kehamilan
Letak Kista saat Hamil dan Ciri-cirinya yang Perlu Diketahui
HaiBunda
Minggu, 13 Sep 2026 16:05 WIB
Daftar Isi
Mengetahui ada kista saat hamil tentu bisa membuat Bunda khawatir. Apalagi, kista sering kali dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya dan bisa mengganggu kehamilan.
Padahal, tidak semua kista saat hamil berbahaya. Sebagian besar massa atau kista di area ovarium yang ditemukan selama kehamilan bersifat jinak. Bahkan, beberapa jenis kista dapat mengecil atau menghilang dengan sendirinya tanpa membutuhkan operasi.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa massa adneksa ditemukan pada sekitar 1–6 persen kehamilan. Sebagian besar ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan USG. Lantas, di mana letak kista saat hamil dan seperti apa ciri-cirinya? Yuk, Bunda simak penjelasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu kista saat hamil?
Kista adalah kantung yang dapat berisi cairan, darah, atau material lain dan bisa terbentuk di berbagai bagian tubuh. Saat hamil, istilah kista biasanya merujuk pada kista ovarium, yaitu kantung yang terbentuk pada atau di sekitar ovarium.
Ovarium sendiri merupakan organ reproduksi yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim. Pada awal kehamilan, ovarium masih memiliki peran penting dalam menghasilkan hormon, terutama progesteron. Salah satu kista yang cukup umum ditemukan pada kehamilan adalah kista korpus luteum.
Korpus luteum terbentuk setelah ovulasi dan menghasilkan progesteron untuk membantu mempertahankan lapisan rahim pada awal kehamilan. Menurut tinjauan ilmiah, kista korpus luteum menyumbang sekitar 13–17 persen dari massa kistik adneksa pada kehamilan. Kista ini umumnya dapat mengecil ketika fungsi produksi hormon mulai diambil alih oleh plasenta.
Letak kista saat hamil ada di mana?
Kalau Bunda penasaran mengenai letak kista saat hamil, lokasi yang paling sering adalah ovarium. Kista dapat muncul pada ovarium kanan maupun kiri. Namun, kista juga dapat ditemukan pada area yang disebut adneksa, yaitu wilayah di sekitar rahim yang mencakup ovarium, saluran telur, serta jaringan dan pembuluh darah di sekitarnya.
Karena posisi ovarium berada di dalam panggul, Bunda tidak dapat menentukan lokasi kista hanya berdasarkan rasa sakit yang dirasakan. Misalnya, nyeri di perut bagian kanan tidak otomatis berarti kista berada di ovarium kanan. Begitu juga sebaliknya.
Untuk mengetahui lokasi dan karakteristik kista, dokter biasanya menggunakan USG. Pemeriksaan ini menjadi pemeriksaan utama karena relatif aman untuk kehamilan dan dapat membantu melihat ukuran, bentuk, serta karakteristik massa.Â
Penelitian juga menunjukkan bahwa semakin berkembangnya teknologi USG membuat massa adneksa lebih sering ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan kehamilan rutin.Â
Penyebab kista saat hamil
Kista saat hamil dapat muncul karena berbagai faktor. Salah satunya adalah perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Kista fungsional merupakan salah satu jenis yang dapat ditemukan. Kista ini berkaitan dengan proses normal ovarium dan umumnya bersifat sementara.
Selain kista korpus luteum, beberapa jenis massa yang dapat ditemukan selama kehamilan antara lain:
- Kista folikel
- Kista hemoragik atau kista yang mengalami perdarahan
- Endometrioma
- Kista dermoid
- Kistadenoma
- Massa ovarium lainnya
Dalam sebuah tinjauan ilmiah, sebagian besar massa adneksa yang ditemukan selama kehamilan merupakan massa jinak. Kista fungsional juga dapat mengalami regresi secara spontan. Menariknya, penelitian menunjukkan ukuran kista juga dapat memengaruhi kemungkinan kista menghilang sendiri.
Sebuah review melaporkan bahwa lebih dari 64 persen kista sederhana berukuran kurang dari 6 cm dapat mengalami resolusi spontan dalam waktu kurang dari 16 minggu. Artinya, ketika dokter menemukan kista saat USG, Bunda belum tentu langsung membutuhkan tindakan operasi.
Ciri-ciri kista saat hamil
Kista saat hamil sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Bunda mungkin baru mengetahuinya ketika melakukan pemeriksaan USG rutin. Penelitian mengenai massa adneksa selama kehamilan juga menunjukkan bahwa sebagian besar kasus ditemukan secara tidak sengaja.Â
Namun, kista yang berukuran besar atau mengalami komplikasi dapat menyebabkan beberapa keluhan, seperti:
- Nyeri di bagian bawah perut atau panggul.
- Nyeri yang terasa lebih dominan pada salah satu sisi.
- Perut terasa penuh atau tertekan.
- Perut terasa kembung.
- Nyeri perut yang muncul tiba-tiba dan berat.
- Mual dan muntah, terutama jika disertai nyeri hebat.
Nyeri yang muncul tiba-tiba dan cukup berat perlu mendapatkan perhatian karena salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah torsi ovarium, yaitu kondisi ketika ovarium berputar sehingga aliran darah ke ovarium dapat terganggu.
Kista juga dapat mengalami pecah atau perdarahan. Selain itu, massa berukuran besar dapat menekan struktur di sekitarnya atau dalam kondisi tertentu mengganggu proses persalinan.Â
Namun, Bunda perlu ingat bahwa tidak semua nyeri perut saat hamil disebabkan oleh kista. Ada banyak penyebab lain sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Apakah kista saat hamil berbahaya?
Jawabannya tergantung pada jenis, ukuran, karakteristik, lokasi, dan gejala yang ditimbulkan. Kista sederhana yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala sering kali dapat dipantau tanpa operasi.
Salah satu review menyebutkan bahwa sebagian besar massa non-neoplastik, terutama yang berukuran kurang dari 5 cm, dapat mengalami resolusi spontan tanpa tindakan pembedahan. Meski begitu, bukan berarti semua kista dapat dibiarkan begitu saja.
Dokter biasanya akan lebih waspada jika kista:
- Terus membesar.
- Bertahan setelah periode pemantauan.
- Memiliki bentuk atau karakteristik yang mencurigakan pada USG.
- Menimbulkan nyeri.Mengalami torsi.
- Pecah atau mengalami perdarahan.
- Menimbulkan kecurigaan keganasan.
Kabar baiknya, keganasan pada massa adneksa saat hamil tergolong jarang. Sebuah review yang membandingkan massa sederhana dan kompleks menemukan bahwa sekitar 1 persen massa sederhana dan 9 persen massa kompleks bersifat ganas.Â
Jadi, menemukan kista saat hamil tidak berarti Bunda terkena kanker. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk melihat karakteristik kista dan menentukan penanganan yang tepat.
Bagaimana cara mengatasi kista saat hamil?
Tidak semua kista membutuhkan pengobatan khusus. Jika kista berukuran kecil, terlihat sederhana pada USG, tidak bertambah besar, dan Bunda tidak mengalami keluhan, dokter dapat memilih observasi atau pemantauan berkala.
Dikutip dari British Society for Gynaecological Endoscopy dan Royal College of Obstetricians and Gynaecologists menyatakan bahwa perempuan hamil dengan kista sederhana yang tidak bergejala dapat ditangani secara konservatif dengan pemantauan.Â
Sementara itu, operasi dapat dipertimbangkan apabila ditemukan kondisi seperti kista yang menetap dan membesar, dugaan keganasan, torsi, pecah, atau perdarahan. Â Jika operasi memang diperlukan, dokter dapat mempertimbangkan laparoskopi atau operasi terbuka, tergantung kondisi masing-masing pasien.
Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap penelitian mengenai operasi massa adneksa pada kehamilan menemukan bahwa laparoskopi tidak menunjukkan peningkatan risiko keguguran spontan maupun persalinan prematur dibandingkan laparotomi. Selain itu, pasien yang menjalani laparoskopi memiliki rata-rata lama rawat inap lebih pendek, yaitu sekitar 2,5 hari dibandingkan 5,3 hari pada laparotomi.Â
Meta-analysis lain yang melibatkan 985 pasien juga menemukan bahwa laparoskopi berkaitan dengan lama rawat inap yang lebih pendek dan kehilangan darah yang lebih sedikit, sementara tidak ditemukan perbedaan bermakna pada risiko kehilangan kehamilan. Namun, peneliti menekankan bahwa kualitas bukti yang tersedia masih terbatas karena banyak penelitian bersifat retrospektif.Â
Jadi, bila Bunda membutuhkan operasi, keputusan tersebut tidak berarti kehamilan pasti bermasalah. Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risikonya bagi Bunda serta janin.
Kapan harus ke dokter?
Segera periksakan diri jika Bunda mengalami nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan sangat hebat, terutama jika disertai mual atau muntah. Bunda juga perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila nyeri disertai:
- Perdarahan dari vagina
- Pusing berat atau merasa akan pingsan
- Demam
- Lemah secara tiba-tiba
- Nyeri yang semakin memburuk
Keluhan tersebut tidak selalu berarti kista mengalami komplikasi, tetapi perlu segera diperiksa untuk menyingkirkan kondisi seperti torsi ovarium, pecahnya kista, perdarahan, maupun penyebab kegawatdaruratan lainnya.Â
Sementara jika kista ditemukan saat USG tetapi Bunda tidak memiliki keluhan, tidak perlu langsung panik. Banyak kista yang ditemukan selama kehamilan bersifat jinak dan dapat menghilang dengan sendirinya.
Yang paling penting adalah mengikuti jadwal kontrol dan USG yang diberikan dokter agar ukuran serta karakteristik kista dapat dipantau.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ciri-ciri Kista di Rahim yang Perlu Diketahui
Kehamilan
Kista saat Hamil, Seberapa Berbahaya bagi Janin?
Kehamilan
Bunda, Kenali Ciri-Ciri Kista dan Segera Tangani dengan Tepat
Kehamilan
Bunda, Kenali Gejala Kista Ovarium agar Tak Terlambat Menanganinya
Kehamilan
Audi Marissa Alami Kista Ovarium di Kehamilan Pertama, Kenali Gejalanya
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sering Alami Haid Menyakitkan hingga Pingsan, Perempuan Ini Kini Berjuang Lawan Kanker Ovarium Stadium 4
Kapan Sebaiknya Program Hamil setelah Operasi Kista? Cek Faktanya
Sakit Perut saat Hamil Dikira Cuma Masuk Angin, Ternyata Tanda Kondisi Langka dan Berbahaya