kehamilan
Melahirkan Operasi Caesar Sekaligus Steril, Ini Fakta yang Perlu Diketahui
HaiBunda
Sabtu, 01 Aug 2026 07:25 WIB
Daftar Isi
- Melahirkan operasi caesar sekaligus steril
- Seberapa efektif sterilisasi setelah operasi caesar?
- Berapa lama waktu operasi caesar sekaligus steril?
- Berapa lama masa nifas setelah caesar dan steril?
- Apakah melahirkan operasi caesar sekaligus steril ditanggung BPJS?
- Efek samping melahirkan secara caesar sekaligus steril
- Kisah pengalaman steril setelah operasi caesar
Melahirkan operasi caesar sekaligus steril dapat menjadi pilihan bagi Bunda yang sudah yakin tidak ingin hamil lagi di masa depan. Prosedur ini dilakukan dengan menggabungkan persalinan melalui operasi caesar dan tindakan sterilisasi (tubektomi) dalam satu kali operasi.
Selain dinilai praktis karena tidak memerlukan operasi tambahan, keputusan melahirkan operasi caesar dan steril sekaligus harus dipertimbangkan secara matang bersama dokter mengingat sifatnya yang permanen ya, Bunda. Simak fakta yang perlu diketahui sebelum Bunda melahirkan caesar sekaligus steril.
Mengutip laman Guysandstthomas.nhs, sterilisasi atau steril adalah metode kontrasepsi permanen untuk mencegah kehamilan. Prosedur ini biasanya dilakukan melalui tindakan operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama operasi caesar, Bunda dapat menjalani prosedur yang disebut ligasi tuba. Tuba fallopi adalah sepasang saluran yang menghubungkan ovarium (indung telur) dengan rahim, tempat sel telur bergerak dari ovarium menuju rahim. Pada prosedur ligasi tuba, tuba fallopi ditutup dengan cara dipotong dan diikat.
Dengan demikian, sel telur tidak lagi dapat dibuahi oleh sperma melalui hubungan seksual. Sel telur yang dilepaskan akan diserap kembali oleh tubuh, sementara siklus menstruasi tetap berlangsung seperti biasa.
Sementara operasi caesar atau caesarean section adalah prosedur persalinan melalui sayatan pada dinding perut dan rahim ibu untuk mengeluarkan bayi. Saat ini tindakan tersebut dilakukan untuk berbagai indikasi medis maupun atas pilihan ibu setelah berkonsultasi dengan dokter.
Melahirkan operasi caesar sekaligus steril
Ya, Bunda boleh melahirkan operasi caesar sekaligus steril. Mengutip laman SciELO, praktik ini umum dilakukan dan dalam banyak studi dinilai aman. Sterilisasi atau ligasi tuba saat operasi caesar memiliki keuntungan menghindari sayatan dan anestesi tambahan.
Mayoritas perempuan merasa puas dengan keputusan untuk disterilkan. Pasien jauh lebih mungkin menyesal menolak ligasi tuba selama operasi caesar yang tidak direncanakan (40 persen) dibandingkan yang menyesal menerimanya (2,5 persen).
Melansir laman Mayoclinic, jika sterilisasi atau ligasi tuba dilakukan bersamaan dengan operasi caesar, dokter akan menggunakan sayatan yang sudah dibuat untuk melahirkan bayi. Bila memungkinkan, seluruh tuba fallopi di sisi kanan dan kiri akan diangkat.
Tindakan ini disebut salpingektomi total (complete salpingectomy). Ovarium tetap dipertahankan sehingga prosedur ini tidak menyebabkan menopause terjadi lebih cepat. Pada umumnya, anestesi regional digunakan agar Bunda tidak merasakan nyeri selama operasi.
Seberapa efektif sterilisasi setelah operasi caesar?
Sterilisasi dapat gagal apabila saluran tuba yang telah dipotong atau ditutup kembali menyatu di kemudian hari. Sekitar 1 dari setiap 200 hingga 500 perempuan yang menjalani sterilisasi dengan ligasi tuba masih dapat mengalami kehamilan setelah prosedur tersebut. Kehamilan dapat terjadi segera setelah sterilisasi maupun beberapa tahun kemudian.
Risiko kegagalan lebih rendah jika sterilisasi dilakukan bersamaan dengan operasi caesar, dibandingkan jika dilakukan melalui operasi laparoskopi (bedah lubang kunci atau keyhole surgery).
Berapa lama waktu operasi caesar sekaligus steril?
Banyak Bunda bertanya, berapa lama operasi caesar dan steril dilakukan? pada umumnya, operasi caesar berlangsung sekitar 45-60 menit. Penambahan prosedur sterilisasi biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit, tergantung kondisi pasien dan teknik yang digunakan.
Sementara itu, jika pertanyaannya adalah berapa lama operasi caesar, waktu keseluruhan dapat berbeda pada setiap pasien, terutama bila terdapat jaringan parut akibat operasi sebelumnya atau kondisi medis tertentu yang membuat prosedur menjadi lebih kompleks.
Berapa lama masa nifas setelah caesar dan steril?
Masa nifas normal secara umum berlangsung antara 4-6 minggu (sekitar 40-42 hari). Namun, durasi ini dapat bervariasi dan dipengaruhi faktor-faktor seperti:
- Kesehatan ibu, pada ibu yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan pembekuan darah atau komplikasi lain, mungkin mengalami perdarahan lebih lama.
- Proses menyusui dapat membantu mempercepat kontraksi rahim, sehingga membantu rahim kembali ke ukuran semula dan mengurangi durasi perdarahan.
- Waktu pemulihan tubuh pada ibu yang melahirkan melalui operasi caesar sering kali lebih lama, sehingga bisa mempengaruhi durasi nifas.
Amy Magneson, M.D., Ob-Gyn di CareMount Medical di New York mengatakan, biasanya pendarahan masih akan terjadi. Kebanyakan Bunda yang melahirkan mengalami pendarahan vagina atau nifas selama beberapa minggu.
"Pendarahan bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya, tapi bisa terjadi hingga empat-enam minggu,” kata Pamela Promecene, M.D., profesor dan dokter kandungan di McGovern Medical School di UTHealth/UT Physicians di Houston.
Apakah melahirkan operasi caesar sekaligus steril ditanggung BPJS?
Sterilisasi dapat ditanggung BPJS Kesehatan dalam kondisi tertentu, terutama bila memenuhi indikasi medis dan mengikuti prosedur pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengacu pada ketentuan program keluarga berencana di Indonesia, tindakan sterilisasi (Metode Operasi Wanita/MOW) umumnya tersedia melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS maupun program BKKBN, dengan syarat dan indikasi tertentu.
Apabila Bunda berencana menjalani operasi caesar sekaligus sterilisasi menggunakan BPJS, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan serta pihak rumah sakit untuk mengetahui persyaratan administrasi, indikasi medis, dan cakupan pembiayaannya.
Pertimbangan operasi caesar sekaligus steril
Menurut ACOG, sebagian perempuan dapat mengalami penyesalan setelah sterilisasi, terutama bila menjalani prosedur pada usia yang lebih muda atau karena keputusan dibuat dalam kondisi emosional. Oleh karena itu, konseling sebelum tindakan sangat penting.
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan berusia di bawah 30 tahun lebih berisiko menyesali keputusan menjalani sterilisasi dibandingkan perempuan yang berusia lebih tua.
Jika bayi Bunda mengalami komplikasi atau memiliki masalah kesehatan yang serius setelah lahir, sebaiknya beri diri Bunda waktu lebih banyak untuk mempertimbangkan keputusan sterilisasi sebelum menjalani prosedur tersebut.
Selain itu, sebelum memutuskan menjalani sterilisasi saat operasi caesar, dokter biasanya akan mengajak pasien berdiskusi mengenai beberapa hal menurut mayoclinic
- Risiko dan manfaat metode kontrasepsi yang bersifat sementara (reversibel) maupun permanen.
- Penjelasan rinci mengenai prosedur ligasi tuba.
- Penyebab serta kemungkinan prosedur tidak berhasil mencegah kehamilan.
- Waktu terbaik untuk menjalani prosedur.
Efek samping melahirkan secara caesar sekaligus steril
Secara umum, efek operasi caesar dan steril tidak jauh berbeda dengan operasi caesar biasa karena sterilisasi hanya menambah sedikit waktu tindakan.
Meski sterilisasi ligasi tuba dianggap aman, semua operasi mengandung beberapa risiko. Masalah serius terjadi pada kurang dari 1 dari 1.000 perempuan. Bunda perlu menandatangani formulir persetujuan yang menjelaskan risiko dan manfaat operasi dan harus mendiskusikan risiko dan manfaat ini dengan dokter bedah.
Beberapa risiko potensial meliputi:
- Pendarahan dari sayatan atau bagian dalam perut.
Infeksi. - Kerusakan pada organ lain di dalam perut.
- Efek samping dari anestesi.
- Kehamilan ektopik (sel telur yang dibuahi di luar rahim).
- Penutupan tuba fallopi yang tidak tuntas yang mengakibatkan kehamilan.
Kisah pengalaman steril setelah operasi caesar
Banyak Pengalaman steril setelah caesar dibagikan para ibu melalui media sosial maupun forum parenting. Sebagian besar mengaku memilih sterilisasi karena merasa jumlah anak sudah cukup dan ingin menghindari kehamilan berisiko di masa depan.
Namun, kisah setiap ibu bisa berbeda. Seperti cerita yang sedang viral ibu berusia 35 tahun yang menjalani operasi caesar ketiga sekaligus sterilisasi. Perempuan dengan username tiktok @rheaunge mengaku sudah pernah menjalani tiga kali operasi caesar dan steril di usia 35 tahun.
Setelah melanjalani prosedur caesar dan steril, dia berjuang untuk belajar berjalan kembali. Dalam video yang dibagikan tampak Rhea terlihat payah dan kesakitan ketika belajar berjalan bersama sang suami setelah operasi. Ia berjalan dengan pelan dan penuh kehati-hatian karena menanggung rasa sakit pada luka jahitan pasca operasi.
Kemudian ada kisah pengalaman steril setelah operasi caesar juga dilakukan oleh istri komika sekaligus aktor Rigen Rakelna, Indah Ningtyas memutuskan steril setelah tiga kali melahirkan.
Indah Ningtyas memutuskan steril lantaran tidak ingin menambah anak karena alasan kesehatan adanya aritmia jantung. Jika Indah hamil lagi maka akan membahayakannya.
"Sekarang tuh aku ada gangguan aritmia jantung, jadi yang ditakutkan kalau misalnya, qadarullah hamil lagi, di kehamilan selanjutnya itu (aritmia) berulang. Karena itu bahayanya sih sebenarnya buat ibunya."
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kartika Putri Ungkap Keinginan untuk Steril Usai Melahirkan Anak Ketiga, Ini Tanggapan Suami
Kehamilan
Berapa Besar Kemungkinan untuk Hamil setelah Bunda Jalani Ligasi Tuba? Simak Kata Pakar
Kehamilan
Apa saja Pengaruh KB Steril dengan Menstruasi? Simak Faktanya
Kehamilan
4 Tips Mempercepat Pemulihan Luka Operasi Caesar, Salah Satunya 'Puasa' Seks
Kehamilan
Waspadai Risiko Kehamilan Ektopik Usai Bunda Disteril
5 Foto
Kehamilan
Perjuangan Nita Vior Sambut Anak Pertama, Tunggu Persalinan Pervaginam tapi Akhirnya Caesar
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Apakah Ikat Steril Bisa Lepas Sendiri Tanpa Disadari?
Kartika Putri Ungkap Keinginan untuk Steril Usai Melahirkan Anak Ketiga, Ini Tanggapan Suami
Kisah Bunda Ingin Lakukan Steril usai Alami Hiperemesis Gravidarum saat Hamil