Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bayi Kelainan Jantung, Ibu Pengganti Tolak Permintaan Ortu Biologis Gugurkan Kandungan

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Selasa, 18 Aug 2026 11:05 WIB

Pregnant woman lying on the bed waiting to give birth in a hospital.
Ilustrasi ibu pengganti atau surrogate mother / Foto: Getty Images/flukyfluky
Jakarta -

Bunda, sebuah kasus hukum dan etika medis mendadak viral dan memicu perdebatan sengit di Amerika Serikat. McKenna West, seorang perawat asal Alaska yang menjadi ibu pengganti (surrogate mother), menolak keras permintaan menggugurkan kandungan dari pasangan orang tua biologis bayi yang dikandungnya.

Dikutip dari The Guardian, perselisihan ini bermula ketika janin yang dikandung West mendadak didiagnosis mengidap Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS), sebuah kelainan jantung bawaan langka yang parah namun masih bisa ditangani melalui operasi medis.

Orang tua biologis sang bayi, Nausheen Gilkar dan Omar Ahmed asal California, disebut meminta West untuk menggugurkan kandungan tersebut. Namun, West menolak dan memilih kabur ke Texas demi melahirkan serta menyelamatkan nyawa bayi yang ia namai Gabriel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Turut melibatkan Pengadilan Texas 

Langkah West melarikan diri ke Texas memicu perhatian publik nasional hingga menarik intervensi langsung dari Jaksa Agung Texas, Ken Paxton. Paxton mengajukan petisi ke pengadilan untuk memastikan bahwa bayi tersebut mendapatkan penanganan medis penyelamatan jiwa (life-saving care) segera setelah lahir.

Pengadilan Texas mengabulkan petisi tersebut dan mengeluarkan perintah hukum yang melarang siapa pun untuk menunda perawatan medis maupun membawa bayi tersebut keluar dari wilayah negara bagian Texas.

Sesuai standar medis, bayi penderita HLHS membutuhkan operasi jantung segera setelah lahir untuk bertahan hidup. Tanpa operasi, bayi tersebut tidak akan bertahan melewati minggu pertama. Namun jika berhasil dioperasi, tingkat kelangsungan hidup anak mencapai 75 persen hingga usia 5 tahun dan 90 persen hingga usia 18 tahun.

Lalu bagaimana nasib bayi tersebut, apakah dikembalikan ke orang tua biologis?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda