Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki yang Sering Dipercaya, Benarkah Akurat? Ini Mitos & Faktanya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 05 Sep 2026 18:30 WIB

Pregnant woman with pacifier at home, closeup
Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki yang Sering Dipercaya, Benarkah Akurat? Ini Mitos & Faktanya/Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Daftar Isi
Jakarta -

Di luaran banyak tersebar mitos kalau hamil anak laki-laki bisa terlihat dari bentuk perutnya dan keseharian ibu hamil. Simak yuk, ciri-ciri hamil anak laki-laki yang sering dipercaya, benarkah akurat? Ini mitos & faktanya.

Meskipun banyak asumsi hingga mitos yang seliweran di luar sana tentang prediksi kehamilan anak laki-laki, namun memang tidak ada ilmu yang kuat di baliknya. Sebagian besar petunjuk gender selama kehamilan hanyalah tebakan dengan peluang 50:50.

Beberapa studi kecil juga menunjukkan bahwa hal-hal seperti mual pagi yang parah, keinginan makan makan, atau bahkan bentuk perut Bunda saat mengandung mungkin sedikit hal terkait dengan jenis kelamin bayi Bunda, tetapi tidak ada yang pasti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jadi, jika Bunda ingin memiliki jawaban yang benar-benar akurat tentang jenis kelamin bayi, pilihan terbaik ialah melakukan tes genetik atau menunggu hasil USG atau bersabar menunggu kelahiran Si Kecil mendatang.

Adakah perbedaan ciri-ciri hamil anak laki-laki dan perempuan?

Kehamilan setiap anak mungkin memiliki perbedaan masing-masing dan tantangannya tersendiri. Tetapi, benarkah kalau kehamilan anak laki-laki dan perempuan terasa berbeda?

Sebenarnya tidak benar-benar berbeda ya, Bunda. Beberapa studi menunjukkan bahwa gejala tertentu terkait dengan peningkatan kemungkinan satu jenis kelamin dibandingkan yang lain. Namun penelitian lain menunjukkan hasil yang beragam.

"Studi-studi ini umumnya kecil dan menunjukkan asosiasi, bukan sebab-akibat yang sebenarnya," kata Tarun Jain, M.D., direktur medis di Kesuburan dan Kedokteran Reproduksi Barat Laut Membuka jendela baru di Oak Brook, Illinois, seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Jadi, meskipun tidak perlu menganggap serius temuan tersebut, tetapi prediksi yang ada terkait jenis kelamin kehamilan tak ada salahnya dianggap sebagai fase senang-senang semata. Kalaupun kurang akurat, anggap saja memang belum rezeki.

Terkait dengan perbedaan kehamilan yang mungkin ada, berikut ini beberapa perbedaan kehamilan pada anak laki-laki dan perempuan:

1. Hasil USG awal

Beberapa orang percaya bahwa prediksi jenis kelamin bayi dapat diketahui dengan tanda-tanda tertentu pada USG awal, terkadang sejak usia 12 minggu. Misalnya saja, menurut teori Ramzi yang dibuat oleh Dr. Saad Ramzi Ismail, penempatan plasenta di rahim dapat memprediksi jenis kelamin bayi. Jika plasenta terbentuk di sisi kanan, Bunda sedang melahirkan anak laki-laki, dan jika itu berkembang di sisi kiri, Bunda sedang memiliki anak perempuan.

2. Detak jantung

Beberapa orang percaya bahwa jenis kelamin bayi dapat ditentukan oleh detak jantungnya. Secara spesifik, detak jantung janin di bawah 140 detak per menit menunjukkan anak laki-laki, sedangkan laju di atas 140 menunjukkan perempuan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak akurat.

3. Perut bayi

Banyak orang berpikir bahwa bentuk perut Bunda selama kehamilan dapat memprediksi apakah Bunda akan memiliki anak laki-laki atau perempuan. Benjolan rendah konon berarti itu laki-laki, sedangkan benjolan tinggi berarti perempuan. Namun, hal ini tidak benar, dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung teori ini.

4. Ukuran payudara

Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa ukuran payudara Bunda mungkin menunjukkan apakah Bunda akan memiliki anak laki-laki atau perempuan. Payudara Bunda tumbuh dan berubah banyak selama kehamilan, tetapi tenaga kesehatan tidak mengakui ini sebagai cara untuk menentukan jenis kelamin bayi 

5. Warna puting

Berbicara tentang payudara, sebuah kisah lama mengatakan bahwa puting yang lebih gelap adalah salah satu dari banyak tanda Bunda sedang hamil seorang anak laki-laki. Sebenarnya, puting menjadi gelap terjadi yakni akibat hormon kehamilan, terlepas dari apakah Bunda memiliki anak laki-laki atau perempuan.

6. Warna urine

Sebenarnya, tidak ada korelasi antara warna urine dan jenis kelamin bayi. Sebab warna, bau, dan volume urine dapat berubah sepanjang hari karena berbagai faktor, seperti apa yang Bunda makan dan minum, jika Bunda terkena infeksi, serta vitamin atau obat yang sedang Bunda konsumsi seperti dikutip dari laman Flohealth.

6 Ciri-ciri hamil anak laki-laki

Ada beberapa ciri-ciri hamil anak laki-laki yang mungkin bisa menjadi tanda yang Bunda yakini. Berikut ini diantaranya ya, Bunda:

1. Makan diet tinggi kalori saat konsepsi

Sebuah studi menemukan bahwa makan diet tinggi kalori saat hamil dan sarapan secara teratur dapat sedikit meningkatkan kemungkinan Bunda memiliki anak laki-laki. Para peneliti menemukan bahwa 56 persen perempuan dengan asupan kalori tertinggi sekitar waktu pembuahan memiliki anak laki-laki, dibandingkan dengan 45 persen di antara perempuan dengan asupan kalori terendah.

2. Bunda lebih banyak makan selama kehamilan

Diet calon ibu dan menemukan bahwa perempuan yang hamil anak laki-laki mengonsumsi sekira 10 persen lebih banyak kalori dibandingkan mereka yang hamil anak perempuan. Peneliti menduga testosteron yang disekresikan janin pria bisa mengirimkan sinyal kepada ibu mereka untuk makan lebih banyak. Dan itu bisa menjelaskan mengapa bayi laki-laki cenderung lebih besar saat lahir dibandingkan bayi perempuan.

3. Ibu hamil jadi tidak suka dengan makanan favorit sebelumnya

Para peneliti mengatakan bahwa semakin besar rasa jijik terhadap makanan yang dirasakan perempuan hamil, semakin besar kemungkinan dia hamil anak laki-laki. Alasannya, keengganan  terkait dengan cara sistem kekebalan tubuh perempuan berfungsi saat ia berusaha melindungi janin yang sedang tumbuh. Rasa mual, menurut para peneliti, dirancang untuk melindungi janin laki-laki yang sangat rentan dengan membuat ibu hamil menghindari zat yang berpotensi berbahaya.

4. Bumil berpotensi mengembangkan risiko diabetes gestasional

Beberapa penelitian menemukan bahwa ibu yang sedang hamil anak laki-laki lebih mungkin mengembangkan risiko diabetes gestasional. Kondisi kehamilan ini ditandai dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal  dibandingkan ibu hamil yang sedang hamil anak perempuan.

5. Lebih sering mendengkur

Satu studi ditemukan bahwa ibu hamil yang mengandung anak laki-laki, 1.5 kali lebih mungkin mengalami gangguan pernapasan tidur termasuk mendengkur dan sleep apnea dibandingkan mereka yang sedang hamil anak perempuan.

6. Sedang mengandung bayi ketiga

Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang sedang hamil ketiga memiliki kemungkinan 20 persen lebih besar untuk melahirkan anak laki-laki dibandingkan ibu yang sedang hamil pertama, meskipun alasannya tidak sepenuhnya jelas.

Mitos dan fakta seputar ciri-ciri hamil anak laki-laki

Prediksi kehamilan termasuk hamil anak laki-laki juga membawa beberapa mitos dan fakta dari waktu ke waktu. Berikut ini beberapa diantaranya ya, Bunda:

1. Bentuk perut yang rendah artinya mengandung anak laki-laki, sementara perut yang terlihat tinggi berarti anak perempuan. Pada kenyataannya, penampilan ibu hamil sangat bervariasi, tergantung pada tipe tubuh dan tahap kehamilannya. Tidak mungkin menentukan jenis kelamin bayi dari penampilan perut ibu.
2. Janin laki-laki akan menyebabkan rambut di kaki ibu tumbuh lebih cepat, sedangkan janin perempuan tidak. Sebenarnya, janin tidak menghasilkan cukup hormon untuk memengaruhi pertumbuhan rambut ibu dengan cara ini.
3. Urine berwarna kusam berarti seorang perempuan mengandung seorang anak perempuan. Urine berwarna cerah berarti itu laki-laki. Padahal, jenis kelamin bayi sama sekali tidak memengaruhi warna urine. Warna urine bergantung pada tingkat hidrasi ibu dan kadang-kadang pada konsumsi makanan tertentu.
4. Janin anak laki-laki memiliki detak jantung yang lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Padahal, detak antung janin bervariasi sesuai usia dan tingkat gerakannya.
5. Mengidam makanan asam atau makanan asin berarti mengandung anak laki-laki sementara mengidam makanan manis mengandung anak perempuan. Kenyataannya, ibu hamil mungkin menginginkan jenis makanan apa pun, dan tidak ada bukti yang mengaitkan keinginan tertentu dengan jenis kelamin bayi seperti dikutip dari laman Medicinenet.

Adakah firasat dan ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut Islam?

Sebenarnya, tidak ada satu pun dalil shahih dalam Al Qur'an maupun hadits yang menyebutkan ciri-ciri perempuan yang mengandung anak laki-laki seperti bentuk perut, jenis ngidam, dan perubahan wajah ibu hamil. 

Semua hal tersebut sedianya termasuk ke dalam kepercayaan budaya dan bukan dalam ranah ajaran Islam. Rasulullah salallahu alaihiwasallam juga mengajarkan untuk tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan.

Meski belum ada penjelasan akurat mengenai firasat dan ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut Islam, jenis kelamin bayi sebenarnya dapat diketahui melalui metode medis yang lebih akurat. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan oleh tenaga kesehatan menggunakan teknologi tertentu. Bunda pun dapat menempuh cara tersebut untuk membantu mengetahui prediksi kelamin bayi yang sedang dikandung.

Bisakah detak jantung memprediksi jenis kelamin anak laki-laki atau perempuan?

Detak jantung yang lebih rendah banyak dipercayai bahwa anak yang sedang dikandung yakni anak laki-laki. Faktanya, penelitian yang dipublikasikan dalam Fetal Diagnosis and Therapy menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara detak jantung janin laki-laki dan perempuan pada trimester awal kehamilan.

Dalam bahasan di American Journal of Obstetrics and Gynecology juga menegaskan bahwa detak jantung janin memang digunakan untuk memantau kesehatan janin tetapi bukan untuk menentukan jenis kelamin.

Mengutip dari laman Healthline, banyak yang mempercayai bahwa jika detak jantung bayi lebih dari 140 bpm, ibu hamil sedang mengandung bayi perempuan dan jika berada di bawah 140 bpm, kehamilannya mengandung anak laki-laki.

Padahal faktanya, penelitian tentang topik tersebut mengatakan kalau detak jantung bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk mengetahui jenis kelamin anak. Jantung bayi kemungkinan akan mulai berdetak sekitar minggu ke-6 kehamilan. Bahkan, Bunda bisa melihat dan mengukur kilatan cahaya ini pada USG. Detak per menit dimulai dari 90 hingga 110 bpm yang lambat dan meningkat setiap hari.

Cara menentukan jenis kelamin bayi secara medis yang akurat

Guna menentukan jenis kelamin bayi, memang ada beberapa cara dari sisi medis yang bisa ditempuh. Hasilnya tentu jauh lebih akurat ketimbang hanya memprediksi dari tanda-tanda yang dipercayai secara awam. Berikut ini beberapa metodenya ya, Bunda:

1. Ultrasonografi (USG)

Pemindaian ultrasonografi (USG) menjadi salah satu cara populer di dunia medis dalam membantu menentukan jenis kelamin. Penentuan jenis kelamin berbasis USG memang dapat diandalkan tetapi akurasi sepenuhnya bergantung pada apakah alat kelamin bayi terlihat jelas pada hari pemindaian. Jika bayi tidak diposisikan secara kooperatif, hasil pasti mungkin tidak tercapai saat pemindaian dilakukan.

2. Tes Non-Invasif Prenatal Testing (NIPT)

Skrining NIPT merupakan tes darah. Tim medis akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan dan hanya membutuhkan beberapa menit. NIPT mencari perubahan dalam DNA janin dan memeriksa fragmen DNA untuk mencari potensi masalah. Butuh sekira 10 minggu agar cukup DNA janin beredar dalam darah. Itulah sebabnya skrining ini baru ditawarkan pada 10 minggu kehamilan. 

Dalam kaitannya dengan prediksi jenis kelamin janin, tes NIPT juga dapat mengetahuinya. Mengingat tes ini menyaring kondisi kromosom seks, NIPT juga dapat mengetahui apakah ada kromosom XX atau XY. Hasilnya sangat akurat, tapi tidak 100 persen akurat seperti dikutip dari laman Clevelandclinic.

3. Tes Invasif (CVS dan Amniosentesis)

Jenis kelamin bayi juga dapat diketahui melalui tes yang lebih invasif seperti CVS dan amniosentesis, yang mengambil sampel materi genetik bayi secara langsung. Dokter menggunakan tes ini untuk mendeteksi potensi kelainan kromosom (seperti sindrom Down) dan masalah genetik (seperti fibrosis kistik).

Sering kali setelah hasil awal dari NIPT atau skrining multiple marker menunjukkan perlunya pemeriksaan yang lebih akurat. Karena terdapat risiko keguguran yang sangat kecil pada prosedur CVS dan amniosentesis, tes ini tidak disarankan jika tidak benar-benar diperlukan seperti dikutip dari laman The Bump.

Mitos seputar cara menentukan jenis kelamin bayi

Dari riwayat nenek moyang, mitos seputar cara menentukan jenis kelamin bayi sudah beredar. Banyak kisah-kisah berseliweran yang seringnya tidak didasarkan pada fakta. Sebaliknya, hal tersebut hanyalah mitos dan untuk bersenang-senang semata. Berikut ini beberapa diantaranya, Bun:

1. Mual pagi

Bunda mungkin pernah mendengar bahwa tingkat keparahan mual pagi hari adalah petunjuk tentang jenis kelamin bayi. Pada perempuan, pemikirannya ialah kadar hormon lebih tinggi. Karenanya, Bunda akan lebih sering mual di pagi hari. Dengan kehamilan anak laki-laki, seharusnya cukup lancar dan intensitasnya tidak lebih sering seperti kehamilan anak perempuan.

2. Kondisi kulit

Beberapa orang percaya bahwa bayi perempuan akan mencuri kecantikan ibunya. Di sisi lain, hamil anak laki-laki justru memunculkan banyak jerawat. Kisah serupa muncul pada pertumbuhan rambut. Dengan anak laki-laki, rambut akan lebih panjang dan lebih berkilau. Dengan perempuan, rambutnya akan lemas dan kusam. 

Sebenarnya, tidak ada kebenaran dari dua hal tersebut. Sebab, hormon akan memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Dan, mencuci wajah secara rutin dapat membantu mengurangi jerawat.

3. Rasa ingin makan

Ketika mengandung anak laki-laki katanya Bunda akan mengidam makanan asin dan gurih sementara pada perempuan mengidam makanan manis seperti permen dan cokelat. Faktanya, belum ada studi konklusif yang dilakukan tentang keinginan makan sebagai prediktor yang akurat tentang gender anak yang akan dilahirkan. Keinginan makan itu mungkin lebih berkaitan dengan kebutuhan nutrisi Bunda yang berubah-ubah selama kehamilan.

4. Detak jantung

Jika detak per menit di bawah 140, bayi diprediksi lahir laki-laki dan jika lebih dari 140 katanya perempuan. Meskipun yang ini terdengar lebih ilmiah, tidak ada kebenaran keras di baliknya. Kedua jenis kelamin dapat memiliki detak jantung yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Kapan bisa mulai mengetahui jenis kelamin bayi?

Meskipun terkadang ada mitos lama yang terbukti benar (misalnya, ibu yang mengandung bayi perempuan mungkin lebih rentan mengalami mual hebat selama kehamilan), sebagian besar mitos tersebut tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali. Bahkan para ibu yang merasa yakin mengetahui jenis kelamin bayinya berdasarkan intuisi pun sering kali keliru.

Nah, bagi Bunda yang ingin buru-buru mengetahui jenis kelamin bayi, memanfaatkan tes medis bisa menjadi solusinya. Salah satunya dengan pemindaian USG yang menjadi cara paling umum untuk mengetahui jenis kelamin bayi, biasanya dilakukan antara usia kehamilan 18 hingga 22 minggu, meskipun terkadang posisi bayi tidak memungkinkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas seperti dikutip dari laman Baby Center.

Jika ingin tahu lebih awal, tes NIPT dapat mendeteksi jenis kelamin bayi sejak usia kehamilan 10 minggu melalui tes darah sederhana. bisa menjadi pilihan. Terkait hal ini, Bunda dapat mengonsultasikan dengan dokter mengenai pilihan terbaik yang bisa ditempuh guna mengetahui lebih lanjut jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan Bunda.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda