kehamilan
Tak Boleh Sembarangan, Ini Tips Aman Suntik Obat IVF Sendiri di Rumah
HaiBunda
Senin, 14 Sep 2026 14:00 WIB
Menjalani program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung membutuhkan kesiapan fisik maupun mental, termasuk saat Bunda harus lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF.
Salah satu tahap penting dalam proses ini adalah pemberian obat kesuburan melalui suntikan subkutan, yaitu penyuntikan jaringan lemak tepat di bawah kulit menggunakan jarum yang sangat kecil serupa dengan penyuntikan insulin pada penderita diabetes. Simak yuk Bunda tips aman lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF berikut.
Memahami protokol stimulasi IVF
Mengutip laman Advancedfertility, dalam siklus IVF, terdapat dua jenis obat suntik yang digunakan secara bersamaan. Salah satu obat berfungsi untuk mencegah sel telur mengalami ovulasi terlalu dini, sedangkan obat lainnya berfungsi untuk merangsang perkembangan beberapa sel telur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Protokol Luteal Lupron
Lupron biasanya mulai diberikan sekitar hari ke-21 siklus menstruasi. Obat ini disuntikkan secara subkutan (biasanya di area paha atau perut) satu kali sehari selama kurun waktu sekitar 21 hari untuk mengontrol hormon tubuh.
2. Hormon Stimulasi Folikel (FSH)
Setelah atau bersamaan dengan penggunaan Lupron, obat follicle-stimulating hormone (FSH) disuntikkan selama sekitar 9 hari. Hormon ini berperan penting merangsang pematangan beberapa sel telur sekaligus.
Terdapat berbagai jenis obat FSH yang dapat diberikan melalui suntikan subkutan maupun intramuskular. Di Amerika Serikat, beberapa obat tersebut antara lain Follistim, Gonal-F, Menopur, dan Bravelle.
Tips aman suntik obat IVF sendiri di rumah
Agar proses penyuntikan berjalan mandiri tanpa rasa cemas, ikuti panduan teknis injeksi subkutan berikut ini secara runtut:
1. Pilih lokasi penyuntikan
Tips aman lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF pertama pilih area ideal untuk suntikan subkutan meliputi jaringan lemak di perut (area sekitar pusar), paha bagian luar, atau bagian belakang lengan atas.
2. Sterilkan atau bersihkan area kulit
Bersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas alkohol (alcohol swab). Usap dari bagian tengah lalu memutar ke arah luar dengan gerakan melingkar. Biarkan kulit mengering secara alami untuk mencegah rasa perih saat jarum masuk.
3. Buka jarum dengan hati-hati
Tips aman lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF selanjutnya lepaskan penutup jarum secara perlahan agar posisi jarum tidak bergeser atau terlepas dari alat suntik.
4. Teknik memegang dan menusuk
Pegang alat suntik seperti memegang pensil. Cubit sedikit bagian kulit yang telah dibersihkan, lalu posisikan jarum pada sudut 90 derajat terhadap permukaan kulit. Tancapkan jarum secara cepat dan mantap seperti gerakan melempar anak panah (dart-like motion).
5. Pemeriksaan darah dan penyuntikan obat
Setelah jarum masuk, tarik pendorong (plunger) sedikit ke belakang. Jika tidak ada darah, tekan pendorong secara perlahan hingga seluruh cairan obat masuk. Jika terlihat ada darah maka cabut jarum sepenuhnya. Ganti jarum dengan yang baru, siapkan lokasi penyuntikan baru, dan ulangi proses dari awal.
6. Pencabutan jarum dan perawatan pascasuntik
Setelah obat masuk sepenuhnya, lepaskan cubitan kulit dan cabut jarum dengan lembut namun cepat. Jika muncul sedikit tetesan darah, berikan tekanan lembut pada area bekas suntikan menggunakan kapas bersih selama 10–15 detik (hindari menggosok area tersebut).
7. Rotasi lokasi penyuntikan
Tips aman lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF selanjutnya, ganti-ganti titik penyuntikan setiap harinya untuk mencegah iritasi, rasa nyeri berlebih, atau penumpukan jaringan parut pada area kulit tertentu.
8. Buang limbah medis dengan aman
Buang alat suntik dan jarum bekas ke dalam wadah khusus berdinding keras (seperti toples kaca tebal atau wadah sharps container). Bunda juga dapat mengumpulkan jarum bekas dalam wadah aman dan menyerahkannya kembali ke pihak klinik IVF pada akhir siklus pengobatan untuk dimusnahkan sesuai standar medis.
Begitulah tips aman lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF yang bisa Bunda coba. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Kehamilan
Berapa Batas Usia Wanita Bisa Menjalani Program Bayi Tabung?
Kehamilan
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Kehamilan
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
Kehamilan
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Suntik Penyubur Kandungan dengan hCG: Cara Kerja, Waktu Terbaik agar Cepat Hamil & Efek Sampingnya
Marissa Anita Akui Tak Tertarik IVF, Ingin Menikmati Proses Dapatkan Kehamilan secara Alami
Mengulik Cara Kerja Bayi Tabung dan Prosedurnya