kehamilan
Seberapa Besar Kemungkinan Anak Lahir Lebih Mirip Ayah daripada Ibu?
HaiBunda
Senin, 31 Aug 2026 08:10 WIB
Daftar Isi
Pernah enggak, Bunda melihat bayi yang baru lahir lalu langsung berpikir, “Wah, ini Ayahnya banget!” Mulai dari bentuk hidung, mata, sampai ekspresi wajah, kemiripan anak dengan Ayah memang sering bikin keluarga gemas.
Tapi sebenarnya, seberapa besar kemungkinan anak lahir lebih mirip Ayah daripada Bunda? Apakah ada faktor genetik yang membuat wajah anak cenderung mengikuti Ayah?
Anak lebih mirip Ayah, apakah memang lebih sering terjadi?
Secara genetik, bayi mendapatkan 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari Ayah, sehingga totalnya menjadi 46 kromosom. Artinya, secara umum kontribusi genetik dari kedua orang tua sama-sama besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gen yang diwariskan tersebut kemudian memengaruhi berbagai karakteristik fisik, seperti warna mata, rambut, bentuk tubuh, hingga sejumlah karakteristik wajah. Karena kombinasi gen yang diwariskan sangat beragam, tidak ada cara sederhana untuk memastikan seorang anak akan lebih mirip Ayah atau ibu.
Dikutip dari Healthline menjelaskan bahwa bayi bisa menyerupai salah satu orang tua, tetapi sering kali penampilannya merupakan kombinasi dari karakteristik Ayah, Bunda, dan anggota keluarga dari generasi sebelumnya. Jadi, kalau Si Kecil terlihat seperti 'fotokopian' Ayah, bukan berarti ia mendapatkan lebih banyak gen dari Ayah.
Kenapa banyak orang menganggap bayi lebih mirip Ayah?
Menariknya, ada penelitian yang memang menemukan kecenderungan orang menilai bayi lebih mirip Ayah.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada 1995, Nicholas J. S. Christenfeld dan Emily A. Hill meneliti persepsi kemiripan bayi dengan orang tua. Studi tersebut dikenal dengan judul Whose Baby Are You? Namun, temuan tersebut tidak bisa diartikan bahwa bayi secara biologis benar-benar lebih mirip Ayah.
Salah satu penjelasan yang pernah diajukan adalah kemungkinan adanya faktor evolusioner. Kemiripan bayi dengan Ayah secara persepsi mungkin dahulu membantu meningkatkan keyakinan Ayah terhadap hubungan biologisnya dengan bayi dan mendorong keterlibatan dalam keluarga.
Jadi, ada perbedaan antara bayi dianggap lebih mirip Ayah dan bayi secara genetik lebih banyak mewarisi ciri dari Ayah.
Gen Ayah tidak otomatis lebih dominan
Bunda mungkin pernah mendengar anggapan bahwa gen Ayah lebih kuat sehingga anak lebih sering mirip Ayah. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat. Istilah dominan dan resesif dalam genetika tidak berarti gen tersebut lebih kuat secara keseluruhan atau membuat anak otomatis lebih mirip salah satu orang tua. Apalagi, banyak karakteristik manusia ternyata merupakan sifat kompleks yang dipengaruhi oleh banyak variasi gen sekaligus.
Penelitian dalam Nature Genetics yang melibatkan 8.246 orang menemukan 203 sinyal genetik yang berhubungan dengan variasi bentuk wajah manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa bentuk wajah merupakan karakteristik kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor genetik.
Penelitian lain dalam Nature Genetics juga menemukan sejumlah lokus genetik yang berkaitan dengan bentuk wajah, semakin menunjukkan bahwa wajah manusia tidak ditentukan oleh satu atau dua gen saja.
Anak bisa mirip kakek atau nenek
Nah, ini yang sering bikin keluarga terkejut. Si kecil tidak harus hanya mirip Ayah atau ibu. Ada kemungkinan beberapa karakteristik fisiknya justru mengingatkan Bunda pada kakek, nenek, atau anggota keluarga lainnya.
Dikutip dari Healthline, beberapa sifat dapat muncul kembali setelah melewati satu atau bahkan dua generasi. Karena itu, jangan heran kalau ada yang bilang, “Ini kok mirip neneknya waktu muda?”
Kombinasi gen yang diterima anak memang sangat beragam. Inilah yang membuat kakak dan adik dari orang tua yang sama pun bisa memiliki penampilan yang berbeda.
Apakah bisa diprediksi anak akan mirip siapa?
Bunda mungkin bisa membuat tebakan berdasarkan karakteristik keluarga. Misalnya, melihat warna rambut, warna mata, bentuk wajah, tinggi badan, atau karakteristik fisik lain yang banyak muncul dalam keluarga. Namun, prediksinya tidak bisa dijamin akurat.
Healthline menjelaskan bahwa banyaknya kemungkinan kombinasi gen membuat penampilan bayi sulit diprediksi secara tepat sebelum lahir. Bahkan, karakteristik tertentu dapat berubah seiring pertumbuhan. Warna dan tekstur rambut, misalnya, bisa mengalami perubahan ketika anak semakin besar.
Berapa persen kemungkinan anak lebih mirip Ayah?
Tidak ada persentase pasti yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan ini. Anak tidak memiliki peluang tertentu untuk lebih mirip Ayah dibanding ibu hanya karena jenis kelamin, urutan kelahiran, atau anggapan bahwa gen Ayah lebih dominan.
Secara genetik, anak mendapatkan satu set kromosom dari setiap orang tua. Setelah itu, kombinasi gen yang diwariskan akan menghasilkan karakteristik fisik yang unik. Jadi, kalau bayi Bunda lahir dengan wajah yang sangat mirip Ayah, itu merupakan hasil dari kombinasi gen yang kebetulan menghasilkan karakteristik tersebut.
Begitu juga kalau Si Kecil lebih mirip ibu. Atau malah punya mata ibu, hidung Ayah, senyum nenek, dan bentuk wajah kakeknya. Pada akhirnya, tidak ada aturan bahwa anak harus lebih mirip Ayah atau ibu. Setiap anak membawa kombinasi gen yang unik dan menjadi perpaduan menarik dari keluarganya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Unik! Beragam Metode Kontrasepsi China Kuno, Ada yang Pakai Gelembung Renang Ikan
Kehamilan
Berat Badan Ibu Hamil Pengaruhi Anak Jadi Obesitas? Ini Faktanya Menurut Studi Terbaru
Kehamilan
Kenapa Bunda Bisa Melahirkan Anak Laki-laki Semua? Ini Penyebab di Baliknya
Kehamilan
7 Ucapan yang Bisa Bikin Bumil Down
Kehamilan
Bunda Perlu Tahu, Penyebab Ibu Hamil Jadi Lebih Sensitif dan Mudah Menangis
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Bunda Alami Kebutaan Usai Melahirkan, Penglihatan Pulih Berkat Donor Plasma
Studi Terbaru Soroti Peran Pola Makan Ayah sebelum Pembuahan terhadap Kehamilan
Studi Terbaru Ungkap Potensi Kesehatan Mental Ayah Memburuk usai Kelahiran Anak