Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Termakan Hoaks Keramas Pakai Telur Mentah agar Hamil, Bunda Ini Kini Bangun Komunitas Online

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 15 Aug 2026 18:10 WIB

Asian women are using a dry towel to dry their hair.after showering
Termakan Hoaks Keramas Pakai Telur Mentah agar Hamil, Bunda Ini Kini Bangun Komunitas Online/Foto: Getty Images/torwai
Daftar Isi
Jakarta -

Menjalani program hamil (promil) sering kali menjadi perjalanan yang penuh emosi dan tantangan bagi pasangan suami istri. Sayangnya, keputusasaan dan tingginya harapan sering dimanfaatkan oleh maraknya misinformasi di media sosial. Salah satu tren aneh yang sempat viral adalah klaim bahwa keramas pakai telur mentah bisa membantu perempuan agar cepat hamil.

Namun, apakah klaim tersebut memiliki dasar medis, atau sekadar mitos promil yang berbahaya? Mari simak fakta selengkapnya berikut, Bunda.

Kisah ini berawal dari pengalaman Barbora Gray seorang ibu asal Hebburn, South Tyneside. Saat berjuang melawan kecemasan dalam usahanya untuk hamil, ia menemukan sebuah unggahan di internet yang menyarankan untuk keramas pakai telur mentah demi meningkatkan kesuburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Apa yang awalnya hanya sesuatu yang sangat sederhana, yaitu mencari resep, akhirnya membuat saya cemas terhadap segala hal, mulai dari sampo hingga cairan yang saya gunakan untuk mencuci piring," kata Barbora Gray dikutip dari laman BBC. 

Dirikan komunitas daring She Thrives

Pengalaman keramas pakai telur mentah membuat Barbora ingin membantu perempuan lain agar tidak mengalami hal serupa. Ia kemudian meluncurkan komunitas daring bernama She Thrives, sebuah platform yang bertujuan meluruskan berbagai mitos sekaligus menghapus stigma mengenai kesehatan perempuan.

Komunitas tersebut membahas berbagai isu penting, seperti menopause, kesehatan mental, menstruasi, dan kesuburan, serta menyediakan "ruang aman" bagi perempuan di wilayah North East untuk memperoleh informasi kesehatan perempuan yang akurat dan berbasis bukti.

Barbora Gray berharap komunitas tersebut mampu mengubah cara perempuan membicarakan kesehatan.

Terinspirasi dari laporan kesehatan perempuan

Keinginan perempuan berusia 35 tahun ini mendirikan She Thrives muncul setelah membaca laporan Woman of the North yang dirilis oleh Health Equity North pada tahun 2024.

Laporan tersebut menemukan bahwa perempuan yang tinggal di wilayah Inggris bagian utara memiliki berbagai tantangan kesehatan dibanding wilayah lain. Mereka lebih berpeluang bekerja lebih lama, mengalami kondisi kesehatan yang lebih buruk, hingga berisiko lebih tinggi menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Barbora yang bekerja di bidang komunikasi kesehatan, mengatakan bahwa banyak informasi kesehatan yang sebenarnya tersedia dari para ahli, tetapi belum mudah dijangkau masyarakat.

Dokter khawatir banyak perempuan percaya informasi keliru

She Thrives mendapat dukungan dari North East and North Cumbria NHS Integrated Care Board, The Northern Health Science Alliance, serta sejumlah NHS Trust.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari para tenaga medis yang bekerja di wilayah tersebut, yang prihatin terhadap konten di media sosial yang memengaruhi perempuan.

Dr. Katherine Gilmore, konsultan ginekologi komunitas serta kesehatan seksual dan reproduksi di South Tyneside and Sunderland NHS Foundation Trust, mengatakan bahwa ia hampir setiap hari menemui pasien yang telah terpapar misinformasi.

Menurutnya, keterbatasan waktu membuat media sosial menjadi tempat paling mudah bagi perempuan mencari informasi kesehatan. Namun, kemudahan tersebut juga membuka peluang penyebaran informasi yang salah.

"Kita benar-benar bisa membedakan antara pasien yang memiliki informasi yang benar dengan perempuan yang telah terpapar banyak cerita yang menakutkan. Hal itu bisa menjadi kekhawatiran yang serius," tutur Dr. Katherine Gilmore.

Kehadiran She Thrives mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kate Scott, warga Hebburn, mengatakan komunitas tersebut akan sangat membantu generasi berikutnya.

"Saat saya mengalami berbagai masalah, tidak ada wadah seperti ini. Apa yang dilakukan Barbora akan sangat membantu putri dan cucu-cucu saya di masa depan," kata Kate Scott dari Hebburn.

Sarah McEwan dari Jarrow juga mendukung inisiatif tersebut. Menurutnya, perempuan sering kali sibuk bekerja dan mengurus keluarga hingga lupa memperhatikan kesehatan diri sendiri.

Sementara itu, Alison Quinn mengaku banyak temannya merasa cemas akibat berbagai informasi yang mereka baca di internet. Ia berharap keberadaan komunitas seperti She Thrives dapat membantu perempuan memperoleh informasi kesehatan yang benar dan tidak mudah termakan mitos.

"Banyak teman saya merasa cemas karena hal-hal yang mereka baca di internet, dan saya rasa ini sangat membantu."

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda