kehamilan
Doa setelah Berhubungan Intim dan Tata Cara untuk Suami Istri Menurut Islam
HaiBunda
Minggu, 02 Aug 2026 21:40 WIB
Daftar Isi
Ritual mandi wajib sedianya perlu dilakukan setelah sesi bercinta usai. Simak doa setelah berhubungan intim dan tata caranya untuk suami istri menurut Islam, Bunda.
Berhubungan intim merupakan sebuah ibadah pasangan suami istri yang mendatangkan kenikmatan sekaligus pahala jika dilakukan dengan tata cara yang benar, halal, dan mengikuti adab yang disyariatkan dalam agama Islam.
Selain membaca niat yang benar, memenuhi hak pasangan, dan berdoa agar berhubungan intim tidak sekadar pemuasan nafsu belaka tetapi juga bernilai ibadah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa setelah berhubungan suami istri
Adapun doa sesudah berhubungan suami istri berdasarkan Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf ialah sebagai berikut:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا
Latin: Alhamdulillahilladzii khalaqa minal maa-i basyaran.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan wanita dan air (mani)."
Mengutip dari laman detikcom, apabila suami istri ingin mengulangi jima, keduanya tidak perlu mandi besar tetapi cukup berwudhu saja. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْيَعُوْدَ فَلْيَتَوَضًا. رواه مسلم
Artinya: "Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya, kemudian ia ingin mengulanginya lagi, berwudhulah satu kali diantara yang dua kali itu." (HR Muslim).
Adab setelah berhubungan intim suami istri
Setelah berhubungan intim selesai, ada beberapa adab yang perlu dilakukan pasutri, di antaranya sebagai berikut:
1. Membaca doa syukur kepada Allah SWT merupakan adab yang dianjurkan.
Berikut ini doa yang bisa dilantunkan, Bun:
Bismillaahi alhamdulillaahilladzii kholaqo minal maa i ba syaron faja'alahu nasaban wa shohron wa kaana ribbuka qodiiroo.
Artinya:
Dengan nama Allah, segala ouji bagi-Nya yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan dan kekerabatan. Tuhanmu Maha Kuasa.
2. Tidak membocorkan rahasia ranjang
Sangatlah dianjurkan untuk menjaga kerahasiaan hubungan suami istri, dan tidak menyebarkan pengalaman di tempat tidur bersama orang lain.
3. Wudhu sebelum lanjut ke sesi berikutnya
Berwudhu sebelum mengulangi sesi hubungan intim dianjurkan untuk menjaga kesucian dan kesegaran tubuh. Hal ini dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits berikut:
"Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya kemudian ingin mengulanginya, makan hendaknya ia berwudhu.
Tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri
Setelah melakukan kegiatan intim bersama pasangan, mandi wajib menjadi ritual yang perlu dilakukan ya, Bun. Simak tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri berikut ini seperti dikutip dari laman CNN:
1. Mencuci tangan sebanyak tiga kali agar tangan bersih dari najis.
2. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor termasuk area genital.
3. Mencuci kembali tangan yang kotor menggunakan sabun.
4. Berwudu
5. Membasahi kepala dengan air sebanyak tiga kali di mana air harus sampai ke pangkal rambut.
6. Menyela-nyela rambut menggunakan jari tangan.
7. Mengguyurkan air ke seluruh tubuh mulai dari sisi kanan, lalu sisi kiri.
Daftar pertanyaan seputar berhubungan intim
Membahas soal hubungan intim, dalam Islam sendiri sebenarnya ada adab dan aturan-aturan yang perlu ditaati ya, Bunda. Sering kali, banyak juga pasangan yang belum mengetahui beberapa topik terkait hubungan intim. Berikut ini beberapa daftar pertanyaan seputar berhubungan intim yang perlu diketahui:
1. Belum keramas setelah berhubungan apakah boleh salat?
Kondisi setelah berhubungan intim menjadi salah satu kondisi seseorang dalam keadaan hadats besar sama halnya seperti mimpi basah dan sebagainya. Maka, dalam kondisi tersebut, diwajibkan bagi yang bersangkutan untuk melakukan mandi jinabah atau mandi wajib agar kembali suci dan sah saat menunaikan ibadah shalat, i’tikaf, dan sejenisnya seperti dikutip dari laman Kemenag.
Dijelaskan para ulama Fiqih seperti Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitab Safinatun Najah (Indonesia, Daru Ihya'il Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun), halaman 24 sebagai berikut terkait dua rukun yang perlu dipenuhi untuk menghilangkan hadats besar:
فروض الغسل اثنان النية وتعميم البدن بالماء
Artinya: “Rukun mandi (junub) itu ada dua, yaitu niat dan meratakan seluruh tubuh dengan air.”
2. Hal apa yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan intim?
Setelah berhubungan intim, kewajiban untuk mensucikan diri melalui mandi junub memang wajib dilakukan. Aktivitas tersebut memang bisa juga ditunda karena Bunda mengutamakan aktivitas lain sebelum mandi junub. Seperti merujuk pada Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkisah sebagai berikut:
لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا جُنُبٌ، فَأَخَذَ بِيَدِي، فَمَشَيْتُ مَعَهُ حَتَّى قَعَدَ، فَانْسَلَلْتُ، فَأَتَيْتُ الرَّحْلَ، فَاغْتَسَلْتُ ثُمَّ جِئْتُ وَهُوَ قَاعِدٌ، فَقَالَ: أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هِرٍّ، فَقُلْتُ لَهُ، فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ يَا أَبَا هِرٍّ إِنَّ المُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ
“Aku bertemu Rasulullah dan aku pada saat itu dalam keadaan sedang junub, lalu beliau menggandeng tanganku, maka aku berjalan bersama beliau sampai beliau duduk, lalu aku keluar sebentar, aku menemui seseorang, lalu aku mandi, kemudian datang dan beliau sedang duduk, lalu berkata; Kemana saja kamu wahai Abu Hir? Aku berkata kepada beliau (bahwa aku tadi junub). Maka beliau bersabda: Subhanallah, wahai Abu Hir, sesunggugnya seorang mukmin tidak najis.”
Dalam kitab Fathul Al-Bari, Al-Hafidz Ibnu Hajar menjadikan hadis ini sebagai dasar kebolehan seseorang menunda mandi junub dan juga kebolehan dia memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, seperti memasak, pergi ke pasar, dan lainnya. Beliau berkata sebagai berikut;
وفيه جواز تأخير الاغتسال عن أول وقت وجوبه ..وعلى جواز تصرف الجنب في حوائجه
“Hadis ini menjadi dalil kebolehan mengakhirkan mandi junub dari awal waktunya dan kebolehan orang yang junub melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhannya.”
Hanya saja, meski memasak sebelum mandi besar diperbolehkan, namun jika seseorang hendak makan atau minum setelah memasak, maka dia dianjurkan untuk wudhu terlebih dahulu. Hal ini karena menurut para ulama, makan dan minum tanpa wudhu dalam keadaan junub hukumnya makruh.
Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Sayidah Aisyah, dia berkata;
كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة
“Apabila Rasulullah Saw berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak salat.”
Terkait hal apa saja yang tak boleh dilakukan usai berhubungan intim, salah satu yang terpenting ialah tidak melakukan ibadah sholat, membaca Al Qur''an dan lainnya. Mengutip dari laman Kemenag, seseorang yang dalam kondisi junub juga boleh tetap beraktivitas.
Dalam laman Kemenag RI pun disebutkan, bahwa tidak masalah bagi seseorang yang ingin beraktivitas dalam keadaan junub, seperti memasak, menyapu, mencuci, dan lain-lain.
3. Bolehkah setelah berhubungan intim langsung tidur?
Menyelesaikan babak panas bersama pasangan tentu melelahkan ya, Bunda. Sering kali, para laki-laki langung tertidur pulas saat sudah sukses orgasme. Nah, sebenarnya, bolehkah berhubungan intim langsung tidur?
Mengutip dari Buku Pintar Agama Islam, Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah bahwa memang ada beberapa etika yang perlu diperhatikan saat pasutri selesai melakukan hubungan intim. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:
1. Tidak menceritakan perihal hubungan seksualnya kepada orang lain
2. Boleh langsung melakukan mandi besar setelah hubungan suami istri
3. Diperbolehkan juga langsung tidur namun disunnahkan terlebih dahulu berwudlu sebelum tidur
4. Bila ingin mengulangi hubungan seksual, disunnahkan bagi suami dan istri untuk membersihkan kemaluannya dan berwudlu.
Semoga informasinya membantu, Bun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Berapa Kali Berhubungan Intim dalam Seminggu agar Cepat Hamil?
Kehamilan
4 Cara Membuat Anak Kembar Berdasarkan Posisi Berhubungan Intim
Kehamilan
Kapan Jam yang Baik untuk Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil? Ketahui Waktu yang Tepat
Kehamilan
Apakah Boleh Berhubungan Intim saat Alami Implantasi?
Kehamilan
12 Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan, Beri Tahu Suami Bun
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Kewajiban Suami Terhadap Istri yang Sedang Hamil dalam Islam
10 Doa agar Positif & Cepat Hamil Memiliki Keturunan: Lengkap Arab, Latin & Artinya
7 Doa saat Istri Mau Melahirkan, Bisa Diamalkan Suami saat Mendampingi Persalinan