kehamilan
Kenali Tanda-Tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari
HaiBunda
Jumat, 28 Aug 2026 07:30 WIB
Daftar Isi
- 10 Tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari
- Seperti apa rasa kontraksi menjelang persalinan?
- Apa yang harus dilakukan jika kehamilan lewat HPL 3 hari?
- Perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli
-
Cara membantu mempercepat pembukaan persalinan dari 1 hingga 10
- 1. Mengatur posisi tubuh yang tepat
- 2. Melakukan latihan pernapasan
- 3. Melakukan pijatan dan akupresur
- 4. Mengonsumsi air kelapa muda
- 5. Melakukan gerakan melingkar dengan panggul
- 6. Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3
- 7. Menjaga kondisi emosional tetap positif
- 8. Menggunakan bola senam untuk membantu pergerakan
- 9. Mengonsumsi buah kurma
- 10. Menerapkan teknik relaksasi
- 11. Melakukan aktivitas fisik ringan
- 12. Mengonsumsi jahe
- 13. Berendam atau mandi dengan air hangat
- 14. Berbicara dengan bayi
- 15. Mengikuti kelas atau kursus persiapan persalinan
Persalinan yang menunggu hari biasanya menunjukkan beberapa sinyal yang bisa dirasakan ibu hamil. Yuk, kenali tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari.
Setiap kehamilan memang unik sehingga apa yang dirasakan masing-masing ibu hamil akan berbeda satu sama lain. Secara umum, gejala yang banyak dirasakan jelang persalinan yakni kontraksi, kram, dan tekanan panggul.
Ketika mendekati tanggal persalinan, setiap hari yang dilalui terasa berat ya, Bunda. Apalagi, tanda-tanda persalinan yang dirasakan rasanya semakin menantang. Biasanya, beberapa tanda awal persalinan pun muncul, meski bentuknya random dari satu orang ke orang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada aturan nyata dalam proses persalinan," kata dokter kandungan Jonathan Emery, MD. Dipaparkannya bahwa tanda-tanda tersebut benar-benar bervariasi. Jika kamu mengambil 10 perempuan, kamu akan mendapatkan 10 cerita berbeda tentang bagaimana rasanya bagi mereka sebelum mereka melahirkan, bahkan di antara kehamilan seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.
10 Tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari
Secara umum, ada beberapa tanda awal persalinan yang muncul diantaranya sebagai berikut ya, Bunda:
1. Pecah ketuban
Mengalami tetesan atau bahkan sembuhan dari vagina bisa dialami jelang persalinan. Namun, tidak semua ibu hamil mengalami pecan ketuban sebelum persalinan dimulai. Tetapi, jika kantung ketuban pecah dengan sendirinya, biasanya itu menandakan persalinan sudah di depan mata.
Sekitar 90 persen orang hamil yang sudah cukup bulan (37 minggu atau lebih) secara spontan mulai melahirkan dalam waktu 24 jam setelah air ketuban pecah, seperti dikatakan Dr  Carol J. Grabowski, MD, kepala staf divisi wanita di Long Beach Memorial Medical Center di California, dikutip dari laman Parents.
2. Sakit punggung
Banyak orang merasakan nyeri punggung selama kehamilan. Namun, jika nyeri menjadi sangat menyakitkan atau terlokalisasi di punggung bawah, ini bisa menjadi tanda bahwa Bunda sedang mengalami kontraksi. Biasanya, bayi turun melalui saluran kelahiran dengan wajahnya menempel pada tulang belakang ibunya,"ujar Kay Johnson, CNM, seorang bidan di Atlanta.
"Tapi dalam beberapa kasus, bayi turun dengan tengkoraknya menyentuh tulang belakang. Hasilnya? Nyeri konstan yang mungkin menjalar ke perut tetapi sebagian besar terkonsentrasi di punggung bawah," tambahnya
3. Buang air besar
Hormon kehamilan relaxin juga bisa mendorong proses persalinan dimulai. Hal inilah yang memicu buang air besar atau bahkan diare sebelum persalinan. Meskipun tidak nyaman, hal ini sangat normal terjadi. Pastikan tetap terhidrasi agar persalinan berjalan lancar.
4. Kontraksi
Bunda bisa mengalami kontraksi Braxton Hicks yang cukup serius selama kehamilan. Kontraksi persalinan bisa terjadi secara sporadis di awalnya dan berjarak hingga 20 menit. Namun, Namun, kontraksi-kontraksi ini akan semakin dekat dan semakin kuat seiring waktu. Jika Bunda melihat pola ini, segera hubungi tim medis untuk mendapatkan pertolongan.
5. Dilatasi
Serviks jelang persalinan juga sedang bersiap untuk melahirkan: Ia mulai melebar (terbuka) dan menghilang (menipis) dalam beberapa hari atau minggu sebelum Bunda melahirkan. Pada pemeriksaan mingguan di akhir kehamilan, mengukur dan melacak dilatasi melalui pemeriksaan akan dilakukan, seperti dikutip dari laman Whattoexpect.
6. Penipisan leher rahim
Pada bulan-bulan akhir kehamilan, leher rahim sedianya akan menegang dan menipis. Hal ini menjadi tanda bahwa bagian bawah rahim sedang bersiap untuk melahirkan. Sebab leher rahim yang tipis membuatnya lebih mudah melebar.
7. Penurunan
Bagi sebagian ibu, bayi seperti semakin menurun ke panggul beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Bayi tersebut biasanya sedang mengambil posisi untuk keluar. Idealnya, bayi dengan kepala menunduk dan rendah, bukan dalam posisi sungsang.
8. Nesting
Keinginan para ibu jelang persalinan sangat meningkat terutama untuk mempersiapkan rumah bagi bayinya. Bisa jadi, Bunda akan merasa penuh energi saat terbangun tidur di sutu ari dan membuat deretan daftar hal-hal yang akan dilakukan, dan lainnnya. Biasanya, hal ini muncul jelang persalinan, Bun.
9. Penurunan berat badan
Jelang persalinan, penurunan berat badan bisa terjadi. Hal ini sangatlah normal dan tidak akan memengaruhi berat lahir bayi. Pertumbuhan berat badannya masih meningkat tetapi berat badan ibu menurun karena kadar cairan ketuban yang lebih rendah, lebih sering ke kamar mandi, dan aktivitas yang meningkat.
10. Sering buang air kecil
Tekanan pada kandung kemih karena penurunan posisi bayi ke posisi yang lebih rendah membuat ibu hamil jadi sering buang air kecil. Perasaan ini tentunya semakin meningkatkan seiring persalinan yang semakin dekat.
Seperti apa rasa kontraksi menjelang persalinan?
Kontraksi menjelang persalinan rasanya luar biasa ya, Bunda. Apalagi, semakin mendekati persalinan, kontraksinya semakin kuat dan lebih sering terjadi. Sebenarnya, seperti apa rasa kontraksi menjelang persalinan?
1. Terasa seperti kram menstruasi
Kontraksi merupakan pengencangan ritmis dan relaksasi otot-otot di rahim. Biasanya, rasanya mirip ketika Bunda bisa mengencangkan kepalan tangan lalu melepaskan ketegangan dan merilekskan kembali tangan tersebut. Selain itu, rasa kontraksi juga bisa berwujud seperti kram menstruasi yang datang dan pergi nyerinya serta menjadi lebih kuat seiring waktu.
2. Perut terasa kembung dan penuh
Perut terasa kembung dan penuh biasa terjadi terutama jelang persalinan. Hal ini umum terjadi karena hormon dan tekanan yang diberikan bayi pada saluran pencernaan.
3. Muncul rasa tidak nyaman di seluruh perut
Nyeri persalinan melibatkan kontraksi otot yang intens di rahim Anda. "Ada rasa sesak yang tidak nyaman di perut saat melahirkan, di mana seluruh perut terasa keras," kata Dr Paul du Treil, MD, seorang obgyn di Touro Infirmary, New Orleans, dikutip dari laman Parents.
4. Nyeri semakin kuat dan intens
Semakin jelang persalinan, rasa nyeri semakin kuat dan intens. Nyeri yang menyertainya seringkali lebih tajam daripada kontraksi, yang biasanya digambarkan sebagai nyeri perut di seluruh tubuh, mirip dengan kram menstruasi.
Apa yang harus dilakukan jika kehamilan lewat HPL 3 hari?
Ketika kehamilan sudah lewat HPL 3 hari atau bahkan lebih, Bunda kemungkinan akan direkomendasikan melakukan tes yang mengukur detak jantung bayi. Tes tersebut akan dikombinasikan dengan pemeriksaan USG untuk memeriksa detak jantung, pernapasan, tonus otot, dan gerakan bayi. Selain itu, cairan ketuban  juga biasanya akan diperiksa.
Berdasarkan tes tersebut, tim medis akan mungkin akan merekomendasikan induksi persalinan. Induksi persalinan ini guna memulai kontraksi rahim sebelum persalinan dimulai dengan sendirinya, seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.
Perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli
Kontraksi persalinan memang sering kali datang bahkan sebelum waktu persalinan. Karenanya, memahami perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli seperti di bawah ini menjadi penting. Simak perbedaannya yuk, Bunda:
1. Waktu terjadinya kontraksi
Waktu kontraksi merupakan komponen besar untuk mengenali perbedaaan antara persalinan palsu dan asli. Perbedaan lainnya yakni kontraksi akan berubah seiring Bunda berganti posisi, seperti berhenti saat bergerak atau beristirahat. seperti dikutip dari laman Intermountainhealthcare.
2. Sensasi kontraksi yang dirasakan
Jika persalinan tersebut palsu, biasanya kontraks menunjukkan ciri-ciri berikut:
- Kontraksi tidak datang secara teratur dan tidak menjadi lebih dekat satu sama lain
- Kontraksi berhenti dengan berjalan atau beristirahat atau dengan perubahan posisi
- Kontraksi biasanya lemah dan tidak menjadi lebih kuat, atau memulai dengan kuat lalu semakin lemah
- Biasanya, kontraksi tersebut rasa sakitnya hanya terasa di bagian depan
Pada kontraksi persalinan yang asli, biasanya akan menunjukkan ciri-ciri berikut:
- Kontraksi datang dan semakin dekat seiring waktu
- Kontraksi terus berlanjut tanpa memandang gerakan atau istirahat
- Kontraksi secara bertahap menjadi lebih kuat
- Kontraksi mulai dari belakang dan bergerak ke depan
3. Lamanya kontraksi
Pada kontraksi asli, lama kontraksi bisa berlangsung sekira 30-70 detik setiap kontraksinya. Sementara pada kontraksi palsu, frekuensinya tidak teratur.
Cara membantu mempercepat pembukaan persalinan dari 1 hingga 10
1. Mengatur posisi tubuh yang tepat
Mengatur posisi tubuh yang tepat dapat membuka mempercepat pembukaan persalinan. Untuk itu, seringlah bergerak dan mengatur posisi yang nyaman. Misalnya dengan berdiri, berlutut, dan jongkok, guna mengurangi ketidaknyamanan dan mempercepat persalinan.
2. Melakukan latihan pernapasan
Pernapasan yang terpola dapat membantu Bunda fokus menghadapi kontraksi. Dengan mengambil napas lambat di antara kram yang hebat juga bisa membantu tubuh beristirahat dan rileks.
3. Melakukan pijatan dan akupresur
Pertimbangkan untuk melakukan pijatan dan akupresur guna membantu mempercepat persalinan. Pijatan dapat membuat tubuh lebih rileks dan akupresur dapat menekan titik-titik tertentu dan bisa membantu mengencerkan serviks serta memicu persalinan.
4. Mengonsumsi air kelapa muda
Air kelapa muda tidak sekadar menyegarkan tetapi mengandung elektrolit alami di dalamnya. Kandungan tersebut dapat membantu Bunda dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan merangsang kontraksi rahim.
5. Melakukan gerakan melingkar dengan panggul
Gerakan melingkar panggul dapat membantu mengurangi kekakuan pada otot-otot panggul dan merangsang pembukaan. Lakukan gerakan tersebut dengan perlahan agar tetap aman.
6. Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3
Kandungan omega 3 diketahui dapat membantu meningkatkan elastisitas jaringan tubuh, termasuk serviks. Makanan seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian mengandung omega-3 bisa menjadi alternatif makanan untuk mempercepat persalinan.
7. Menjaga kondisi emosional tetap positif
Emosi yang stabil diketahui dapat meredakan ketegangan dan membantu mengurangi stres. Dapatkan support dari anggota keluarga dan juga pasangan serta rekan-rekan guna memberikan kenyamanan dan lingkungan yang positif dalam menyambut kelahiran Si Kecil.
8. Menggunakan bola senam untuk membantu pergerakan
Melatih keseimbangan dengan bantuan bola  senam bisa menjadi pilihan yang baik. Latihan tersebut tidak saja membuat tubuh fit tetapi juga mempercepat proses pembukaan.
9. Mengonsumsi buah kurma
Pada usia 36 minggu, makan beberapa butir kurma per hari bisa membantu mempercepat persalinan. Kurma kaya akan karbohidrat (gula sederhana), sehingga bagi para penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter seperti dikutip dari laman Mcmidwives.
10. Menerapkan teknik relaksasi
Mempraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi bisa membantu Bunda lebih tenang dan mengurangi ketegangan. Sehingga, Bunda pun bersiap memasuki kondisi prima jelang persalinan.
11. Melakukan aktivitas fisik ringan
Aktivitas fisik ringan dapat menjadi alternatif dalam mempercepat pembukaan. Bunda bisa sekadar berjalan-jalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya yang membantu kebugaran tubuh.
12. Mengonsumsi jahe
Jahe memiliki sifat pemanas dan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke daerah panggul. Bunda pun dapat memanfaatkan minuman jahe hangat guna merangsang pembukaan.
13. Berendam atau mandi dengan air hangat
Berendam sangat membantu dalam meningkatkan kenyamanan selama persalinan. Bunda pun jadi lebih rileks menghadapi persalinan.
14. Berbicara dengan bayi
Berbicara dengan bayi dalam kandungan dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini dapat membantu mempercepat kontraksi rahim.
15. Mengikuti kelas atau kursus persiapan persalinan
Untuk membantu persiapan persalinan, Bunda hamil juga disarankan mengikuti kelas persalinan. Kelas ini sudah dapat diikuti sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman Melahirkan Anak Pertama
Kehamilan
Kisah Bunda yang Bingung Masih Merasa Mulas dan Kesakitan setelah Melahirkan, Ternyata Kontraksi Rahim
Kehamilan
Bunda, Ketahui yuk Apa Saja yang Dialami Bayi sejak Kontraksi hingga Dilahirkan
Kehamilan
8 Cara Alami Induksi Persalinan, Makan Kurma Bisa Dicoba Bun
Kehamilan
Bumil, Ini 5 Perbedaan Kontraksi Asli dan Palsu Jelang Melahirkan
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli
AS Beri Gelang Khusus pada Ibu Pasca Melahirkan Guna Cegah Depresi Postpartum
Berapa Lama Masa Postpartum Berlangsung Pasca Bunda Melahirkan?