kehamilan
Omelette hingga Sunny Side Up, Mana Olahan Telur yang Aman & Tidak untuk Ibu Hamil?
HaiBunda
Selasa, 01 Sep 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
- Bolehkah ibu hamil makan telur?
- Kenapa ibu hamil perlu hati-hati dengan telur setengah matang?
- Omelette hingga sunny side up, mana yang aman untuk ibu hamil?
- Apakah telur ceplok aman untuk ibu hamil?
- Bagaimana jika makan telur setengah matang di restoran?
- Bagaimana dengan mayones dan makanan yang mengandung telur mentah?
Ibu hamil cukup sering mengonsumsi telur. Selain mudah diolah, telur juga mengandung protein dan sejumlah nutrisi penting selama kehamilan. Namun, cara memasaknya tetap perlu diperhatikan. Mulai dari omelette hingga sunny side up, mana olahan telur yang aman untuk ibu hamil?
Sebenarnya, jawabannya tidak hanya bergantung pada nama hidangannya, tetapi juga seberapa matang telur tersebut dan apakah telur yang digunakan sudah melalui proses yang dapat menurunkan risiko Salmonella.
Bunda mungkin pernah mendengar bahwa telur setengah matang sebaiknya dihindari saat hamil. Lantas, bagaimana dengan omelette, scrambled egg, telur rebus, atau sunny side up?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
Baca Juga : 5 Manfaat Telur Rebus untuk Ibu Hamil
|
Bolehkah ibu hamil makan telur?
Ibu hamil tentu boleh mengonsumsi telur. Telur yang aman dan diolah dengan cara yang tepat dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama kehamilan.
Telur merupakan sumber protein berkualitas dan mengandung kolin. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kolin dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin.
Kebutuhan kolin selama kehamilan sekitar 450 mg per hari, sementara telur termasuk salah satu sumber makanan yang mengandung nutrisi tersebut.
Meskipun tubuh dapat memproduksi sebagian kolin secara alami, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan selama hamil. Bunda tetap perlu mendapatkan kolin dari makanan.
Tidak semua vitamin prenatal mengandung kolin dalam jumlah yang cukup, sehingga asupan dari makanan tetap penting.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai kolin pada ibu hamil juga menunjukkan bahwa kecukupan kolin penting untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Namun, bukan berarti Bunda harus mendapatkan kolin hanya dari telur. Nutrisi ini juga bisa diperoleh dari makanan lain, seperti daging, susu, kedelai, dan kacang-kacangan.
Jadi, telur boleh dikonsumsi saat hamil. Yang perlu diperhatikan adalah keamanan telur dan cara pengolahannya.
Kenapa ibu hamil perlu hati-hati dengan telur setengah matang?
Telur mentah atau kurang matang dapat membawa bakteri Salmonella, yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Melansir laman Gov.uk, infeksi Salmonella dapat menimbulkan gejala seperti diare, kram perut, muntah, dan demam. Ibu hamil juga termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati terhadap infeksi yang ditularkan melalui makanan.
Jika Bunda tidak mengetahui standar keamanan telur yang digunakan, pilihan paling aman adalah memasaknya hingga matang.
NHS menyarankan telur ayam yang tidak memiliki standar keamanan tertentu untuk dimasak sampai bagian putih dan kuningnya matang. Telur bebek, angsa, dan puyuh juga dianjurkan dimasak hingga matang sempurna.Â
Omelette hingga sunny side up, mana yang aman untuk ibu hamil?
Ada berbagai olahan telur. Salah satunya omelette. Olahan ini aman selama dimasak hingga matang. Bunda perlu memastikan bagian telur yang berada di tengah sudah matang, tidak basah atau masih cair. Jika menambahkan keju, daging, sayuran, atau bahan lain, pastikan bahan tersebut juga aman dikonsumsi selama kehamilan dan sudah dimasak dengan baik
Omelette yang matang sempurna justru bisa menjadi pilihan praktis untuk mendapatkan protein. Bunda juga dapat menambahkan sayuran seperti tomat, bayam, atau paprika agar lebih beragam nutrisinya.
Begitu juga dengan scrambled egg yang boleh dimakan saat hamil jika dimasak sampai matang.
Telur sebaiknya tidak lagi tampak cair atau terlalu basah. Jika Bunda memesan scrambled egg di restoran, jangan ragu meminta telur dimasak matang, terutama jika tidak mengetahui jenis telur yang digunakan.
Bagaimana dengan telur rebus? Bunda dapat memilih telur rebus yang matang (hard-boiled egg), dengan putih dan kuning telur yang sudah padat.
Telur rebus setengah matang dengan kuning yang masih cair sebaiknya dihindari jika Bunda tidak dapat memastikan telur tersebut memenuhi standar keamanan yang sesuai untuk dikonsumsi mentah atau setengah matang.
Apakah telur ceplok aman untuk ibu hamil?
Ini tergantung tingkat kematangannya, Bunda. Telur ceplok yang bagian putih dan kuningnya sudah matang sempurna dapat dikonsumsi saat hamil. Sebaliknya, jika bagian kuning masih cair, Bunda perlu lebih berhati-hati.
Hal yang sama berlaku untuk telur mata sapi atau sunny side up. Jika kuning telurnya masih cair dan Bunda tidak mengetahui standar keamanan telur yang digunakan, sebaiknya pilih yang dimasak hingga matang.
Jadi, yang paling penting bukan nama hidangannya, melainkan tingkat kematangan dan keamanan telur yang digunakan. Tidak semua telur setengah matang memiliki tingkat risiko yang sama karena standar produksi dan pengawasan telur dapat berbeda di setiap negara.
Sebagai contoh, NHS menyatakan telur ayam yang memiliki cap British Lion atau diproduksi berdasarkan skema Laid in Britain dapat dikonsumsi mentah atau setengah matang karena memiliki risiko Salmonella yang sangat rendah.
Namun, jika Bunda tidak mengetahui standar keamanan telur yang digunakan, pilihan paling aman adalah memasaknya hingga bagian putih dan kuning telur matang sempurna.Â
Sebenarnya, Bunda tidak perlu menghindari semua olahan telur. Kuncinya adalah memastikan telur aman dan dimasak sesuai tingkat kematangan yang dianjurkan.
Bagaimana jika makan telur setengah matang di restoran?
Imbauan untuk lebih berhati-hati saat makan di luar juga kembali menjadi perhatian setelah adanya wabah Salmonella di Inggris yang dikaitkan dengan telur impor. Food Standards Agency (FSA) mengingatkan kelompok rentan, termasuk ibu hamil, untuk memastikan telur atau makanan berbahan telur telah dimasak hingga matang jika standar keamanan telur yang digunakan tidak dapat dipastikan.
Ini artinya, saat makan di luar, Bunda tidak harus panik melihat menu sunny side up. Namun, jika tidak bisa mengetahui jenis dan standar keamanan telur yang digunakan, memilih telur matang merupakan pilihan yang lebih aman.
Bagaimana dengan mayones dan makanan yang mengandung telur mentah?
Bukan hanya telur yang terlihat seperti telur mata sapi yang perlu diperhatikan. Beberapa makanan dapat menggunakan telur mentah atau kurang matang, misalnya mayones rumahan, hollandaise sauce, mousse, atau makanan penutup tertentu.
Mayones komersial dapat dibuat menggunakan telur yang telah dipasteurisasi. Proses pasteurisasi membantu mengurangi risiko bakteri, sehingga produk tersebut umumnya lebih aman dikonsumsi tanpa perlu dimasak kembali.
Jika Bunda tidak yakin apakah suatu makanan mengandung telur mentah atau telur yang sudah dipasteurisasi, tanyakan kepada penjual atau pilih makanan lain yang lebih jelas proses pengolahannya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Manfaat Telur Rebus untuk Ibu Hamil
Kehamilan
Kebutuhan Protein Untuk Ibu Hamil Trimester 1, 2, dan 3
Kehamilan
Pentingnya Asupan Protein saat Program Hamil, Bisa Didapatkan dari Makanan Ini
Kehamilan
10 Buah yang Mengandung Protein Tinggi untuk Ibu Hamil, Perkuat Daya Tahan Tubuh
Kehamilan
Selain Lezat, Ini 6 Manfaat Menyehatkan Kacang Hijau untuk Ibu Hamil
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kebutuhan Protein Untuk Ibu Hamil Trimester 1, 2, dan 3
7 Resep Minuman Rimpang untuk Promil, Bisa Dibuat Sendiri di Rumah Bun
Pilihan Menu Bekal Wajib Dibawa Bumil agar Tetap Fit saat Bekerja