Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Program Bayi Tabung Gagal, Apakah Bisa Dapat Uang Kembali? Simak Ketentuannya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 05 Sep 2026 15:50 WIB

Ilustrasi Suami Istri dan Dokter
Program Bayi Tabung Gagal, Apakah Bisa Dapat Uang Kembali? Simak Ketentuannya/Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Daftar Isi
Jakarta -

Menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) membutuhkan banyak persiapan. Tak hanya persiapan fisik dan emosional, tetapi juga finansial.

Semua orang tahu kalau biaya IVF lumayan mahal, sementara tak ada jaminan program akan berhasil dalam satu kali siklus. Lantas, bagaimana jika program bayi tabung gagal? Apakah biaya yang sudah dibayarkan bisa mendapatkan uang kembali?

Di sejumlah negara, terdapat program yang dikenal sebagai shared risk program, refund program, atau program bayi tabung dengan skema pengembalian dana. Pasien membayar biaya awal yang lebih besar untuk memperoleh beberapa kali kesempatan IVF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jika seluruh rangkaian perawatan belum menghasilkan kehamilan atau kelahiran hidup sesuai ketentuan kontrak, sebagian atau seluruh biaya tertentu dapat dikembalikan.

Namun, skema ini bukan berarti setiap pasien yang menjalani IVF lalu gagal otomatis mendapatkan uang kembali.

Apa itu program shared risk dalam bayi tabung?

Biaya menjadi salah satu hambatan terbesar bagi pasangan yang ingin menjalani IVF. Salah satu penyebabnya adalah biaya prosedur dan obat-obatan yang tidak selalu ditanggung oleh asuransi.

Di Amerika Serikat, misalnya, biaya IVF dapat menjadi beban finansial yang cukup besar untuk pasien. Popularitas teknologi reproduksi berbantu juga terus meningkat, sementara akses terhadap pembiayaan atau perlindungan asuransi belum selalu mengikuti kebutuhan tersebut.

Satu siklus IVF dapat menelan biaya hingga puluhan ribu dolar. Selain itu, tidak semua pasien berhasil mendapatkan kehamilan hingga kelahiran hidup dalam satu kali siklus.

Nah, kondisi tersebut kemudian melahirkan salah satu skema pembiayaan yang disebut program berbagi risiko atau shared risk program.

Program ini memungkinkan pasien membayar biaya di muka untuk beberapa siklus IVF sekaligus. Jika seluruh rangkaian perawatan tidak menghasilkan kelahiran hidup sesuai ketentuan program, pasien dapat memperoleh sebagian atau seluruh biaya yang memenuhi syarat untuk dikembalikan.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Program ini bukan berarti klinik menjamin pasien pasti hamil.

American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menjelaskan bahwa program risk-sharing atau refund memang dapat memberikan pengembalian dana apabila hasil perawatan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Namun, pasien perlu memahami bahwa program tersebut bukan jaminan kehamilan atau kelahiran hidup.

Dalam skema ini, biaya yang dibayarkan pasien juga dapat lebih tinggi dibandingkan biaya satu siklus IVF biasa.

"Biaya yang dikenakan kepada mereka biasanya 30-40 persen lebih tinggi daripada biaya satu siklus IVF," ujar Dr. Kaylen Silverberg, direktur medis, salah satu pendiri, dan mitra pengelola Texas Fertility Center, melansir Newsweek.

"Jika mereka hamil pada siklus pertama, mereka pada akhirnya mungkin membayar lebih besar daripada biaya sebenarnya dari perawatan yang mereka terima karena mereka 'berbagi risiko'."

Ini artinya, pasangan yang mengikuti program tersebut membayar lebih untuk memperoleh perlindungan terhadap risiko finansial apabila membutuhkan beberapa kali percobaan.

Sebaliknya, jika IVF berhasil pada siklus awal, biaya yang dibayarkan melalui program shared risk bisa saja lebih besar dibandingkan apabila pasien membayar setiap siklus secara terpisah.

Bagaimana cara kerja program refund bayi tabung?

Pada program ini, pasien membayar biaya awal yang mencakup beberapa kali percobaan IVF dan prosedur transfer embrio sesuai paket. Misalnya, sebuah program menawarkan paket untuk beberapa siklus. Pasien membayar seluruh paket di awal dan menjalani perawatan sesuai kebutuhan.

Jika berhasil mendapatkan kelahiran hidup sebelum seluruh siklus digunakan, program dianggap berhasil dan pasien tidak mendapatkan pengembalian dana. Namun, jika seluruh siklus yang termasuk dalam paket sudah dijalani dan tidak menghasilkan kelahiran hidup sesuai definisi program, pasien dapat mengajukan refund sesuai ketentuan kontrak.

Jumlah dana yang dikembalikan tidak selalu sama. Beberapa program shared risk dapat menawarkan pengembalian sekitar 70 hingga 100 persen dari biaya awal.

Namun, angka tersebut bukan standar yang berlaku untuk seluruh program IVF. Besarnya refund dan syarat untuk mendapatkannya bergantung pada penyedia program.

Apakah bayi tabung gagal satu kali langsung dapat refund?

Bunda belum tentu mendapatkan refund jika program bayi tabung baru gagal satu kali. Untuk itu, pasangan perlu memperhatikan beberapa hal sebelum mengikuti program bayi tabung dengan skema pengembalian dana.

Dalam program shared risk, kegagalan satu siklus IVF biasanya belum otomatis membuat pasien berhak mendapatkan refund. Pasien mungkin masih memiliki beberapa siklus atau transfer embrio yang termasuk dalam paket.

Refund baru dapat diberikan setelah pasien memenuhi kriteria yang ditentukan dalam kontrak.

"Pasien harus benar-benar memahami apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam paket, berapa banyak prosedur pengambilan sel telur dan transfer embrio yang ditanggung, bagaimana klinik mendefinisikan hasil yang sukses, apa yang terjadi jika perawatan dihentikan atau keadaan berubah, serta biaya apa saja yang akan dan tidak akan dikembalikan," ujar Elana Frank, CEO dan pendiri Jewish Fertility Foundation.

ASRM menyebut program shared risk dapat memiliki ketentuan mengenai jumlah siklus, transfer embrio, atau jangka waktu perawatan sebelum pasien dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan pengembalian dana.

Jadi, jangan langsung berasumsi bahwa tes kehamilan negatif setelah satu kali transfer embrio berarti uang akan dikembalikan.

Kenapa program refund IVF bisa lebih mahal di awal?

Program shared risk sekilas terdengar sangat menarik karena pasien memiliki perlindungan finansial jika seluruh rangkaian IVF tidak berhasil. Namun, ada konsekuensi yang perlu dipahami.

Di awal, pasien membayar biaya untuk beberapa kesempatan IVF sekaligus, harga paket dapat lebih tinggi dibandingkan satu siklus IVF.

Dr. Silverberg menjelaskan bahwa biaya program shared risk dapat sekitar 30–40 persen lebih tinggi daripada biaya satu siklus IVF. Jika pasien berhasil pada siklus pertama, pasien bisa saja membayar lebih mahal dibandingkan jika memilih sistem pembayaran per siklus.

Dengan kata lain, refund tersebut bukan uang gratis. ASRM menggambarkan skema ini sebagai bentuk pembagian risiko finansial. Pasien membayar biaya awal yang lebih tinggi untuk mendapatkan perlindungan finansial apabila perawatan tidak mencapai hasil yang telah ditentukan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda