kehamilan
Ciri-Ciri Ibu Hamil Terpapar Mikroplastik, Apakah Berbahaya?
HaiBunda
Sabtu, 29 Aug 2026 15:50 WIB
Daftar Isi
Zaman sekarang rasanya semakin banyak ditemukan mikroplastik di lingkungan, mulai dari air, makanan hingga udara yang dihirup. Lantas, apakah ada ciri-ciri khusus yang menunjukkan ibu hamil telah terpapar mikroplastik?
Penelitian menemukan partikel mikroplastik dan nanoplastik (MNP) di berbagai bagian tubuh manusia. Namun, sampai saat ini belum ada gejala atau tanda khusus yang dapat digunakan untuk memastikan ibu hamil sudah terpapar atau mengalami gangguan kesehatan akibat mikroplastik.
Penelitian mengenai dampaknya terhadap kesehatan manusia, termasuk kehamilan dan perkembangan janin, masih terus berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu mikroplastik dan nanoplastik?
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), mikroplastik berukuran antara 1 nanometer hingga 5 milimeter.
Mikroplastik dapat berasal dari berbagai produk dan aktivitas sehari-hari, seperti pembungkus plastik, wadah makanan, pakaian berbahan poliester, ban kendaraan, cat, dan rumput sintetis.
Partikel yang terbentuk akibat pecahnya atau terurainya produk plastik berukuran lebih besar ini dikenal sebagai mikroplastik sekunder.
Partikel mikroplastik juga dapat mencemari lingkungan dan masuk ke dalam rantai makanan sehingga berpotensi ditemukan pada makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Sementara itu, nanoplastik berukuran jauh lebih kecil, yaitu dalam skala nanometer. Mikroplastik dan nanoplastik kemudian sering disebut secara bersamaan sebagai MNP (microplastics and nanoplastics).
MNP dapat tersebar di lingkungan dan masuk ke dalam tubuh manusia. Paparan dapat terjadi melalui berbagai jalur, termasuk makanan dan minuman yang terkontaminasi serta udara yang mengandung partikel plastik.
Namun, ditemukannya mikroplastik di dalam tubuh tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami penyakit. Para peneliti masih berusaha memahami seberapa besar paparan yang dapat menimbulkan efek kesehatan serta bagaimana partikel tersebut dapat memengaruhi tubuh.
Mikroplastik ditemukan di plasenta
Salah satu yang menjadi perhatian peneliti adalah ditemukannya mikroplastik di plasenta manusia. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2024 menganalisis 62 sampel plasenta manusia dan menemukan mikroplastik pada seluruh sampel yang diperiksa.
Plasenta merupakan organ penting selama kehamilan yang berperan dalam pertukaran zat antara ibu dan janin. Karena itu, ditemukannya MNP di dalam plasenta menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan dampaknya terhadap kehamilan dan perkembangan janin.
Namun, temuan mikroplastik di dalam plasenta belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa mikroplastik menyebabkan gangguan pada kehamilan. Peneliti masih mempelajari apakah jumlah mikroplastik tertentu di plasenta berkaitan dengan hasil kehamilan tertentu, termasuk kelahiran prematur.
Dalam artikel Science Friday, Dr. Enrico Barrozo dari Baylor College of Medicine menekankan pentingnya berhati-hati dalam menafsirkan temuan tersebut. Keberadaan partikel plastik di jaringan manusia merupakan temuan yang perlu diteliti lebih lanjut, tetapi belum otomatis membuktikan bahwa partikel tersebut menyebabkan gangguan kesehatan.
“Pada dasarnya, ini adalah titik temu antara ibu dan janin,” ujar Barrozo.
Apakah mikroplastik bisa mencapai janin?
Dengan banyaknya pemberitaan mengenai mikroplastik, pertanyaan berikutnya yang mungkin muncul pada ibu hamil adalah apakah mikroplastik yang berada di dalam tubuh ibu dapat melewati plasenta dan mencapai janin.
Penelitian pada hewan memberikan sejumlah petunjuk. Tim Dr. Phoebe Stapleton dari Rutgers University menemukan bahwa nanoplastik polistirena yang dihirup tikus dapat menembus penghalang pada plasenta yang memisahkan sirkulasi darah ibu dan janin.
Penelitian lain pada hewan juga menemukan perubahan pada pertumbuhan anak setelah paparan mikroplastik dalam jumlah tinggi. Namun, hasil penelitian pada hewan tidak dapat langsung disamakan dengan kondisi pada manusia.
Para peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana MNP bergerak di dalam tubuh manusia, apakah partikel tersebut dapat mencapai janin dalam jumlah yang dapat menimbulkan dampak, serta apakah paparan tersebut benar-benar menyebabkan gangguan kesehatan tertentu.
