kehamilan
Skandal IVF di Siprus, 30 Anak Diduga Terlahir dari Donor Sperma yang Tak Dipilih Orang Tua
HaiBunda
Kamis, 27 Aug 2026 17:55 WIB
Daftar Isi
Skandal IVF di Siprus kembali menjadi sorotan setelah jumlah anak yang diduga terdampak masalah donor dilaporkan berpotensi mencapai 30 orang. Anak-anak tersebut diduga dikandung menggunakan sperma atau sel telur dari donor yang berbeda dari donor yang diyakini telah dipilih oleh orang tua mereka.
Mengutip laman Greekreporter, skandal IVF di Siprus mencuat setelah sejumlah keluarga asal Inggris yang menjalani perawatan kesuburan di klinik-klinik di wilayah utara Siprus yang diduduki Turki melakukan tes DNA.Â
Hasil pemeriksaan genetik tersebut dilaporkan menunjukkan ketidaksesuaian antara latar belakang genetik anak dan informasi mengenai donor yang sebelumnya diberikan kepada orang tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, angka hingga 30 anak skandal IVF di Siprus tersebut masih merupakan jumlah yang dilaporkan dan belum ditetapkan sebagai jumlah resmi. Penyelidikan mengenai dugaan ketidaksesuaian donor masih berlangsung untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Skandal IVF di Siprus diduga berdampak hingga 30 anak
Skandal IVF di Siprus pertama kali mendapat perhatian luas setelah penyelidikan BBC mengungkap sejumlah keluarga Inggris yang mempertanyakan asal-usul genetik anak mereka.
Dalam beberapa kasus, keluarga melakukan tes DNA bertahun-tahun setelah menjalani program bayi tabung. Hasilnya kemudian menimbulkan dugaan bahwa sperma atau sel telur yang digunakan dalam proses IVF bukan berasal dari donor yang diyakini telah dipilih.
Pada tahap awal, setidaknya tujuh anak dikaitkan dengan dugaan ketidaksesuaian tersebut. Namun, laporan terbaru menyebut jumlah anak yang berpotensi terdampak dapat mencapai 30 orang. Sebagian besar anak yang dikaitkan dengan kasus ini dilaporkan berasal dari keluarga Inggris yang bepergian ke Siprus Utara untuk mendapatkan layanan perawatan kesuburan.
Meski demikian, penting untuk membedakan antara jumlah anak yang berpotensi terdampak dengan jumlah kasus yang telah dikonfirmasi. Sampai penyelidikan selesai, belum dapat dipastikan secara resmi berapa banyak anak yang benar-benar lahir menggunakan materi donor yang berbeda dari pilihan orang tua.
Jejak dugaan kesalahan donor semakin meluas
Mengutip laman Firstpost, 30 anak yang teridentifikasi dalam penyelidikan terbaru, sekitar setengahnya lahir setelah menjalani perawatan di Dogus IVF Centre. Tiga orang, Dr. Firdevs Uguz Tip, Dr. Sevket Alpturk, dan koordinator pasien Julie Hodson terlibat dalam penanganan banyak pasien yang kasusnya kini tengah diperiksa.
Para orang tua menduga mereka telah mendapatkan informasi yang menyesatkan mengenai donor yang digunakan selama proses perawatan. Dr. Firdevs membantah melakukan kesalahan, sementara Alpturk dan Hodson belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Dugaan ini tidak hanya berkaitan dengan kesalahan administratif sederhana. Sebanyak 11 dari 30 anak telah menjalani tes DNA komersial, dengan hasil yang menunjukkan adanya garis keturunan genetik dari Turki atau negara-negara di sekitarnya.Â
Padahal, orang tua mereka sebelumnya memilih donor dari Eropa Barat. Kondisi tersebut membuat sejumlah keluarga mempertanyakan apakah donor yang mereka pilih benar-benar digunakan dalam proses IVF.
Dampak dari kesalahan atau skandal ini sangat personal bagi para orang tua. Donor bukan sekadar informasi medis yang bersifat anonim. Riwayat genetik donor dapat menentukan apa yang diketahui seorang anak tentang asal-usul keluarganya, risiko penyakit yang mungkin diwariskan, serta identitas biologisnya.
Mengapa Siprus Utara menjadi pusat perawatan kesuburan?
Bagi pasangan asal Inggris yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak, menjalani IVF di luar negeri dapat menjadi pilihan yang menarik karena biaya perawatannya bisa jauh lebih murah dibandingkan di Inggris. Selain itu, klinik di luar negeri sering menawarkan pilihan donor yang lebih beragam.
Siprus Utara kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi populer untuk menjalani perawatan kesuburan. Klinik-klinik di wilayah tersebut menawarkan paket perawatan dengan harga terjangkau, tingkat keberhasilan yang tinggi, serta akses terhadap donor sperma dan sel telur anonim dari berbagai negara.
Namun, faktor-faktor yang membuat wilayah tersebut menarik bagi pasien internasional justru dapat menimbulkan risiko.
Siprus Utara secara internasional hanya diakui oleh Turki dan berada di luar kerangka hukum Uni Eropa. Klinik-klinik kesuburan di wilayah tersebut beroperasi di bawah sistem regulasi yang tidak memberikan pengawasan independen seperti yang tersedia bagi pasien di Inggris.
Kelalaian atau sesuatu yang disengaja?
Para ahli kesuburan menyebut jumlah kasus yang diduga terjadi tersebut mengejutkan. Penggunaan donor yang salah secara tidak sengaja dalam prosedur IVF dianggap sebagai kejadian yang sangat jarang. Karena itu, munculnya dugaan serupa yang melibatkan puluhan anak menimbulkan pertanyaan yang jauh lebih serius mengenai bagaimana klinik-klinik tersebut menjalankan prosedur mereka.
Para ahli mengatakan kesalahan dalam skala sebesar ini dapat mengindikasikan adanya kelalaian atau bahkan tindakan penipuan yang disengaja.
Bagi keluarga yang terdampak, tes DNA hanya dapat menjawab sebagian dari pertanyaan mereka. Tes tersebut mungkin dapat menunjukkan bahwa donor yang seharusnya digunakan ternyata bukan donor yang digunakan, tetapi tidak selalu dapat mengungkap siapa donor sebenarnya atau memberikan informasi riwayat medis lengkap tentang donor tersebut.
Penyelidikan dibuka di Siprus Utara
Pihak berwenang di wilayah utara Siprus yang diduduki Turki dilaporkan telah membuka penyelidikan setelah dugaan tersebut muncul ke publik. Salah satu pertanyaan utama yang masih harus dijawab adalah bagaimana ketidaksesuaian donor tersebut bisa terjadi.
Sejumlah kemungkinan masih perlu diperiksa, termasuk kesalahan administratif, masalah pencatatan atau pelabelan, kegagalan dalam sistem pelacakan materi donor, maupun faktor lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menetapkan bahwa materi donor sengaja ditukar atau diganti.
Pihak-pihak yang berkaitan dengan klinik yang disebut dalam laporan sebelumnya juga telah membantah adanya dugaan pelanggaran. Karena itu, seluruh informasi mengenai kasus ini masih perlu dipandang sebagai bagian dari proses penyelidikan. Dugaan tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti secara hukum sebelum investigasi dan proses terkait memberikan kesimpulan. Meski begitu kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Dapat Donor Sperma, Natalie Imbruglia Melahirkan di Usia 44 Tahun
Kehamilan
Viral Kasus Donor Sperma di Eropa, 197 Anak Lahir dengan Risiko Gen Kanker
Kehamilan
Ketahui Serba-serbi Tes DNA, Benarkah Dapat Dilakukan Sejak Masa Kehamilan?
Kehamilan
Kisah Nyata Pria Pendonor Sperma Hasilkan 67 Anak di Eropa Ternyata Turunkan Gen Kanker Langka
Kehamilan
Jadi Ayah dari Lebih 500 Anak, Pria Belanda Diminta Setop Donor Sperma & Didenda Rp1,4 M
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Viral Kasus Donor Sperma di Eropa, 197 Anak Lahir dengan Risiko Gen Kanker
Kisah Bunda Salah Melahirkan Bayi Orang Lain, Berakhir Tuntut Klinik Kesuburan
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya