kehamilan
IUD untuk Pria Tengah Dikembangkan, Seperti Apa Cara Kerjanya?
HaiBunda
Senin, 14 Sep 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
KB IUD pria tengah dikembangkan oleh tim peneliti di Lille, Prancis. Alat kontrasepsi bernama STEOM ini digadang-gadang sebagai salah satu inovasi baru dalam kontrasepsi pria karena dirancang tanpa hormon, bersifat reversibel, dan bekerja secara mekanis untuk menghambat perjalanan sperma.
Berbeda dari metode kontrasepsi pria yang sudah ada, KB IUD pria ini menawarkan opsi tanpa hormon, bersifat reversible (dapat dibalik atau dilepas), serta hanya membutuhkan proses pemasangan yang terhitung singkat.
Cara kerja KB IUD pria (STEOM)?
Perangkat STEOM bekerja dengan prinsip mekanis yang mirip seperti IUD (intrauterine device) pada perempuan. Fokus utamanya adalah mencegah sperma melewati saluran reproduksi tanpa memengaruhi kadar hormon tubuh maupun mematikan kesuburan pria secara permanen. Beberapa poin penting mengenai prosedur dan mekanisme alat ini meliputi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Prosedur pemasangan cepat
Mengutip laman Ma-grande-taille, KB IUD pria ini dipasang melalui prosedur kecil yang dilakukan dengan anestesi lokal. Prosedurnya berlangsung sekitar 15 menit dan membutuhkan sayatan kecil pada skrotum. Menurut dokter yang mengembangkan proyek tersebut, prosedur ini tidak memerlukan jahitan maupun perban yang besar.
2. Masa pakai jangka panjang
STEOM dirancang untuk tetap terpasang selama tiga tahun. Setelah itu, alat dapat dilepas atau diganti oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan pelatihan.
3. Kesuburan tetap aman
Setelah masa pakai berakhir, alat dapat dilepas atau diganti oleh tenaga medis profesional sehingga tingkat kesuburan pria bisa kembali seperti semula.
Alasan inovasi KB IUDÂ pria dikembangkan
Pengembangan proyek KB IUD pria yang diprakarsai oleh androlog Julie Prasivoravong ini berangkat dari terbatasnya opsi kontrasepsi untuk pria. Selama ini, pria umumnya hanya memiliki tiga pilihan: Kondom, metode alami, atau vasektomi yang cenderung permanen.
Karena itu, STEOMÂ dirancang sebagai alternatif yang lebih fleksibel sekaligus menjawab isu kesetaraan beban kontrasepsi yang selama ini lebih banyak ditanggung oleh perempuan.Â
Proyek ini dipimpin oleh Lille University Hospital bekerja sama dengan University of Liège serta sejumlah peneliti yang mengkhususkan diri dalam teknologi medis.
Tahapan uji klinis dan peluncuran ke pasaran
Meskipun menarik banyak minat, masyarakat masih harus bersabar untuk dapat mengakses alat KB IUD pria ini secara luas.
- Uji praklinis : Dimulai pada Mei 2026 di University of Liège.
- Uji klinis: Jika hasil uji awal memuaskan, pengujian lanjutan akan melibatkan sekitar 100 sukarelawan di Prancis dan Belgia.
- Regulasi ketat: Sebagai perangkat medis, STEOM harus melewati pengujian keamanan yang ketat sehingga diperkirakan baru akan tersedia secara komersial dalam waktu 7 hingga 10 tahun mendatang.
Tanggung jawab alat kontrasepsi antar pasangan
Kemunculan STEOMÂ kembali memicu perdebatan yang sudah lama dikenal, yaitu mengenai pembagian tanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Hingga saat ini, sebagian besar metode kontrasepsi yang digunakan masih bergantung pada tubuh perempuan.
Pil KB, IUD hormonal, implan, maupun koyo kontrasepsi kerap disertai berbagai konsekuensi fisik, mental, atau hormonal yang cukup signifikan.
Di sisi lain, semakin banyak pria yang memilih menjalani vasektomi. Di Prancis, jumlah prosedur tersebut meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi tanda bahwa sebagian pria ingin mengambil peran lebih besar dalam urusan kontrasepsi. Karena itu, STEOMÂ berpotensi menjadi langkah baru dalam tren tersebut.
Respons publik dan diskusi gender
Di media sosial, ada satu hal yang berulang kali muncul dalam berbagai diskusi. Banyak perempuan menyoroti betapa menariknya melihat kemunculan kontrasepsi pria yang secara khusus dirancang "bebas hormon", sementara perempuan telah menggunakan kontrasepsi hormonal selama puluhan tahun, terkadang dengan efek samping yang cukup berat.
Kenaikan berat badan, migrain, penurunan libido, kelelahan, hingga perubahan suasana hati menjadi beberapa keluhan yang kerap dibagikan perempuan terkait pengalaman mereka menggunakan metode kontrasepsi hormonal tertentu.
Bagi sebagian pengguna media sosial, perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan historis dalam cara dunia medis memandang kontrasepsi berdasarkan gender.
Namun, ada pula yang menilai bahwa memperluas pilihan kontrasepsi bagi pria tetap merupakan langkah positif, terutama jika hal tersebut dapat mendorong pembagian tanggung jawab kontrasepsi yang lebih seimbang dalam hubungan pasangan.
Meski begitu hadirnya KB IUD pria STEOM ini, menandai babak baru. Lebih dari sekadar inovasi medis, proyek ini membuka ruang untuk percakapan yang lebih luas mengenai tanggung jawab bersama dalam kontrasepsi, mendengarkan kebutuhan tubuh, serta keberagaman pilihan metode kontrasepsi.
Begitulah informasi tentang KB IUD pria STEOM yang masih dikembangkan di Prancis ya, Bunda. Semoga informasinya bermanfaat.Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ayah 3 Anak Ini Jalani Vasektomi tapi 9 Bulan Kemudian Sang Istri Hamil Kembali, Kok Bisa?
Kehamilan
Pil KB untuk Laki-laki Tanpa Efek Samping Ditemukan, Ini Fakta Kontrasepsi Baru!
Kehamilan
Mengenal Spermisida, Alat Kontrasepsi untuk Membunuh Sperma
Kehamilan
Apa yang Terjadi pada Tubuh Laki-laki Minum Pil KB Perempuan?
Kehamilan
Bakal Hadir Alat KB untuk Pria Berbentuk Gel, Cukup Dioles di Punggung
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Polemik Vasektomi untuk Si Ayah? Cek 4 Jenis KB Pria Beserta Keunggulan & Kekurangannya
Suami Influencer Dorippu Bagikan Pengalaman Vasektomi Setelah Punya 3 Anak
Vasektomi Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan, Ketahui Prosedur dan Syaratnya