Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bisakah Ibu Hamil dengan Ambeien Melahirkan secara Pervaginam?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 31 Aug 2026 14:00 WIB

Ilustrasi melahirkan
Bisakah Penderita Ambeien Melahirkan secara Pervaginam?/Foto: Getty Images/AnnaStills
Daftar Isi
Jakarta -

Ibu hamil cukup sering mengalami ambeien atau wasir, terutama ketika memasuki trimester ketiga. Kondisi ini bisa membuat area anus terasa nyeri, gatal, bengkak, bahkan berdarah.

Keluhan tersebut mungkin membuat Bunda khawatir, terutama ketika membayangkan harus mengejan saat persalinan. Lantas, apakah penderita ambeien tetap bisa melahirkan secara pervaginam?

Bisakah penderita ambeien melahirkan secara pervaginam?

Pada umumnya, ibu hamil yang mengalami ambeien tetap bisa melahirkan secara pervaginam. Ambeien bukan alasan otomatis bagi ibu untuk menjalani persalinan melalui operasi caesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam laman resminya, Vinmec International Hospital menjelaskan bahwa ibu hamil dengan ambeien umumnya tetap dapat melahirkan secara normal. Dokter Spesialis Tingkat 2 Tran Thi Mai Huong dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Vinmec International Hospital Hai Phong mengatakan, metode persalinan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi ibu, janin, serta tingkat keparahan ambeien.

Artinya, memiliki ambeien bukan berarti Bunda otomatis harus menjalani operasi caesar.

Meski begitu, proses mengejan saat persalinan dapat memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di sekitar anus. Hal ini bisa membuat ambeien yang sudah ada terasa lebih nyeri atau membengkak setelah melahirkan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa ambeien merupakan salah satu keluhan yang dapat terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Mengapa kehamilan bisa menyebabkan ambeien?

Ambeien terjadi ketika pembuluh darah di dalam atau sekitar anus dan rektum bagian bawah mengalami pembengkakan. Selama hamil, kondisi ini lebih mudah terjadi karena rahim yang semakin besar dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah di area panggul. Ibu hamil juga lebih rentan mengalami sembelit, sementara mengejan saat buang air besar dapat memperburuk tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BJOG terhadap 280 ibu menemukan bahwa masalah di area anus, termasuk ambeien dan fisura ani, cukup sering terjadi selama kehamilan hingga setelah melahirkan.

Sembelit dan riwayat penyakit di sekitar anus menjadi beberapa faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko masalah tersebut.

Studi prospektif lain juga menemukan bahwa tanda atau gejala ambeien dialami 11 persen ibu pada trimester pertama, 23 persen pada trimester ketiga, dan 36,2 persen sekitar satu bulan setelah melahirkan.

Apakah melahirkan normal bisa membuat ambeien semakin parah?

Jawabannya bisa, Bunda. Tekanan saat mengejan dapat membuat ambeien terasa lebih nyeri atau membengkak, terutama jika sebelumnya keluhannya sudah cukup berat.

Pada sebagian ibu, keluhan ambeien juga dapat terasa lebih mengganggu pada beberapa hari setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya dapat membaik secara bertahap seiring pemulihan setelah persalinan.

Penelitian mengenai penyakit di sekitar anus pada kehamilan juga menemukan bahwa mengejan lebih dari 20 menit saat persalinan dan berat lahir bayi lebih dari 3.800 gram berkaitan dengan peningkatan risiko ambeien.

Namun, temuan tersebut bukan berarti ibu dengan ambeien sebaiknya memilih operasi caesar untuk mencegah keluhan semakin parah.

Metode persalinan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi Bunda dan bayi. Jika tidak ada kondisi medis lain yang menjadi pertimbangan, ambeien saja umumnya bukan alasan untuk memilih operasi caesar.

Kapan ambeien perlu mendapat perhatian khusus?

Tidak semua ambeien pada ibu hamil membutuhkan tindakan khusus. Sebagian besar keluhan dapat ditangani dengan cara sederhana untuk membantu mengurangi gejalanya.

Pedoman terbaru dari American Gastroenterological Association menyebutkan bahwa ambeien dapat dialami hingga dua pertiga perempuan selama kehamilan. Penanganannya umumnya dimulai dengan cara konservatif, seperti mencukupi asupan serat, mengatasi sembelit, dan menggunakan obat oles tertentu sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Meski begitu, Bunda sebaiknya memberi tahu dokter jika ambeien terasa sangat nyeri, mengalami pembengkakan berat, sulit buang air besar, atau terdapat perdarahan dari anus. Dokter dapat memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Dokter Tran Thi Mai Huong juga menjelaskan bahwa kondisi tertentu, seperti ambeien yang sangat bengkak dan nyeri hingga mengganggu buang air besar, perlu mendapat evaluasi dan penanganan medis.

Jika keluhan ambeien semakin mengganggu menjelang persalinan, jangan ragu menyampaikannya kepada dokter atau bidan. Dengan begitu, kondisi Bunda dapat dipantau dan ditangani sesuai kebutuhan, baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda