Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Serena Williams Kenang Kesulitan Hamil Anak Pertama, Ternyata Banyak yang Relate

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Kamis, 17 Sep 2026 17:55 WIB

Serena Williams dan Sang Putri Olympia
Serena Williams Kenang Kesulitan Hamil Anak Pertama, Ternyata Banyak yang Relate/Foto: Instagram: @serenawilliams
Jakarta -

Kehamilan selalu membawa kenangan tersendiri bagi perempuan mana pun. Seperti halnya Serena Williams kenang kesulitan hamil anak pertama, ternyata banyak yang relate.

Petenis legendaris, Serena Williams punya kisah mengharukan saat menantikan anak pertamanya pada 2017 lalu. Dalam kenangannya, kisah kehamilannya tersebut sempat mengancam jiwa karena mengalami komplikasi serius.

Mengutip dari laman People, petenis berusia 44 tahun tersebut mengalami proses persalinan yang tidak mulus karena terdapat komplikasi usai persalinan, Bun. Williams mengatakan bahwa pengalaman tak mengenakkan dalam mengalami komplikasi persalinan tersebut membuatnya lebih peka terhadap persoalan layanan kesehatan perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Serena Williams kenang pengalaman anak pertama

Dalam sebuah diskusi panel di Forbes Power Women Summit 2026, ia bercerita mengenai pengalaman buruknya tersebut memang sempat mengancam jiwanya. Dari apa yang dirasakannya tersebut, Williams kemudian terpanggil untuk memperjuangkan peningkatan akses layanan kesehatan bagi perempuan dan komunitas yang kurang terwakili.

“Saat saya menceritakan pengalaman saya, saya tidak menyadari betapa banyak orang yang bisa merasakannya juga,” ungkap Williams.

Dengan pengalaman kehamilan pertamanya tersebut, Williams pun menjadikan hal yang dialaminya sebagai bahan renungan dan proses pembelajaran.  Karena, apa yang dialaminya ternyata memang bukan masalah ringan, Bunda.

Nyatanya, banyak juga perempuan lain yang mengalami hal sama. Memang, diakui Williams awalnya dirinya hanya mengira kalau hal itu hanyalah masalah bagi kelompok minoritas tapi ternyata lebih dari itu.

"Awalnya, saya mengira ini hanya masalah bagi kelompok minoritas, namun kemudian saya menyadari bahwa ini adalah masalah bagi kaum perempuan.”

Williams menambahkan bahwa ternyata di luar sana, begitu banyak perempuan dari berbagai latar belakang yang memiliki pengalaman melahirkan bagaikan mimpi buruk. 

Seperti halnya dirinya sendiri, ia juga sempat menjalani operasi caesar darurat saat melahirkan putrinya, Alexis Olympia, buah hatinya bersama sang suami, Alexis Ohanian pada 2007.

Dalam pengalamannya, ia mengaku mengalami serangan batuk hebat usai persalinan. Kondisi itu ternyata menyebabkan luka operasi caesar Williams terbuka kembali. Hal itu pun membuat dokter menemukan hematoma besar yaitu pembengkakan akibat gumpalan darah di bagian perutnya, ungkap Williams.

Williams kemudian harus berjuang selama enam hari melawan emboli paru (kondisi di mana satu atau lebih arteri di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah) yang mengharuskannya menjalani serangkaian operasi.

“Saya tahu ada yang tidak beres dengan kondisi saya, dan sangat penting bagi saya untuk didengarkan. Syukurlah, dokter saya mendengarkan keluhan saya. Para perawat pun demikian, namun saya sangat beruntung memiliki dokter yang benar-benar mendengarkan dan secara harfiah menyelamatkan nyawa saya," akunya.

Dengan pengalaman tak mengenakkan tersebut, Williams pun semakin bersemangat memberikan perubahan dan memperjuangkan kaumnya. Apa yang dialaminya tersebut kemudian turut memperkuat komitmen Williams dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi perempuan dan deretan komunitas yang kurang terwakili. 

Setelah melahirkan, petenis profesional ini kemudian menjabat sebagai entrepreneur in residence pertama untuk program Reckitt Catalyst, sebuah program inovasi dan dampak sosial global yang mendukung para wirausahawan perempuan serta mereka yang berasal dari kelompok kurang terwakili dalam mengembangkan solusi di bidang kesehatan, kebersihan, air, dan sanitasi.

“Apa yang dilakukan para perempuan ini adalah mereka benar-benar menyadarkan kita bahwa layanan kesehatan perempuan dan layanan kesehatan secara umum itu sangat penting. Selain itu, kita juga bicara tentang perempuan yang mengurus anak-anak; seperti yang kalian tahu, sayalah yang sebagian besar mengurus anak-anak saya,” jelasnya.

WIlliams menambahkan bahwa melalui programnya tersebut, dirinya dan tim benar-benar bisa mengatasi banyak masalah dan membangun koneksi yang sangat vital dan penting untuk membuka berbagai peluang.

“Karena setiap kali kita membuka satu pintu, kita menyelesaikan masalah lain yang membawa kita lebih dekat pada upaya membantu kita semua di ruangan ini serta membantu anak-anak kita.”

Pemenang 23 gelar juara tunggal Grand Slam ini telah berbagi kisahnya selama bertahun-tahun untuk meningkatkan kesadaran mengenai komplikasi dan tantangan kesehatan yang mungkin dihadapi perempuan setelah melahirkan.

Dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan di CNN pada tahun 2018, Williams menulis, "Kita tahu ada solusi sederhana, seperti akses ke bidan dan fasilitas kesehatan yang berfungsi baik, serta pemberian ASI, kontak kulit-ke-kulit, air bersih, obat-obatan dasar, dan gizi yang baik."

"Namun, kita belum melakukan bagian kita. Kita belum bangkit menghadapi tantangan untuk membantu para perempuan di seluruh dunia," tambahnya.

Untuk itu, Willims menyerukan kepada semuanya untuk bersama-sama menjadi bagian dari perubahan tersebut. "Bersama-sama, kita bisa mewujudkan perubahan ini," ujarnya kala itu. "Bersama-sama, kita bisa menjadi perubahan itu sendiri."

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda