kehamilan
Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan
HaiBunda
Rabu, 19 Aug 2026 08:55 WIB
Daftar Isi
Kehamilan dan persalinan adalah dua pengalaman yang tak akan dilupakan oleh perempuan. Sayangnya, tidak semua perempuan menjalani kehamilan dan proses persalinan yang lancar.
Setidaknya itulah yang dialami Candice Davis. Perempuan asal Amerika Serikat ini mesti menjalani operasi caesar karena didiagnosis sindrom HELLP. Padahal, kehamilan pertamanya berjalan lancar hingga 11 hari sebelum tanggal perkiraan lahir.
Kisah Bunda hamil terkena sindrom HELLP
Sekitar dua minggu sebelum hari perkiraan lahir, Davis merasa mual saat duduk di tepi kolam renang. Rasa mual itu tiba-tiba berubah menjadi nyeri perut bagian atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami Davis meminta istrinya untuk memeriksakan ke rumah sakit. Davis yang bekerja sebagai perekrut untuk dokter kandungan awalnya menolak karena merasa tahu jika ada sesuatu yang serius. Tetapi ketika temannya yang juga seorang dokter kandungan, Dr. Susan Passarella, mendesaknya untuk pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD), dia akhirnya mengalah.
Di unit gawat darurat kebidanan di Baptist Hospital di Pensacola, Florida, hasil tes menunjukkan tekanan darah Davis meningkat. Dokter memutuskan untuk menahannya semalaman. Kemudian, keadaannya memburuk dengan cepat.
Rasa sakit Davis meningkat tajam. Tekanan darahnya terus naik dan kadar enzim hatinya meroket.
Dalam waktu dua jam setelah kedatangan, tim medisnya ingin melakukan induksi persalinan. Davis berharap bisa melahirkan secara alami. Tetapi karena kondisinya terus memburuk, ia disarankan untuk melahirkan bayinya melalui operasi caesar.
"Dan syukurlah kami melakukannya. Saya sangat kesakitan. Mereka akhirnya memberi saya epidural untuk membantu mengurangi rasa sakit di perut bagian atas, yang ternyata tidak berpengaruh sama sekali. Saya hanya ingat saya takut," kata Davis, dilansir laman CBS News.
"Secara fisik saya tahu bahwa saya tidak bisa melahirkan putra saya secara alami. Saya bahkan tidak bisa duduk tegak. Saya takut, tetapi ada begitu banyak hal yang terjadi."
Didiagnosis sindrom HELLP
Davis lalu didiagnosis mengalami sindrom HELLP, suatu kondisi kehamilan langka yang terkait dengan preeklamsia. Sindrom ini memengaruhi organ hati dan dapat menyebabkan perdarahan hebat. Meskipun preeklamsia terjadi pada sekitar 5 hingga 8 persen kehamilan, hanya sekitar 0,01 hingga 0,06 persen kasus yang berkembang menjadi sindrom HELLP.
Akibat kondisi tersebut, Davis menjalani operasi caesar. Anak pertama Davis pun lahir selamat. Tetapi, tubuh sang putra ternyata menekan luka sepanjang 17 sentimeter (cm) di organ hati sang Bunda. Saat bayinya lahir, organ tersebut mulai mengeluarkan darah tanpa henti.
"Saat mereka mengeluarkan putra saya, mereka berkata, 'Oh, tidak ada darah. Ini bagus'. Dan dalam hitungan detik, ternyata, 'Oh, ada darah, banyak sekali darah'. Dokter anestesi datang dan memasang masker di wajah saya, lalu berkata, 'Oke, kita harus membiusmu sekarang'," ungkap Davis.
Kondisi Davis menjadi terlalu tidak stabil untuk operasi lebih lanjut, hingga memaksa dokter untuk membalut tubuhnya dengan bahan steril dan menunggu semalaman agar ia pulih. Ia tidak bisa bernapas sendiri.
Setelah sekitar 24 jam, dokter berhasil menghentikan pendarahan Davis. Keesokan harinya, dia bisa bernapas sendiri dan mulai sadar kembali. Namun, ingatan pertamanya tentang cobaan itu datang dua hari kemudian, ketika putranya yang saat itu berusia 4 hari diletakkan di dadanya di unit perawatan intensif.
"Tekanan darah saya masih tinggi, dan Camden, putra saya, menangis. Saya mendengar saudara perempuan saya berkata, 'Oh lihat, dia berhenti menangis ketika digendong di dadanya, dan tekanan darahnya langsung mulai menurun'. Itu sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan," ujar Davis.
Kehilangan jari tangan usai melahirkan
Kondisi Davis saat itu belum sepenuhnya pulih. Gumpalan darah telah terbentuk di tangan kirinya.
Dia tidak bisa mengonsumsi obat pengencer darah karena risiko pendarahan hati lagi. Dokter mencoba perawatan topikal dan bahkan ruang oksigen hiperbarik, tetapi Davis akhirnya kehilangan ibu jarinya dan sebagian dari empat jari lainnya di tangan kirinya.
Dalam beberapa minggu berikutnya, Davis menjalani enam operasi untuk mengangkat jaringan yang rusak. Ia pun mulai menyesuaikan diri dengan kondisi amputasi sambil merawat bayinya.
Setahun setelah kelahiran putranya, Davis dan keluarganya telah menemukan kehidupan normal yang baru. Ia terkejut dengan dirinya sendiri atas kecepatan pemulihannya.
Kini, ia dapat melakukan semua hal, termasuk merawat putranya secara mandiri. Alat bantu adaptif seperti ibu jari prostetik telah membantunya beradaptasi di tempat kerja dan di pusat kebugaran.
Davis mengatakan dia berharap pengalamannya akan mendorong orang lain untuk memperhatikan tubuh mereka selama kehamilan.
"Kamu bisa menjalani kehamilan yang baik, tetapi jangan pernah menganggapnya remeh," katanya.
"Saya pikir sangat penting bagi perempuan untuk mendengarkan tubuh mereka, dan jika ada sesuatu yang terasa tidak benar, cari tahu penyebabnya. Pergilah periksa. Jangan menganggap semuanya baik-baik saja dan itu hanya gejala kehamilan."
Demikian kisah Bunda hamil didiagnosis sindrom HELLP hingga jari tangannya diamputasi usai melahirkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kisah Bunda Melahirkan 5 Bayi Kembar setelah 12 Tahun Menanti Momongan
Kehamilan
HELLP Syndrome: Kenali Penyebab, Gejala, Dignosis, Cara Mengobati dan Mencegahnya
Kehamilan
Kenali Sindrom HELLP dan Cara Mencegahnya, Komplikasi Kehamilan yang Mengancam Nyawa
Kehamilan
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Cerita Bunda yang Melahirkan di Usia Kandungan 26 Minggu
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Sindrom Kehamilan Berbahaya untuk Ibu dan Janin
Kenali Lebih Jauh 5 Jenis Infeksi TORCH dan Cara Penularannya
Mengenal Mirror Syndrome, Kondisi Langka yang Berbahaya untuk Bumil & Janin