Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Daftar Pertanyaan & Jawaban tentang Mitos Kehamilan yang Bunda Perlu Ketahui, Catat Ya!

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 28 Aug 2026 17:55 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Daftar Pertanyaan & Jawaban tentang Mitos Kehamilan yang Bunda Perlu Ketahui, Catat Ya!/ Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan menjadi salah satu fase yang penuh kebahagiaan sekaligus menghadirkan banyak daftar pertanyaan bagi calon Bunda. Banyak pertanyaan ini kerap dikaitkan dengan mitos seputar kehamilan.

Sayangnya, berbagai mitos yang beredar di masyarakat terkadang membuat calon ibu bingung dengan fakta yang sebenarnya. Tak sedikit calon Bunda bahkan khawatir jika mitos ini bisa memengaruhi perkembangan janin.

Menurut presiden Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists, Dr. Nisha Khot, beberapa hal yang umumnya dikhawatirkan oleh ibu hamil bisa saja tidak sesederhana yang mereka kira. Lantas, apa saja mitos seputar kehamilan yang perlu diluruskan agar tidak membuat khawatir para Bunda? Simak penjelasannya berikut ini!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mitos seputar kehamilan

Melansir dari laman 7News, berikut telah HaiBunda rangkum beberapa daftar pertanyaan dan jawaban tentang mitos kehamilan yang perlu Bunda ketahui:

1. Apakah ibu hamil boleh berolahraga dan mengangkat beban?

Bagi kebanyakan perempuan, kehamilan bukan berarti harus menghentikan aktivitas fisik. Bila ingin berolahraga saat hamil, Bunda sebaiknya mengetahui kondisi tubuh dan memahami kebiasaan yang telah dibangun sebelum mengandung janin.

Seseorang yang sebelumnya sudah terbiasa lari, melakukan latihan kekuatan, atau olahraga intensitas tinggi mungkin dapat melanjutkan aktivitas selama kehamilan. Tetapi, hal itu mungkin akan sulit dilakukan pada perempuan yang sebelumnya tidak aktif melakukan olahraga intens.

Secara umum, Knot mengatakan bahwa olahraga sebenarnya bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental ibu hamil dan dapat membantu meningkatkan hasil kehamilan yang positif. Tapi, ibu hamil mungkin merasa lebih mudah lelah selama dan harus menyesuaikan diri. Kuncinya adalah mendengarkan tubuh dan melambat bila diperlukan.

2. Apakah ibu hamil masih boleh minum kopi?

Ibu hamil tidak dilarang minum kopi ya. Tapi menurut Khot, perempuan perlu memikirkan asupan kafein mereka secara keseluruhan, daripada melihat setiap minuman secara terpisah.

Itu berarti Bunda perlu mempertimbangkan konsumsi kopi bersamaan dengan teh, minuman cokelat dengan tambahan kafein, dan sumber lain yang dikonsumsi sepanjang hari. Khot mengatakan, dua atau tiga cangkir teh atau kopi tidak masalah selama kehamilan, sementara minuman berkafein tinggi dan berkarbonasi harus dihindari.

Perlu diketahui, kehamilan dapat mengubah cara tubuh merespons kafein. Artinya, beberapa perempuan mungkin mendapati jumlah kafein yang sebelumnya dapat mereka toleransi tiba-tiba membuat mereka merasa gelisah atau jantung berdebar kencang.

3. Apakah ibu hamil benar-benar perlu menghindari begitu banyak makanan?

Banyak calon ibu memiliki daftar panjang pantangan makanan selama kehamilan. Selama alasannya masuk akal, pantangan ini dapat dibenarkan ya, Bunda.

Misalnya, ibu hamil umumnya disarankan untuk menghindari salad kemasan atau makanan yang belum matang. Makanan tersebut dapat berisiko terkontaminasi bakteri, sehingga bisa menyebabkan infeksi yang memengaruhi kehamilan dan janin.

"Risikonya adalah tertular infeksi atau penyakit pencernaan yang sangat parah yang membuat ibu hamil sakit parah, atau tertular infeksi yang kemudian menular dari ibu hamil ke bayinya," kata Khot.

4. Apakah ibu hamil boleh naik pesawat saat hamil?

Untuk kehamilan tanpa komplikasi, penerbangan pada umumnya aman. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, kehamilan sudah meningkatkan risiko pembekuan darah, dan penerbangan jarak jauh dapat menambah risiko tersebut.

Di tahap kehamilan yang lebih lanjut, ada juga kekhawatiran praktis tentang kemungkinan melahirkan saat berada di pesawat, itulah sebabnya maskapai penerbangan memberlakukan pembatasan sendiri tentang seberapa lama penumpang hamil dapat terbang. Khot menyarankan ibu hamil untuk memeriksa aturan maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Ibu hamil dengan faktor risiko persalinan prematur sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum bepergian.

"Jika kehamilan tidak menimbulkan kekhawatiran akan persalinan dini, maka tidak ada alasan mengapa ibu hamil tidak bisa terbang," ungkapnya.

5. Apakah ibu hamil boleh mandi air hangat?

Bunda masih bisa menikmati mandi air hangat di rumah sendiri selama kehamilan. Satu-satunya yang menjadi kekhawatiran adalah kepanasan.

Suhu tubuh ibu hamil sudah sedikit lebih tinggi selama kehamilan. Mandi air yang sangat panas dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat lebih tinggi dan membuat tubuh tidak enak badan, dehidrasi, atau pingsan.

Jadi, masalahnya bukan pada suhu air mandi itu sendiri, melainkan suhu yang terlalu panas. Menggunakan air yang lebih hangat aman selama kehamilan.

6. Apa ibu hamil boleh mewarnai rambut atau merawat kuku?

Perawatan kecantikan umum biasanya aman untuk perempuan di semua tahap kehamilan. Menurut Khot, hal itu termasuk pewarna rambut, perawatan kuku, dan produk penggelap kulit buatan. Sebagian besar produk yang digunakan tersebut tidak masuk ke aliran darah dengan cara yang dapat membahayakan bayi.

Tapi, Bunda disarankan untuk sangat berhati-hati dalam memilih produk dan menunggu hingga setelah 12 minggu pertama, ketika organ bayi sedang terbentuk. Tetapi, Khot mengatakan bahwa perawatan kecantikan yang umum bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti oleh ibu hamil pada umumnya.

7. Apakah berhubungan intim selama kehamilan dianggap aman?

Bagi sebagian besar perempuan, hubungan intim selama kehamilan sepenuhnya aman. Namun, ada beberapa keadaan di mana dokter mungkin menyarankan untuk tidak melakukannya, termasuk setelah ketuban pecah, pada kasus plasenta previa, atau perdarahan di awal kehamilan yang belum diketahui penyebabnya.

Di luar situasi tersebut, Khot mengatakan bahwa hubungan intim tidak berbahaya bagi ibu hamil atau bayi. Berhubungan intim di akhir kehamilan juga tidak dapat memicu persalinan.

"Itu adalah mitos yang sangat terkenal. Tetapi sebenarnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itulah yang terjadi," katanya. Demikian beberapa pertanyaan dan jawaban terkait mitos kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda