kehamilan
Kasus Hipertensi Gestasional Meningkat di AS, Apa Penyebabnya?
HaiBunda
Rabu, 02 Sep 2026 11:05 WIB
Daftar Isi
Tekanan darah tinggi adalah kondisi umum yang terjadi selama kehamilan, Bunda. Salah satu bentuknya adalah hipertensi gestasional atau hipertensi yang terjadi selama masa kehamilan.
Kondisi ini dapat dialami seorang perempuan yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Perlu diketahui, hipertensi gestasional yang tidak ditangani dengan tepat dapat memicu komplikasi, seperti preeklamsia hingga kelahiran prematur.
Kasus hipertensi gestasional menjadi sorotan di Amerika Serikat (AS). Baru-baru ini, National Center for Health Statistics AS melaporkan peningkatan kasus hipertensi gestasional. Dilansir CNN, tingkat hipertensi gestasional meningkat 73 persen antara tahun 2016 dan 2024, dan lebih dari 1 dari 10 perempuan yang melahirkan pada tahun 2024 mengalaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2024, angka meningkat menjadi 10,4 persen. Jumlah kasus meningkat dari hampir 236.000 per tahun menjadi lebih dari 377.000.
"Peningkatan tersebut terjadi secara luas. Angka kejadian meningkat di setiap kelompok usia dan setiap kelompok ras dan etnis yang diteliti," kata pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen.
"Angka kejadian juga meningkat di 50 negara bagian dan Distrik Columbia, meskipun perbedaan geografis yang signifikan tetap ada," sambungnya.
Menurut laporan, perempuan berusia 40 tahun ke atas memiliki tingkat hipertensi gestasional tertinggi di antara kelompok usia yang diteliti. Terdapat juga hubungan yang kuat dengan berat badan sebelum kehamilan, Bunda.
"Tingkat kejadian pada mereka yang mengalami obesitas sebelum kehamilan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal," ungkap Wen.
"Sementara yang mengandung bayi kembar atau lebih sekaligus juga memiliki tingkat kejadian yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang mengandung satu bayi."
Angka kejadian bervariasi menurut ras dan etnis. Perempuan Indian Amerika dan penduduk asli Alaska memiliki angka tertinggi, yaitu 13,2 persen, diikuti oleh perempuan kulit hitam sebesar 12,3 persen. Angka-angka ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan akses terhadap layanan kesehatan.
Apa itu hipertensi gestasional?
Hipertensi gestasional merujuk pada tekanan darah tinggi yang berkembang selama kehamilan pada perempuan yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Secara klinis, kondisi ini didiagnosis setelah 20 minggu kehamilan ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi pada pengukuran berulang.
Wen menjelaskan, bentuk tekanan darah tinggi ini adalah salah satu dari beberapa gangguan hipertensi pada kehamilan. Hipertensi kronis adalah tekanan darah tinggi yang dimulai sebelum kehamilan atau didiagnosis selama 20 minggu pertama. Sedangkan preeklamsia adalah hipertensi yang berkembang setelah 20 minggu dan disertai dengan gangguan pada organ lain.
Hipertensi selama kehamilan bisa berdampak pada ibu dan bayi di dalam kandungan. Bagi bayi, gangguan hipertensi dikaitkan dengan masalah pertumbuhan, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan kematian janin dalam kandungan.
"Tekanan darah tinggi selama kehamilan juga dapat memengaruhi aliran darah ke plasenta. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi serius termasuk abrupsio plasenta, yaitu kondisi di mana plasenta terpisah dari rahim sebelum persalinan," ungkap Wen.
Bagi ibu, hipertensi berat dapat merusak organ dan meningkatkan risiko stroke. Hipertensi gestasional dapat berkembang menjadi preeklamsia, yang dalam kasus parah bisa menyebabkan eklampsia dan mengancam jiwa.
Penyebab hipertensi gestasional meningkat di AS
Ada beberapa kemungkinan penyebab peningkatan kasus hipertensi gestasional di AS. Misalnya, semakin banyak orang hamil di usia yang lebih tua, obesitas menjadi lebih umum di kalangan orang yang berusia produktif, dan ada lebih banyak kelahiran kembar.
Meski begitu, hal tersebut mungkin tidak sepenuhnya menjelaskan peningkatan prevalensi yang besar, terutama karena laporan tersebut menemukan peningkatan substansial di setiap kategori usia dan indeks massa tubuh. Penjelasan lain adalah mungkin ada perubahan dalam diagnosis dan pelaporan atau adanya faktor biologis lain yang mendasari.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa besar peningkatan tersebut mencerminkan perubahan dalam kesehatan ibu hamil dibandingkan dengan perubahan dalam cara kondisi ini diidentifikasi dan dicatat," kata Wen.
Wen juga menekankan tentang pentingnya memperhatikan gejala hipertensi gestasional, Bunda. Menurutnya, gejala-gejala tertentu harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi medis karena dapat menjadi tanda-tanda preeklamsia.
Gejala dan penanganan hipertensi gestasional
Gejala-gejala tersebut meliputi sakit kepala yang parah atau terus-menerus, perubahan penglihatan seperti penglihatan kabur atau melihat bintik-bintik, nyeri di perut bagian atas, pembengkakan yang signifikan pada wajah atau tangan, sesak napas, dan mual atau muntah di akhir kehamilan.
Namun, banyak perempuan dengan tekanan darah tinggi juga tidak akan merasakan gejala apa pun. Tetapi, itu bukan berarti seseorang tidak boleh berasumsi bahwa tekanan darah mereka pasti normal.
"Ibu hamil harus mengetahui tekanan darah mereka yang biasa dan menanyakan hal itu kepada dokter selama kunjungan," ujar Wen.
Perlu dicatat, pengobatan hipertensi gestasional akan tergantung pada seberapa tinggi tekanan darah ibu hamil, apakah ada tanda-tanda preeklamsia, seberapa jauh usia kehamilan, serta bagaimana kondisi bayi di dalam kandungan. Ibu hamil dengan kondisi medis ini akan membutuhkan pemantauan yang lebih sering, termasuk pengukuran tekanan darah di rumah, tes darah dan urine, serta pemantauan tambahan terhadap pertumbuhan janin.
Tekanan darah tinggi yang disertai tanda-tanda kerusakan organ mungkin memerlukan persalinan dini. Dalam beberapa kasus, dokter harus mempertimbangkan risiko melanjutkan kehamilan dibandingkan dengan risiko persalinan dini.
Demikian berita tentang peningkatan kasus hipertensi gestasional di AS, serta kemungkinan penyebabnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Semakin Banyak Ibu Hamil yang Alami Tekanan Darah Tinggi, Apa Penyebabnya?
Kehamilan
Studi Terbaru Ungkap Kebiasaan Merokok saat Hamil Picu Tekanan Darah Tinggi pada Anak
Kehamilan
Hipertensi pada Kehamilan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Serius? Ini Hasil Studi Terbaru
Kehamilan
Berbahayakah Tensi Tinggi saat Hamil? Simak Penjelasan Dokter
Kehamilan
7 Cara Tekan Risiko Darah Tinggi Saat Hamil
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hipertensi pada Kehamilan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Serius? Ini Hasil Studi Terbaru
Studi Terbaru Ungkap Dampak Ibu Hamil Duduk Terlalu Lama, Sebabkan Komplikasi Bun
Semakin Banyak Ibu Hamil yang Alami Tekanan Darah Tinggi, Apa Penyebabnya?