Apakah ada ciri kehamilan yang terpapar mikroplastik?
Ini bagian yang penting untuk dipahami. Belum ada ciri-ciri khusus yang dapat digunakan ibu hamil untuk mengetahui bahwa dirinya telah terpapar mikroplastik atau mengalami gangguan kesehatan akibat paparan tersebut.
Keluhan seperti mual, lelah, sakit kepala, perubahan berat badan, atau berbagai keluhan umum selama kehamilan tidak dapat dianggap sebagai tanda paparan mikroplastik.
Begitu pula hasil pemeriksaan kehamilan tertentu tidak dapat digunakan untuk mengatakan bahwa suatu kelainan disebabkan mikroplastik.
Saat ini, penelitian mengenai mikroplastik pada manusia masih menghadapi berbagai keterbatasan. Salah satunya adalah belum adanya standardisasi metode yang memungkinkan mikroplastik dan nanoplastik dideteksi serta diukur dengan cara yang sama di berbagai penelitian.
Kontaminasi selama proses penelitian juga menjadi persoalan karena plastik digunakan pada banyak perlengkapan laboratorium. Karena itu, para peneliti perlu mengendalikan dan mengukur kontaminasi lingkungan penelitian untuk memastikan bahwa partikel yang ditemukan memang berasal dari sampel yang diteliti, bukan dari proses pemeriksaan.
Apakah mikroplastik bisa memengaruhi pertumbuhan janin?
Sejumlah penelitian sedang melihat kemungkinan hubungan antara paparan MNP dan perkembangan janin.
Pada hewan, paparan mikroplastik kadar tinggi dikaitkan dengan ukuran anak yang lebih kecil. Peneliti menduga hal ini mungkin terjadi karena paparan MNP dapat membuat plasenta mengalami stres dan kemudian memengaruhi metabolisme glukosa yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin.
Namun, penelitian tersebut masih berada pada tahap awal dan temuannya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Sementara itu, pada manusia, peneliti juga mulai melihat kemungkinan hubungan antara konsentrasi plastik di plasenta dan kelahiran prematur. Namun, temuan seperti ini menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan otomatis membuktikan bahwa mikroplastik merupakan penyebab kelahiran prematur.
Penelitian tersebut juga masih berada pada tahap awal dan temuannya masih perlu diteliti lebih lanjut dengan metode yang lebih kuat untuk mengetahui apakah paparan mikroplastik benar-benar dapat memengaruhi pertumbuhan janin atau meningkatkan risiko komplikasi kehamilan tertentu.
Haruskah Bunda khawatir?
Ibu hamil khawatir dengan mikroplastik itu wajar, terutama penelitian terus menemukan keberadaan partikel tersebut di lingkungan dan tubuh manusia. Para peneliti yang diwawancarai Science Friday juga mengingatkan agar calon orang tua tidak sampai mengalami kecemasan berlebihan.
Salah satu alasannya, paparan mikroplastik saat ini sangat sulit dihindari sepenuhnya. Plastik digunakan dalam makanan, kemasan, peralatan rumah tangga, lingkungan kerja, hingga berbagai produk sehari-hari.
Untuk itu, tujuan yang lebih realistis adalah mengurangi paparan yang bisa dikurangi, bukan berusaha menghilangkan seluruh plastik dari kehidupan sehari-hari.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menghindari memanaskan makanan atau minuman menggunakan wadah plastik yang tidak dirancang untuk pemanasan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai jika memungkinkan, serta menggunakan wadah berbahan lain seperti kaca atau stainless steel untuk menyimpan makanan dan minuman.
Langkah-langkah tersebut sebaiknya dipahami sebagai upaya kehati-hatian, bukan sebagai cara yang sudah terbukti dapat mencegah gangguan kehamilan akibat mikroplastik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI.
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
'The Plastic Detox', Kisah para Pejuang Garis Dua Dapatkan Kehamilan dengan Hindari Produk Plastik
Kehamilan
Berapa Lama Waktu Maksimal Ibu Hamil Naik Pesawat? Ini Penjelasannya
Kehamilan
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Kehamilan
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
Kehamilan
6 Manfaat Ikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Ikan Kakap
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mikroplastik Ditemukan dalam Ovarium, Pakar Jelaskan Pengaruhnya untuk Kesuburan
'The Plastic Detox', Kisah para Pejuang Garis Dua Dapatkan Kehamilan dengan Hindari Produk Plastik
Mikroplastik Ditemukan di Cairan Folikel Ovarium dan Air Mani, Apa Pengaruhnya pada Kesuburan?