Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bukan Cuma Hormon, Kepribadian Ibu Hamil Ternyata Bisa Pengaruhi Jenis Ngidam

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 17 Aug 2026 09:20 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil Makan Pedas
Bukan Cuma Hormon, Kepribadian Ibu Hamil Ternyata Bisa Pengaruhi Jenis Ngidam/Foto: Getty Images/iStockphoto/Lordn
Jakarta -

Ibu hamil sering kali dilanda ngidam dan menginginkan berbagai makanan tertentu. Nah ternyata nih, Bunda, bukan cuma hormon, kepribadian ibu hamil ternyata bisa memengaruhi jenis ngidam, Bunda.

Ngidam atau keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu menjadi hal yang umum selama kehamilan. Secara umum, perilaku ini banyak dipengaruhi oleh sifat kepribadian yang bersangkutan. 

Adanya perubahan selama kehamilan

Perubahan fisiologis selama kehamilan memang banyak terjadi. Salah satu perubahan mencolok dalam kehamilan yang terlihat yakni pola asupan makanan pada ibu hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Seperti diketahui bahwa pola konsumsi makanan pada manusia terbukti dipengaruhi faktor fisiologis, psikologis, dan budaya. Dengan berbagai hal yang terjadi selama kehamilan, kemungkinan terjadi perubahan nafsu makan, terutama saat munculnya perasaan untuk makan makanan yang diinginkan

Keinginan makan sendiri sebenarnya didefinisikan sebagai keinginan intens untuk mengonsumsi makanan tertentu. Berbeda dengan rasa lapar, hal ini kerap didorong oleh faktor fisiologis, psikologis, atau budaya. Studi terbaru menemukan bahwa di Ethiopia sebanyak 58,3 persen ibu hamil mengalami keinginan makan, yang sering dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi dan kekurangan gizi. Selain itu, terbukti juga bahwa keinginan makan akibat kehamilan dimediasi oleh perubahan sirkuit dopaminergik otak.

Menurut beberapa studi, keinginan makan memengaruhi hasil kesehatan patologis terkait asupan makanan dan kenaikan berat badan, seperti kelebihan berat badan dan obesitas, makan berlebihan, dan penurunan berat badan yang tidak berhasil. 

Sebuah studi di Amerika Serikat melaporkan bahwa keinginan makan berhubungan dengan peningkatan asupan sukrosa, lemak, dan karbohidrat, dan wanita hamil sering menginginkan makanan manis seperti kue, cokelat, dan minuman manis.

Permasalahannya, peningkatan asupan nutrisi yang menyebabkan kondisi kelebihan berat badan selama kehamilan dapat berujung pada hasil kehamilan yang tidak baik, seperti adanya peningkatan insiden operasi caesar, diabetes mellitus gestasional, hipertensi, preeklamsia, komplikasi persalinan, hipoglikemia neonatal, komplikasi perinatal, dan gangguan inisiasi menyusui.

Selain itu, ditemukan juga bahwa sifat kepribadian seseorang dapat memengaruhi asupan makanan dan kenaikan berat badan. Saat ini, diidentifikasi ada lima ciri inti kepribadian yakni keterbukaan, ketekunan, neurotisisme, kesepakatan, dan ekstroversi. 

Pada studi sebelumnya dilaporkan bahwa sifat kepribadian, seperti neurotisisme, memiliki kecenderungan impulsif yang berhubungan dengan obesitas, kecanduan makanan, makan berlebihan, konsumsi alkohol, merokok, dan penyalahgunaan zat.

Sebaliknya, tiga studi menunjukkan bahwa orang dengan sifat kepribadian sadar cenderung lebih kecil kemungkinannya menjadi obesitas karena mereka umumnya menjalani gaya hidup yang teratur dan sehat, seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari konsumsi alkohol.

Meskipun studi mendokumentasikan prevalensi dan dampak keinginan makan selama kehamilan, ternyata masih ada kesenjangan yang signifikan. Misalnya, peran sifat kepribadian tertentu dalam memengaruhi keinginan makan masih kurang dieksplorasi. Studi-studi ini umumnya membandingkan sifat kepribadian dengan insiden obesitas dan kecanduan, dan hingga saat ini, belum ada studi yang mengaitkannya dengan keinginan makan. 

Karena itu, sebuah penelitian terbaru dilakukan untuk mengidentifikasi insiden keinginan makan dan kaitannya dengan sifat kepribadian pada ibu hamil. Dengan memahami hubungan ini diharapkan nantinya dapat mendukung intervensi yang lebih terarah untuk mendorong perilaku makan yang lebih sehat selama kehamilan.

Secara umum diketahui bahwa para perempuan hamil memang kadang-kadang menginginkan makanan manis, buah, atau makanan kaya kalori, serta kombinasi aneh seperti acar dan es krim. 

Sifat yang konsisten tersebut dan berjalan dari waktu ke waktu serta sifat yang memengaruhi perilaku relevan dengan konsep kepribadian. Kepribadian adalah salah satu variabel psikologis yang dapat memengaruhi perkembangan psikopatologis. Beberapa masalah psikologis, seperti perilaku sehat, kebahagiaan, kinerja akademik dan kerja, serta perilaku antisosial dan kriminal terkait dengan sifat kepribadian.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda