Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kapan Bunda Bisa Hamil Lagi setelah Alami Stillbirth?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 17:55 WIB

Ilustrasi suami istri
Kapan Bunda Bisa Hamil Lagi setelah Alami Stillbirth?/Foto: Getty Images/eggeeggjiew
Daftar Isi
Jakarta -

Mengalami stillbirth atau bayi lahir meninggal bukan sesuatu yang mudah. Kenangan selama menjalani masa kehamilan dan persalinan bisa lama membekas. Pertanyaan yang mungkin sering muncul di benak Bunda adalah, 'kapan Bunda bisa hamil lagi setelah mengalami stillbirth?'

Jawabannya, memang tidak ada patokan waktu yang berlaku untuk semua orang. Banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, seperti kondisi fisik setelah melahirkan, penyebab stillbirth, hasil pemeriksaan, serta kesiapan emosional.

Kapan Bunda bisa hamil lagi setelah mengalami stillbirth?

Kehamilan secara biologis dapat terjadi cukup cepat setelah melahirkan, bahkan sebelum menstruasi pertama kembali. Melansir Tommy's, seseorang dapat hamil sekitar tiga minggu setelah melahirkan, meskipun menstruasi belum kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, bisa hamil bukan berarti tubuh dan kondisi kesehatan sudah pasti siap untuk kehamilan berikutnya.

Sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mulai mencoba hamil lagi. Dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan setelah persalinan, membahas kemungkinan penyebab stillbirth, serta mempertimbangkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan evaluasi menyeluruh setelah stillbirth, termasuk meninjau riwayat kehamilan dan persalinan serta melakukan pemeriksaan untuk mencari kemungkinan penyebabnya. Informasi tersebut dapat membantu menentukan perawatan dan pemantauan pada kehamilan berikutnya.

Apakah harus menunggu beberapa bulan sebelum hamil lagi?

Waktu untuk hamil lagi setelah mengalami stillbirth memang tidak memiliki aturan tunggal, Bunda. ACOG secara umum menyarankan untuk menghindari kehamilan dengan jarak kurang dari enam bulan dan mendiskusikan manfaat serta risikonya jika ingin hamil lagi sebelum 18 bulan.

Namun, rekomendasi tersebut membahas jarak antarkehamilan secara umum, bukan waktu tunggu khusus setelah stillbirth.

Stillbirth dapat terjadi karena berbagai penyebab, sehingga waktu yang tepat untuk mencoba hamil lagi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing Bunda. Misalnya, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan atau penanganan tertentu terlebih dahulu jika sebelumnya terdapat komplikasi seperti hipertensi, diabetes, gangguan pertumbuhan janin, atau masalah pada plasenta.

Jadi, keputusan untuk mencoba hamil lagi bukan sekadar menghitung berapa bulan sejak persalinan. Kondisi fisik Bunda, penyebab atau faktor yang mungkin berperan pada stillbirth, hasil pemeriksaan, serta kesiapan untuk menjalani kehamilan berikutnya juga perlu dipertimbangkan.

Apakah hamil lagi setelah stillbirth lebih berisiko?

Kehamilan berikutnya setelah stillbirth membutuhkan lebih banyak perhatian. ACOG menyebutkan bahwa perempuan dengan riwayat stillbirth memiliki risiko stillbirth berulang yang lebih tinggi dibandingkan Bunda yang tidak memiliki riwayat tersebut. 

Dalam tinjauan sistematis yang dikutip ACOG, risiko stillbirth pada kehamilan berikutnya sekitar 2,5 persen pada perempuan dengan riwayat stillbirth, dibandingkan 0,4 persen pada mereka yang sebelumnya melahirkan bayi hidup.

Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan adanya peningkatan risiko beberapa luaran kehamilan pada perempuan dengan riwayat stillbirth. Meta-analisis terhadap 19 penelitian kohort yang melibatkan lebih dari 4,8 juta peserta menemukan bahwa riwayat stillbirth berkaitan dengan peningkatan risiko stillbirth berulang, kelahiran prematur, kematian neonatal, berat lahir rendah, dan beberapa komplikasi lainnya pada kehamilan berikutnya.

Namun, meningkatnya risiko bukan berarti Bunda pasti akan mengalami stillbirth lagi. Risiko setiap orang dapat berbeda, tergantung penyebab stillbirth sebelumnya, kondisi kesehatan Bunda, usia kehamilan saat kehilangan terjadi, serta faktor lain yang ditemukan melalui pemeriksaan.

Bagaimana mempersiapkan kehamilan setelah stillbirth?

Sebelum mencoba hamil lagi, ada beberapa hal yang dapat Bunda diskusikan dengan dokter.

1. Evaluasi kondisi kesehatan

Dokter dapat meninjau riwayat kehamilan sebelumnya dan kondisi kesehatan Bunda. Jika sebelumnya ditemukan diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, atau masalah kesehatan lain, kondisi tersebut dapat dievaluasi dan ditangani atau dikontrol sebelum kehamilan berikutnya.

2. Cari tahu kemungkinan penyebab stillbirth

Penyebab stillbirth tidak selalu dapat diketahui. Namun, jika penyebabnya ditemukan, informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan langkah untuk kehamilan berikutnya.

ACOG merekomendasikan konseling prakonsepsi untuk perempuan yang memiliki riwayat stillbirth, termasuk membahas kemungkinan penyebab dan menilai risiko terjadinya kembali pada kehamilan berikutnya.

3. Mulai asam folat

Tommy's menyarankan persiapan kesehatan sebelum mencoba hamil kembali, termasuk mengonsumsi asam folat dan vitamin D sesuai kebutuhan. Bunda juga disarankan menghindari rokok.

Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri hanya karena sedang merencanakan kehamilan.

 4. Siapkan rencana pemantauan kehamilan

Kehamilan setelah stillbirth dapat membuat Bunda merasa lebih cemas. Untuk itu, penting untuk membicarakan rencana pemantauan sejak sebelum atau pada awal kehamilan.

ACOG merekomendasikan kunjungan prakonsepsi atau awal kehamilan untuk meninjau riwayat stillbirth. Pada kehamilan berikutnya, pemeriksaan dan pemantauan dapat disesuaikan dengan penyebab stillbirth sebelumnya, kondisi kesehatan Bunda, serta usia kehamilan saat kehilangan terjadi.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk mencoba hamil lagi setelah mengalami kehilangan merupakan keputusan yang sangat pribadi. Setiap Bunda bisa memiliki kondisi fisik, hasil pemeriksaan, dan kesiapan emosional yang berbeda. Apa yang tepat bagi satu orang belum tentu sama untuk Bunda lainnya.

Yang terpenting, jangan merasa harus terburu-buru atau justru harus menunggu dalam waktu tertentu. Diskusikan dengan dokter untuk mengetahui kapan tubuh Bunda sudah siap dan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani kehamilan berikutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda