Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

10 Perubahan Tubuh Setelah Melahirkan yang Sering Dialami Ibu tapi Jarang Dibahas

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 03 Aug 2026 08:10 WIB

wanita bercermin
10 Perubahan Tubuh Setelah Melahirkan yang Sering Dialami Ibu tapi Jarang Dibahas/Foto: Getty Images/Satoshi-K
Daftar Isi
Jakarta -

Persalinan katanya membawa banyak perubahan bagi para perempuan. Simak 10 perubahan tubuh setelah melahirkan yang sering dialami ibu tapi jarang dibahas.

Menjalani peran sebagai ibu baru menjadi hari-hari yang menantang tentunya, Bun. Selain dipenuhi kesibukan mengurus Si Kecil, fluktuasi hormon dan pemulihan fisik jadi pekerjaan rumah yang mewarnai hari-hari.

Ya, mengurus Si Kecil dan menyusuinya tentu memakan energi luar biasa, Bun. Selain kurang tidur, rasa nyeri karena pemulihan pascapersalinan masih berjalan juga membuat hari-hari busui sangat melelahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Perubahan tubuh setelah melahirkan 

Hal ini memang wajar terjadi mengingat periode pasca persalinan bisa membawa berbagai efek pada tubuh perempuan. Di luar fakta-fakta di atas, ada berbagai perubahan lainnya pada fisik perempuan pasca persalinan, Bunda. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:

1. Preeklamsia pasca persalinan

Kondisi tekanan darah yang berpotensi fatal ini semakin umum terjadi, Bunda. Karenanya, sangat penting mengetahui gejalanya, yang biasanya berkembang antara 48 jam dan enam minggu setelah melahirkan.

Tanda-tandanya yakni sakit kepala parah, perubahan penglihatan, nyeri tulang rusuk kanan, dan pembengkakan mendadak pada wajah dan tangan.

2. Robekan saat persalinan normal

Robekan jaringan antara vagina dan anus dapat terjadi secara alami selama persalinan normal. Kuncinya adalah mengetahui apakah luka tersebut sembuh dengan baik.

Rasa sakit pada beberapa minggu pertama adalah normal dan dapat diatasi dengan rendaman air hangat, kompres es, dan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen.

3. Kekeringan vagina

Kekeringan vagina sangat umum terjadi setelah melahirkan terutama pada busui. Sebab, menyusui dapat menurunkan kadar estrogen, menyebabkan lapisan vagina menjadi lebih tipis dan kering. Gatal, rasa terbakar, atau gesekan yang menyakitkan, terutama saat berhubungan seks, seringkali menjadi akibatnya.

4. Perdarahan berkepanjangan

Perdarahan vagina merupakan hal yang wajar, terlepas dari bagaimana proses melahirkan yang dilewati. Namun, perdarahan bisa berlanjut dari enam minggu dan ini merupakan tanda adanya sisa produksi konsepsi, yang terjadi ketika sejumlah kecil jaringan plasenta atau jaringan terkait kehamilan tetap berada di rahim setelah melahirkan.

Jika tidak diobati, hal ini bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi, perdarahan terus menerus. Hubungi dokter sesegera mungkin jika Bunda mengalami perdarahan berkepanjangan.

5. Kebocoran urine

Kebocoran urine ringan setelah batuk atau bersin dalam enam bulan setelah melahirkan cukup umum terjadi. Otot dasar panggul dan jaringan perineum mengalami perubahan signifikan selama kehamilan dan persalinan. Dukungan kandung kemih yang lebih lemah membuat lebih sulit untuk menahan urine. Latihan kegel dalam hal ini bisa menjadi cara efektif untuk memperkuat otot kandung kemih.

6. Nyeri saat berhubungan intim

Pengalaman ini tentu sangat menegangkan bagi para ibu pasca persalinan. Biasanya, kondisi ini memengaruhi hingga 40 persen ibu baru setelah melahirkan tiga bulan dan sebanyak 20 persen ibu pada enam bulan.

7. Perubahan dermatologis

Kerontokan rambut dan kondisi kulit mengalami perubahan usai persalinan. Biasanya, hal ini dikarenakan perubahan hormon. Namun, permasalahan tersebut biasanya membaik dalam enam hingga 12 bulan pasca persalinan seperti dikutip dari laman Nypost.

8. Kaki yang membesar

Tubuh memproduksi sekira 50 persen lebih banyak darah dan cairan untuk mendukung janin. Cairan ini biasanya berkumpul di ekstremitas bawah, mengakibatkan pembengkakan kaki dan pergelangan kaki.

Semakin banyak Bunda berjalan, semakin banyak cairan yang bersirkulasi kembali dan akhirnya akan merata. Jika pembengkakan tidak membaik, hal ini bisa menjadi tanda penyakit kardiovaskular.

9. Pemisahan otot perut

Dikenal sebagai diastasis recti, pemisahan otot perut terjadi ketika rahim membesar dan dinding perut meregang. Untuk membantu kenyamanan, korset perut dapat meredakan nyeri punggung, mengurangi pembengkakan, dan menopang otot perut yang terpisah. 

10. Bekas luka caesar yang menyakitkan

Saraf sensitif di dinding perut mungkin teriritasi selama persalinan. Meskipun biasanya sementara, ketidaknyamanan dan keluarnya cairan dari sayatan yang terus-menerus dapat mengindikasikan infeksi.

Biarpun banyak sekali perubahan fisik usai persalinan yang dialami, beradaptasi dengan semua perubahan tersebut menjadi hal bijak yang perlu dilakukan sambil menikmati peran baru sebagai ibu. Selamat menikmati hari-hari bersama Si Kecil dan semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda