Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Ayah Jual Koleksi Lego Seharga Lebih dari Rp200 Juta Demi Biayai IVF Bersama Istri

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 13 Sep 2026 11:10 WIB

Tambov, Russian Federation - February 20, 2015 Lego Bricks in child's hands with Lego Duplo blocks and toys background. Studio shot.
Kisah Ayah Jual Koleksi Lego Seharga Lebih dari Rp200 Juta Demi Biayai IVF Bersama Istri/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Perjuangan mendapatkan momongan tak selalu mudah bagi setiap pasangan. Ada yang harus melewati proses panjang, mencoba berbagai cara, hingga menyiapkan biaya yang tidak sedikit untuk menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Hal ini pula yang dialami pasangan asal Inggris, James dan Jessica Smith. Demi mendapatkan kesempatan memiliki anak kedua, James rela menjual sebagian besar koleksi LEGO yang sudah dikumpulkannya selama lebih dari 20 tahun.

Koleksi kesayangannya tersebut diperkirakan bernilai lebih dari £10 ribu atau sekitar Rp200 juta. James memilih melepas koleksi itu untuk membantu membiayai perawatan kesuburan yang masih harus mereka jalani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perjuangan mendapatkan anak pertama

James, 40 tahun, dan Jessica, 39 tahun, sudah berusaha mendapatkan momongan selama sekitar satu setengah tahun sebelum akhirnya mengetahui bahwa mereka mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.

"Kami kesulitan untuk hamil selama sekitar satu setengah tahun. Itu adalah infertilitas yang tidak dapat dijelaskan dan mereka tidak pernah menemukan jawabannya," ujar James dikutip dari People.

Pasangan ini kemudian menjalani IVF melalui layanan kesehatan publik Inggris atau National Health Service (NHS). Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika mereka menyambut kelahiran putra pertama pada Oktober 2024.

Namun, setelah memiliki seorang anak, perjalanan mereka untuk menambah momongan ternyata belum selesai.

Ingin memberikan adik untuk sang putra

Sekitar setahun setelah kelahiran anak pertama, James dan Jessica kembali menjalani perawatan kesuburan. Mereka memulai perawatan pada Oktober 2025 dengan harapan dapat memberikan adik untuk putra mereka.

Sayangnya, perjalanan tersebut kembali diwarnai dengan kesedihan. Jessica sempat mengalami chemical pregnancy setelah menjalani transfer embrio. Pada percobaan berikutnya, kehamilan tersebut berakhir dengan keguguran.

Saat ini, pasangan tersebut masih memiliki satu blastokista yang tersisa dan berharap dapat melakukan transfer embrio kembali ketika waktunya tepat.

Biaya IVF membuat keluarga harus berhemat

Berbeda dengan IVF pertama yang mereka dapatkan melalui NHS, perawatan kesuburan berikutnya harus mereka tanggung sendiri.

Perawatan tersebut diperkirakan membutuhkan biaya lebih dari US$12 ribu atau sekitar Rp190 juta. James dan Jessica juga masih memiliki sekitar £9 ribu atau US$12 ribu pembayaran yang harus diselesaikan. Mereka bahkan mengeluarkan sekitar US$1.400 atau lebih dari Rp20 juta setiap bulan untuk membayar perawatan tersebut.

Biaya itu mencakup rangkaian prosedur IVF, mulai dari suntikan hormon dan stimulasi, pemantauan melalui USG, pengambilan sel telur, fertilisasi, perkembangan embrio hingga tahap blastokista, serta transfer embrio apabila tersedia.

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga kecil ini.

Ayah rela jual koleksi LEGO 20 tahun

James kemudian mengambil keputusan besar. Ia memutuskan menjual sekitar 90 persen koleksi LEGO miliknya untuk membantu melunasi biaya perawatan kesuburan. Koleksi tersebut bukan sekadar mainan biasa. James telah mengumpulkannya selama lebih dari 20 tahun dan memiliki sekitar 35 set LEGO.

Beberapa koleksinya bahkan merupakan set langka, termasuk Star Wars Millennium Falcon, Imperial Star Destroyer, USS Enterprise, koleksi Marvel, hingga sebuah kokpit fiksi ilmiah berukuran hampir seperti aslinya dan dapat digunakan secara interaktif.

Koleksi tersebut secara keseluruhan diperkirakan bernilai lebih dari £10 ribu atau sekitar Rp200 juta.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah kokpit berukuran besar yang diharapkan dapat terjual sekitar £1.000 atau lebih dari Rp20 juta. Koleksi LEGO James rencananya akan dilelang melalui Vectis Auctions pada 17 September 2026.

Sedih kehilangan koleksi, tetapi bahagia bisa berjuang untuk keluarga

Bagi James, menjual koleksi yang telah dikumpulkannya selama puluhan tahun tentu bukan keputusan yang mudah. Namun, ia melihat ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada koleksi tersebut.

"Aku memang menyukai koleksi LEGO-ku, tetapi aku lebih bahagia melepaskannya dan membangun LEGO bersama putra kami, dan semoga suatu hari nanti dengan anak kedua kami," kata James.

Saat ini, James dan Jessica berharap hasil penjualan koleksi tersebut dapat membantu mereka melunasi biaya perawatan yang masih berjalan.

Mereka sebelumnya membayar sekitar £1.000 atau lebih dari Rp20 juta setiap bulan. Dengan menjual koleksi LEGO, pasangan ini berharap bisa membayar biaya tersebut sekaligus sehingga beban finansial mereka menjadi lebih ringan.

Perjuangan IVF tak hanya soal prosedur medis

Kisah James dan Jessica juga menunjukkan bahwa perjalanan IVF dapat menjadi proses yang panjang, baik secara fisik, emosional maupun finansial.

Dikutip dari American Society for Reproductive Medicine, infertilitas merupakan kondisi yang dapat memberikan dampak psikologis dan emosional bagi pasangan yang mengalaminya. Karena itu, dukungan dari pasangan, keluarga, maupun tenaga profesional menjadi bagian penting selama menjalani perawatan kesuburan.

Pada pasangan ini, perjalanan tersebut bahkan melibatkan kehilangan kehamilan setelah transfer embrio. Meski demikian, mereka masih memiliki satu blastokista dan memilih terus berusaha.

Bagi James, kehilangan koleksi LEGO yang telah menemaninya selama puluhan tahun terasa berat. Namun, ia berharap suatu hari nanti dapat kembali mengoleksi dan membangun LEGO bersama anak-anaknya. Sementara itu, Jessica mengaku bersyukur atas pengorbanan sang suami.

"Aku berterima kasih kepada suamiku karena rela melepaskan koleksinya," ujar Jessica. 

Ia berharap pengorbanan tersebut dapat membantu mereka mewujudkan keinginan untuk memperbesar keluarga.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program bayi tabung, perjalanan menuju kehamilan memang bisa penuh dengan harapan sekaligus ketidakpastian. Kisah James dan Jessica menjadi pengingat bahwa di balik setiap proses IVF, ada perjuangan, keputusan besar, dan harapan sebuah keluarga untuk bertemu dengan buah hati yang mereka nantikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda