kehamilan
Model Australia Ini Hamil setelah 20 Kali Program IVF selama 5 Tahun
HaiBunda
Senin, 24 Aug 2026 21:35 WIB
Daftar Isi
Model Australia hamil setelah 20 IVF menjadi kabar bahagia yang mengiringi perjalanan panjang Erin Holland dan suaminya, Ben Cutting. Setelah bertahun-tahun menghadapi masalah kesuburan, menjalani puluhan siklus program bayi tabung (IVF), hingga mengalami keguguran dan kehamilan ektopik, pasangan ini akhirnya menyambut kelahiran anak pertama mereka.
Erin Holland, 37 tahun, dan Ben Cutting, 39 tahun, mengumumkan kelahiran anak pertama mereka pada 18 Agustus melalui foto-foto yang di unggah di akun instagramnya.
Dalam sejumlah foto, keduanya terlihat menggendong bayi mereka. Ada pula momen Erin yang tampak menyusui Si Kecil di atas tempat tidur serta foto tangan mungil bayi yang menggenggam jari orang tuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba, semuanya jadi masuk akal. Ternyata, sejak awal memang kamulah orangnya," tulis Erin Holland dikutip dari laman Nine.
Perjalanan model Australia hamil setelah 20 IVF
Perjalanan Erin Holland dan pemain kriket profesional berusia 39 tahun tersebut tidaklah mudah. Dalam podcast Something To Talk About pada Mei lalu, Holland membeberkan bahwa mereka menjalani perjuangan kesuburan dan program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) selama bertahun-tahun.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan sang suami telah menjalani 20 kali siklus IVF, lima kali pengambilan sel telur, tujuh kali transfer embrio, empat kali keguguran, serta satu kehamilan ektopik.
"Menurut saya, bagian tersulit dari infertilitas dan kehilangan kehamilan adalah hilangnya kepolosan indah ketika melihat dua garis pada tes kehamilan," ungkap Erin kepada pembawa acara Sarrah Le Marquand.
Menurutnya, ketika pertama kali melihat dua garis pada alat tes kehamilan, perasaan yang muncul adalah bahagia dan penuh kegembiraan. Namun, pengalaman kehilangan membuat perasaan tersebut perlahan berubah menjadi kewaspadaan.
“Memasuki kali ketiga dan keempat, Anda mulai merasa seolah-olah hasil tes itu sedang mempermainkan Anda,” tuturnya.
Trauma dan rasa cemas selama kehamilan
Erin Holland mengaku kerap merasa cemas sepanjang masa kehamilannya. Akibat riwayat kehilangan kehamilan bertubi-tubi, ia kerap diliputi rasa takut akan datangnya musibah lain.
"Saya merasa sepanjang waktu hanya menunggu sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, dan itu benar-benar menyedihkan," tuturnya.
Seiring kehamilannya berjalan dan kondisi janin tetap baik, Erin perlahan mulai bisa menikmati kehamilan tersebut.
"Sekarang saya mulai merasa bersemangat, dan itu menyenangkan. Apalagi kami sudah sejauh ini dalam kehamilan dan semuanya berjalan dengan baik," kata Erin Holland.
Umumkan kehamilan saat usia kandungan 23 minggu
Erin Holland dan Ben Cutting juga memilih untuk tidak langsung mengumumkan kehamilan kepada publik. Keduanya baru membagikan kabar tersebut setelah usia kehamilan mencapai 23 minggu.
Keputusan itu tidak terlepas dari pengalaman kehilangan kehamilan yang pernah dialami Erin. Baginya, tantangan terbesar bukan hanya bisa mendapatkan kehamilan, tetapi juga mempertahankannya.
Erin Holland bahkan mengaku bahwa dirinya belum sempat benar-benar membayangkan seperti apa rasanya menjadi seorang ibu karena selama bertahun-tahun fokusnya adalah bagaimana agar bisa hamil dan mempertahankan kehamilan.
Perjuangan Erin Holland dan Ben Cutting untuk memiliki anak juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Erin sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka telah menghabiskan sekitar 150.000 dolar Australia untuk menjalani berbagai prosedur IVF.
Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, jumlah tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar, tergantung nilai tukar mata uang.
Bertahun-tahun mengalami infertilitas mengubah cara pandang Erin Holland
Erin Hollan mengatakan, setelah membagikan kisah perjuangan kesuburannya kepada publik, ia menyadari bahwa ternyata banyak orang mengalami perjalanan serupa dalam diam.
"Saya rasa hal yang paling saya sadari setelah membagikan kisah saya kepada masyarakat luas adalah betapa banyak orang yang mengalami perjuangan seperti ini dan memilih menghadapinya dalam diam," tuturnya.
Menurut Erin, keberhasilan mendapatkan kehamilan juga tidak otomatis membuat seluruh kekhawatiran berakhir.
Ia menyadari bahwa seseorang yang telah mengalami kesulitan untuk hamil masih dapat menghadapi berbagai tantangan selama kehamilan, persalinan, hingga masa awal kehidupan anak.
"Dan hanya karena seseorang mengalami kesulitan untuk hamil, bukan berarti kehamilannya akan berjalan lancar. Itu juga bukan berarti proses persalinannya akan berjalan dengan mudah, atau masa awal kehidupan anaknya akan berjalan tanpa kendala. Saya rasa saya sangat menyadari hal itu," kata Erin.
"Saya hanya terus menunggu datangnya bencana berikutnya, dan saya tahu itu terdengar buruk," imbuhnya.
Kisah model Australia hamil setelah 20 IVF tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan setiap pasangan dalam mendapatkan keturunan dapat berbeda-beda.
Bagi Erin dan Ben, perjalanan tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi akhirnya membawa mereka pada momen yang selama ini dinantikan: menjadi orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Kehamilan
5 Tips Kelola Stres dan Emosi Selama Jalani Program Bayi Tabung
Kehamilan
Ketahui Berbagai Risiko Menunda Kehamilan, Mulai dari Kesuburan hingga Kondisi Bayi
Kehamilan
5 Pertimbangan sebelum Putuskan Menjalani Program Bayi Tabung, Semangat Bun!
Kehamilan
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan
Terjadi lagi, Dokter di Belanda Gunakan Sperma Sendiri untuk Program IVF Pasiennya
Jadi Bayi IVF Pertama di AS, Elizabeth Carr Masih Sering Dapat Pertanyaan Aneh setelah 44 Tahun