu, janin mulai dapat mendengar. NLM mencatat bahwa pada periode ini bayi semakin aktif dan terus bergerak di dalam rahim.

Karena itu, Bunda dan Ayah dapat mulai mengajak Si Kecil berbicara. Meski belum dapat memahami kata-kata seperti orang dewasa, suara dari lingkungan menjadi bagian dari rangsangan yang diterima janin.

3. Sistem pencernaan terus berkembang

Janin mulai menelan cairan ketuban. Sistem pencernaannya terus berkembang dan berlatih menjalankan fungsinya.

4. Sistem saraf semakin berkembang

Perkembangan otak dan sistem saraf berlangsung pesat pada trimester kedua. Gerakan janin yang semakin terkoordinasi merupakan salah satu tanda bahwa sistem saraf dan ototnya terus berkembang.

Kajian ilmiah mengenai perilaku janin menunjukkan bahwa berbagai pola gerakan, termasuk gerakan mulut dan tubuh, sudah dapat diamati sejak usia kehamilan trimester kedua.

5. Rambut dan alis mulai berkembang

Rambut halus, alis, dan bulu mata terus berkembang. Namun, tampilannya tentu belum seperti bayi baru lahir karena tubuh janin masih akan mengalami banyak perubahan hingga waktunya persalinan.

Pada akhirnya, hamil 21 minggu apa yang dirasakan bisa berbeda pada setiap Bunda. Ada yang mulai sering merasakan gerakan janin, sementara yang lain mungkin baru mengenali gerakannya secara perlahan.

Yang terpenting, tetap ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan dan jangan ragu berkonsultasi apabila muncul keluhan yang terasa tidak biasa. Dengan pemantauan rutin, perkembangan Bunda dan Si Kecil dapat terus dipantau hingga mendekati persalinan.



Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda