Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

10 Ciri-ciri Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan yang Perlu Diketahui

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 19 Aug 2026 21:35 WIB

KB suntik 3 bulan
KB suntik 3 bulan/ Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Daftar Isi

KB suntik 3 bulan menjadi salah satu pilihan kontrasepsi yang cukup populer di kalangan Bunda. Selain praktis, metode ini juga tidak mengharuskan penggunanya mengingat jadwal seperti minum pil setiap hari.

Namun, sama seperti metode kontrasepsi hormonal lainnya, KB suntik 3 bulan dapat menimbulkan sejumlah efek samping pada sebagian wanita.

Meski demikian, munculnya efek samping tidak selalu menandakan bahwa tubuh tidak cocok dengan KB suntik 3 bulan. Beberapa keluhan dapat terjadi sebagai bentuk respons tubuh terhadap perubahan hormon dan biasanya akan membaik seiring waktu. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jika keluhan berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau semakin berat, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Mengenal KB suntik

KB suntik 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandung progestin depot medroxyprogesterone acetate (DMPA). Suntikan umumnya diberikan setiap 12–13 minggu untuk membantu mencegah kehamilan.

Cara kerjanya antara lain dengan menghambat ovulasi, mengentalkan lendir serviks, serta mengubah lapisan rahim sehingga sperma lebih sulit mencapai dan membuahi sel telur.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), KB suntik DMPA merupakan salah satu metode kontrasepsi yang sangat efektif. Jika digunakan sesuai jadwal, efektivitasnya dapat mencapai lebih dari 99 persen. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, efektivitasnya dapat lebih rendah, terutama jika seseorang terlambat mendapatkan suntikan berikutnya.

Planned Parenthood juga menyebutkan bahwa KB suntik dapat mencapai efektivitas sekitar 99 persen, jika suntikan diterima tepat waktu setiap 3 bulan. Sementara itu, NHS Inform menyebutkan bahwa metode ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi jika digunakan sesuai anjuran.

Selain praktis karena tidak perlu dikonsumsi setiap hari, KB suntik juga dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang tidak dapat atau memilih untuk tidak menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen.

Mana yang lebih baik, pil KB atau suntikan KB?

Tidak ada metode kontrasepsi yang paling baik untuk semua perempuan. Pilihan kontrasepsi yang tepat bergantung pada kondisi kesehatan, gaya hidup, rencana kehamilan, serta kenyamanan masing-masing pengguna.

Pil KB perlu diminum setiap hari sehingga lebih cocok untuk perempuan yang dapat menjaga jadwal konsumsi obat secara rutin. Sementara itu, KB suntik 3 bulan dinilai lebih praktis karena hanya memerlukan suntikan setiap 12–13 minggu atau sekitar empat kali dalam setahun.

Di sisi lain, setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Kesuburan umumnya dapat kembali segera setelah pil KB dihentikan. Sementara itu, pada pengguna KB suntik 3 bulan, kembalinya ovulasi dapat membutuhkan waktu lebih lama setelah suntikan terakhir. Waktu kembalinya kesuburan juga dapat berbeda pada setiap perempuan.

Menurut ACOG, pemilihan metode kontrasepsi sebaiknya dilakukan melalui konsultasi dengan dokter. Dengan begitu, manfaat, risiko efek samping, serta kondisi medis yang dimiliki setiap pasien dapat dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan kontrasepsi yang paling sesuai.

Ciri-ciri tidak cocok KB suntik 3 bulan yang perlu diketahui

KB suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif mencegah kehamilan. Namun, bukan berarti semua perempuan akan merasa cocok dengan metode ini. Efek samping yang muncul juga bisa berbeda pada setiap orang.

Beberapa keluhan sebenarnya merupakan efek samping yang cukup umum, dan tidak selalu berarti KB suntik harus dihentikan. Namun, jika keluhan terasa berat, menetap, mengganggu aktivitas, atau menimbulkan kekhawatiran, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Berikut beberapa keluhan yang perlu diketahui:

1. Gangguan menstruasi

Melansir NHS, perubahan pola menstruasi merupakan salah satu efek samping yang paling umum dari KB suntik. Bunda mungkin mengalami haid tidak teratur, perdarahan yang lebih sedikit atau lebih lama, hingga tidak mengalami haid sama sekali (amenore).

Menurut ACOG, perdarahan tidak teratur dan amenore memang umum terjadi pada pengguna DMPA, terutama pada awal penggunaan. Semakin lama menggunakan DMPA, kemungkinan mengalami amenore juga dapat meningkat.

Kondisi ini tidak selalu berbahaya atau berarti tidak cocok dengan KB suntik. Namun, jika perubahan pola haid terasa mengganggu, Bunda dapat membicarakannya dengan dokter.

2. Pendarahan di luar jadwal haid

Sebagian perempuan mengalami spotting atau bercak darah di luar jadwal menstruasi. Kondisi ini biasanya muncul pada bulan-bulan pertama penggunaan KB suntik. Jika perdarahan sangat banyak atau berlangsung lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

3. Nyeri kepala atau migrain

Salah satu keluhan umum yang muncul akibat perubahan hormon adalah sakit kepala. Pada beberapa perempuan yang memiliki riwayat migrain, gejalanya bisa menjadi lebih sering atau lebih berat. 

4. Berat badan meningkat drastis

Sebagian perempuan menghentikan KB suntik karena berat badan yang meningkat. Menurut ACOG, beberapa penelitian menunjukkan pengguna DMPA dapat mengalami kenaikan berat badan selama masa penggunaan.

Jika kenaikan berat badan terjadi sangat cepat atau disertai keluhan lain, konsultasikan dengan dokter untuk mengevaluasi penyebabnya.

5. Perubahan suasana hati

Perubahan mood, mudah marah, merasa sedih, atau gejala depresi dapat terjadi pada sebagian pengguna KB hormonal. Menurut WHO dalam Family Planning: A Global Handbook for Providers, perubahan suasana hati termasuk efek samping yang dilaporkan pengguna kontrasepsi hormonal tertentu. 

6. Masalah kulit

Beberapa perempuan mengeluhkan munculnya jerawat atau jadi memburuk setelah menggunakan KB suntik. Namun pada sebagian lainnya, kondisi kulit justru tidak mengalami perubahan berarti.

7. Nyeri payudara

Salah satu efek samping hormonal yang sering dilaporkan adalah payudara terasa lebih sensitif atau nyeri. Keluhan ini biasanya membaik setelah tubuh beradaptasi.

8. Penurunan gairah seksual

Sebagian perempuan melaporkan berkurangnya libido atau gairah seksual selama menggunakan KB suntik. Walau tidak terjadi pada semua orang, perubahan hormon diduga berperan dalam kondisi ini.

9. Nyeri di lokasi suntikan

Setelah penyuntikan, area bekas suntikan dapat terasa nyeri, muncul benjolan kecil, atau memar ringan. Biasanya kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik dalam beberapa hari.

10. Mual

Mual termasuk efek samping yang dapat muncul pada sebagian pengguna kontrasepsi hormonal. Meski umumnya ringan, keluhan yang menetap sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.

Pantangan KB suntik 3 bulan

Sebenarnya tidak ada pantangan makanan khusus pengguna KB suntik 3 bulan. Namun, Bunda disarankan untuk:

  • Menjaga pola makan seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Menghindari merokok
  • Mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang
  • Tidak terlambat jadwal suntik berikutnya.

Ini penting karena penggunaan DMPA dalam jangka panjang diketahui dapat memengaruhi kepadatan tulang, meski efeknya umumnya dapat membaik setelah penggunaan dihentikan. 

Cara melancarkan haid setelah KB suntik 3 bulan

Haid yang belum kembali setelah menghentikan penggunaan KB suntik sering membuat khawatir. Padahal, kondisi ini cukup umum terjadi.

Menurut ACOG, efek KB suntik dapat bertahan beberapa waktu setelah penggunaan dihentikan. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali kadar hormon sehingga siklus menstruasi dapat kembali secara bertahap. 

Beberapa cara yang dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi selama masa transisi antara lain:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Mengelola stres
  • Tidur cukup.

Jika haid tidak kunjung kembali dalam beberapa bulan atau muncul keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Demikian pembahasan mengenai KB suntik 3 bulan dan efek samping yang mungkin timbul setelah memakainya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda