kehamilan
Studi Ungkap Keguguran Lebih Umum dari Perkiraan, 1 dari 3 Perempuan Pernah Mengalaminya
HaiBunda
Jumat, 21 Aug 2026 07:30 WIB
Keguguran dapat meninggalkan kesedihan yang mendalam. Bagi sebagian perempuan, kehilangan janin di dalam kandungan bisa menghadirkan kekecewaan dan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Tak banyak yang tahu, keguguran ternyata adalah peristiwa yang umum terjadi, Bunda. Menurut studi baru dari Australian Institute of Health and Welfare (AIHW), 1 dari 3 perempuan yang melahirkan pada tahun 2022 sebelumnya pernah mengalami keguguran.
Studi ini menganalisis data dari lima negara bagian dan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan hampir 1 dari 3 perempuan yang melahirkan pada tahun 2022 sebelumnya pernah mengalami setidaknya satu kali keguguran. Sementara itu, 1 dari 10 perempuan pernah mengalami dua kali keguguran atau lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkiraan sebelumnya menemukan bahwa antara 1 dari 4 dan 1 dari 5 kehamilan berakhir dengan keguguran. Meskipun studi pendahuluan ini memberikan gambaran tentang prevalensi keguguran, dan bahwa keguguran sebelum usia kehamilan 20 minggu adalah hal yang umum, data tersebut tidak merinci pengalaman berdasarkan kelompok demografis atau lokasi geografis.
"Kesenjangan dalam data tentang prevalensi dan perawatan keguguran kehamilan berarti masih banyak yang perlu dipelajari tentang pengalaman-pengalaman ini," kata juru bicara AIHW, Deanna Eldridge.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini adalah studi pendahuluan, tetapi ini adalah langkah pertama yang sangat penting," ungkap salah satu pendiri dan direktur eksekutif Early Pregnancy Loss Coalition, Isabelle Oderberg.
Pengalaman kaum muda terkait keguguran
Meskipun data tersebut tidak memberikan wawasan tentang seberapa umum keguguran terjadi pada warga Australia yang lebih muda, Oderberg mengatakan ada bukti anekdot yang menunjukkan bahwa jenis kehilangan ini berdampak berbeda pada orang-orang usia muda.
"Saya rasa keguguran sering kali dianggap remeh secara umum. Tetapi saya pikir ketika masih muda dan seorang profesional medis melihat seseorang belum tentu berada di akhir perjalanan reproduksinya, mereka cenderung lebih meremehkannya," ujar Oderberg.
Pengalaman yang sama juga dialami oleh Laura Baxter. Di usia 24 tahun, ia mengalami keguguran. Baxter menggunakan pil kontrasepsi dan tidak menyadari dirinya hamil ketika mulai mengalami pendarahan hebat dan rasa sakit yang luar biasa.
"Rasa sakitnya sangat berbeda, dan saya langsung jatuh ke lantai," kata Baxter.
Setelah memeriksakan ke dokter, Baxter baru tahu dirinya mengalami keguguran. Dokter menemukan sisa jaringan kehamilan yang masih tertinggal pada hasil USG.
Baxter mengatakan bahwa sang dokter memperlakukan kegugurannya sebagai kejadian biasa. Ketika Baxter menjadi emosional, dokter itu berkata kepadanya, "Saya rasa ini memang sedikit terasa seperti kehilangan."
Baxter kemudian diminta untuk membiarkan perdarahannya keluar untuk menghilangkan sisa jaringan. Baxter mengatakan pengalaman itu membuatnya merasa diabaikan dan seolah-olah kegugurannya telah diremehkan.
Apa itu keguguran?
Melansir dari laman Cleveland Clinic, keguguran adalah hilangnya kehamilan sebelum minggu ke-20. Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan.
Keguguran sering terjadi karena masalah pada kromosom yang menghentikan perkembangan kehamilan secara normal. Kehilangan kehamilan adalah pengalaman yang sangat pribadi. Setiap perempuan mungkin membutuhkan waktu yang berbeda untuk memproses keguguran tersebut.
Terkadang, seorang perempuan tidak mengetahui tanda atau gejala keguguran sama sekali. Pada kebanyakan kasus, keguguran mungkin baru diketahui saat pemeriksaan USG.
- Perdarahan vagina, yang mungkin dimulai dengan ringan dan kemudian menjadi lebih berat, termasuk kemungkinan keluarnya jaringan atau gumpalan darah.
- Kram atau nyeri di perut bagian bawah, lebih kuat daripada nyeri saat menstruasi.
- Nyeri punggung bawah yang berkisar dari ringan hingga berat.
Demikian studi terbaru yang membahas tentang keguguran. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Cara Menjelaskan kepada Si Kakak bila Bunda Alami Keguguran
Kehamilan
4 Penyebab Keguguran yang Perlu Bunda Waspadai di Awal Kehamilan
Kehamilan
6 Jenis Keguguran dan Cara Mengurangi Risikonya
Kehamilan
9 Penyebab Keguguran, dari Faktor Genetik hingga Penyakit Kronis
Kehamilan
Waspadai Gejala Abortus Imminens pada Kehamilan di Bawah 20 Minggu
7 Foto
Kehamilan
7 Artis yang Pernah Alami Keguguran dan Berhasil Hamil Lagi
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
6 Gejala Kram Perut yang Perlu Diwaspadai saat Hamil, Bisa Jadi Tanda Keguguran Bun
Program Hamil Setelah Keguguran, Ini Waktu yang Tepat untuk Mulai Berhubungan Seks
12 Kebiasaan Penyebab Keguguran yang Mesti Bumil Tahu