kehamilan
Berapa Lama Masa Postpartum Berlangsung Pasca Bunda Melahirkan?
HaiBunda
Kamis, 27 Aug 2026 07:30 WIB
Daftar Isi
Setelah Si Kecil lahir, bukan berarti tubuh Bunda langsung kembali seperti sebelum hamil. Justru, ada masa pemulihan yang cukup panjang setelah persalinan. Mulai dari rahim yang perlahan mengecil, darah nifas, luka persalinan, perubahan hormon, sampai kondisi emosional yang naik turun.
Periode inilah yang dikenal sebagai masa postpartum atau masa setelah melahirkan. Lantas, berapa lama sebenarnya masa postpartum berlangsung?
Berapa lama masa postpartum berlangsung?
Secara umum, enam minggu pertama setelah melahirkan merupakan periode penting dalam masa postpartum atau postnatal. World Health Organization (WHO) secara khusus memberikan rekomendasi perawatan ibu dan bayi selama enam minggu pertama setelah persalinan. Namun, Bunda perlu tahu bahwa enam minggu bukan berarti tubuh sudah pulih sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memandang masa postpartum sebagai proses yang berkelanjutan. ACOG merekomendasikan kontak dengan tenaga kesehatan dalam tiga minggu pertama setelah persalinan dan pemeriksaan postpartum yang komprehensif paling lambat 12 minggu setelah melahirkan.
Jadi, proses pemulihan setiap Bunda bisa berbeda. Ada yang mulai merasa lebih bugar dalam beberapa minggu, tetapi ada pula yang masih mengalami perubahan fisik dan emosional hingga berbulan-bulan.
|
Baca Juga : Cegah Postpartum Depression Sejak Masa Kehamilan
|
Apa yang terjadi pada tubuh Bunda selama postpartum?
Setelah melahirkan, tubuh Bunda mengalami berbagai perubahan untuk kembali ke kondisi sebelum hamil.
1. Rahim perlahan kembali ke ukuran semula
Selama kehamilan, rahim membesar untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan Si Kecil. Setelah persalinan, rahim secara bertahap berkontraksi dan mengecil.
Proses ini disebut involusi uterus. Bunda mungkin merasakan kram atau mulas, terutama ketika menyusui. Hal ini dapat terjadi karena hormon oksitosin membantu rahim berkontraksi.
2. Darah nifas mulai keluar
Bunda juga akan mengalami lokia atau darah nifas, yaitu keluarnya darah dan jaringan dari rahim setelah melahirkan. Pada awalnya, lokia biasanya berwarna merah dan jumlahnya lebih banyak. Seiring waktu, jumlahnya akan berkurang dan warnanya dapat berubah sebelum akhirnya berhenti.
Perubahan ini merupakan bagian normal dari pemulihan. Namun, jika perdarahan tiba-tiba sangat banyak atau disertai pusing, lemas, demam, maupun nyeri hebat, Bunda perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
3. Luka persalinan membutuhkan waktu untuk sembuh
Bunda yang melahirkan secara normal mungkin mengalami robekan perineum atau menjalani episiotomi. Sementara itu, persalinan caesar meninggalkan luka sayatan di perut.
Luka tersebut membutuhkan waktu untuk sembuh dan perlu dirawat dengan baik. WHO merekomendasikan pemeriksaan kondisi perineum maupun luka operasi caesar sebagai bagian dari perawatan setelah melahirkan.
4. Hormon mengalami perubahan
Setelah plasenta keluar, kadar hormon kehamilan mengalami perubahan secara drastis. Kondisi ini dapat memengaruhi suasana hati Bunda.
Tidak sedikit ibu yang merasa lebih sensitif, mudah menangis, lelah, atau kewalahan setelah melahirkan. Perubahan emosi ringan dapat terjadi, tetapi Bunda tetap perlu memperhatikan kondisi mental.
WHO merekomendasikan perhatian terhadap depresi dan kecemasan selama masa postpartum karena kesehatan mental merupakan bagian penting dari pemulihan setelah persalinan.
Tahapan masa postpartum dari minggu ke minggu
Setiap Bunda tentu memiliki pengalaman yang berbeda. Namun, secara umum, gambaran pemulihannya bisa seperti berikut.
Minggu pertama
Tubuh masih berada dalam fase pemulihan awal. Darah nifas biasanya masih keluar, rahim mulai berkontraksi, dan luka persalinan masih terasa nyeri atau tidak nyaman.
Di waktu yang sama, Bunda juga mulai beradaptasi dengan menyusui, perubahan pola tidur, serta kebutuhan Si Kecil yang harus dirawat hampir sepanjang waktu.
Minggu kedua
Perdarahan nifas umumnya mulai berkurang. Rasa nyeri akibat persalinan juga perlahan membaik, meskipun beberapa Bunda masih merasa mudah lelah. Bunda tetap perlu memperhatikan kondisi luka, perdarahan, demam, dan perubahan suasana hati.
Minggu ketiga hingga kelima
Sebagian Bunda mulai merasa lebih nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, bukan berarti tubuh sudah sepenuhnya pulih.
Kelelahan, perubahan berat badan, perubahan payudara, masalah tidur, hingga perubahan emosional masih dapat dirasakan.
Sekitar minggu keenam
Minggu keenam sering menjadi salah satu waktu penting untuk pemeriksaan postpartum. Dokter atau tenaga kesehatan dapat mengevaluasi pemulihan tubuh, kondisi luka, perdarahan, menyusui, kesehatan mental, hingga kebutuhan kontrasepsi.
Namun, jika Bunda masih memiliki keluhan setelah enam minggu, bukan berarti harus dibiarkan. Pemeriksaan lanjutan tetap dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Apakah setelah 6 minggu Bunda sudah pulih sepenuhnya?
Belum tentu, Bunda. Enam minggu lebih tepat dipahami sebagai periode penting dalam perawatan awal setelah melahirkan, bukan batas waktu mutlak bahwa seluruh tubuh Bunda sudah kembali seperti sebelum hamil.
ACOG bahkan memperkenalkan konsep “trimester keempat” untuk menggambarkan periode setelah persalinan. Dalam panduannya, perawatan postpartum tidak hanya dilakukan melalui satu kali kunjungan pada minggu keenam, tetapi merupakan proses berkelanjutan hingga setidaknya 12 minggu dan dapat berlangsung lebih lama sesuai kondisi ibu.
Artinya, kalau setelah enam minggu Bunda masih merasa mudah lelah, belum nyaman beraktivitas seperti biasa, mengalami perubahan tubuh, atau masih beradaptasi secara emosional, kondisi tersebut tidak otomatis berarti ada masalah. Yang terpenting adalah Bunda tetap mendapatkan pemantauan dan bantuan medis jika diperlukan.
Kapan bunda perlu segera ke dokter?
Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya jika muncul tanda bahaya setelah melahirkan.
Bunda perlu segera mendapatkan pertolongan medis jika mengalami perdarahan sangat banyak, demam, nyeri hebat, luka persalinan yang tampak terinfeksi, sesak napas, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, kejang, atau perubahan kondisi mental yang sangat mengkhawatirkan.
Gangguan kesehatan mental setelah melahirkan juga tidak boleh disepelekan. Jika Bunda merasa sangat sedih, cemas berlebihan, tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi, segera cari bantuan profesional.
WHO merekomendasikan perawatan setelah melahirkan dimulai pada 24 jam pertama, kemudian dilanjutkan dengan kontak pada 48–72 jam, hari ke-7–14, dan sekitar minggu keenam.
Sementara itu, ACOG merekomendasikan kontak dengan tenaga kesehatan dalam tiga minggu pertama dan pemeriksaan postpartum komprehensif paling lambat 12 minggu setelah persalinan.
Pemeriksaan tersebut bukan hanya untuk mengecek luka persalinan. Dokter juga dapat mengevaluasi tekanan darah, perdarahan, pemulihan rahim, kondisi menyusui, kesehatan mental, kontrasepsi, hingga masalah kesehatan lain yang mungkin muncul setelah melahirkan.
Berapa lama masa postpartum berlangsung?
Secara umum, enam minggu pertama setelah melahirkan merupakan periode postpartum atau postnatal yang sangat penting. Namun, proses pemulihan tubuh Bunda tidak memiliki batas waktu yang sama untuk setiap orang.
WHO menggunakan enam minggu pertama sebagai periode penting untuk perawatan setelah melahirkan, sementara ACOG menekankan bahwa perawatan postpartum merupakan proses berkelanjutan dan pemeriksaan komprehensif dilakukan paling lambat 12 minggu setelah persalinan.
Jadi, Bun, jangan merasa harus langsung kembali seperti sebelum hamil hanya karena sudah melewati 6 minggu. Tubuh baru saja melalui perjalanan panjang selama kehamilan dan persalinan. Beri waktu untuk pulih, cukup istirahat sebisa mungkin, konsumsi makanan bergizi, minta bantuan ketika membutuhkan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika ada keluhan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ketahui Beda Postpartum dan Perimenopause, dari Tanda hingga Penyebabnya
Kehamilan
3 Komplikasi Setelah Melahirkan yang Sebaiknya Bunda Waspadai
Kehamilan
Dukungan Keluarga Bantu Cegah Depresi Postpartum
Kehamilan
Mengulik Joriwon, Fasilitas Mewah & Nyaman untuk Bunda Pasca Melahirkan di Korea
Kehamilan
Pentingnya Kunjungan Masa Nifas ke Dokter Setelah Bunda Melahirkan
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
8 Kebiasaan Ini Terbukti Ampuh Cegah Depresi setelah Melahirkan, Bisa Dilakukan sejak Hamil
Alyssa Daguise Curhat Rambutnya Rontok Pasca Melahirkan, Relate Bun?
AS Beri Gelang Khusus pada Ibu Pasca Melahirkan Guna Cegah Depresi Postpartum