kehamilan
Dokter Ungkap Kasus Langka Perempuan Sulit Hamil yang Diduga Alergi Cairan Sperma
HaiBunda
Sabtu, 18 Jul 2026 21:35 WIB
Kesulitan hamil umumnya dikaitkan dengan gangguan hormon, kualitas sel telur atau sperma, hingga kondisi kesehatan tertentu. Namun, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, ada faktor lain yang juga dapat memengaruhi peluang kehamilan.
Belum lama ini, dokter mengungkap kasus langka perempuan sulit hamil diduga karena alergi cairan sperma. Dilansir laman Live Science, perempuan 29 tahun asal Lithuania ini sudah dua kali menjalani program bayi tabung, namun gagal menghasilkan kehamilan.
Dalam pemeriksaan ginekologis, dokter tidak menemukan penyebab mendasar mengapa ia tidak dapat hamil. Namun, dokter tidak menyebutkan apakah tes kesuburan juga dilakukan pada pasangan perempuan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan, perempuan ini memiliki riwayat asma dan sensitivitas terhadap alergen yang dihirup, seperti jamur, bulu kucing, dan debu. Nah, karena kondisi tersebut, ia mengunjungi fasilitas medis untuk melihat apakah alerginya mungkin memengaruhi kesuburan.
Hasil tes darah mengungkap bahwa perempuan itu memiliki eosinofil yang luar biasa tinggi. Eosinofil merupakan sejenis sel darah putih yang melindungi tubuh dari alergen.
Sementara itu, tes kulit menunjukkan bahwa perempuan ini sensitif terhadap tungau, serbuk sari dari gulma dan rumput, serta alergen dari serangga dan anjing. Ia juga diketahui sangat sensitif terhadap protein yang disebut Canis familiaris allergen 5 (Can f 5), yang ditemukan dalam bulu dan urine anjing.
"Sensitivitas terhadap Can f 5 juga dapat mengindikasikan sensitivitas terhadap jenis protein serupa yang ditemukan dalam air mani manusia," tulis para dokter dalam laporan tersebut.
Dalam wawancara dengan seorang ahli alergi, perempuan ini membenarkan bahwa ia mengalami hidung tersumbat dan bersin setelah berhubungan seks tanpa pengaman. Gejala-gejala ini sebelumnya diabaikan oleh dokter selama konsultasi terutama untuk mengaitkannya dengan kehamilan.
Dokter kemudian melakukan tes alergi lebih lanjut menggunakan sampel air mani yang dikumpulkan dari pasangan perempuan tersebut. Respons alergi pasien mengkonfirmasi kecurigaan dokter bahwa perempuan 29 tahun ini, mengidap alergi plasma semen manusia. Plasma semen adalah komponen cairan air mani yang membawa sel sperma.
"Sensitivitas terhadap air mani merupakan penyebab potensial infertilitas perempuan, karena alergi semacam itu dapat memicu peradangan pada organ reproduksi. Belum jelas apakah alergi tersebut juga mempersulit perawatan IVF perempuan tersebut, mengingat air mani tidak akan ada dalam embrio yang ditanamkan," demikian isi laporan.
Pengobatan pada alergi sperma
Penggunaan kondom adalah intervensi paling umum untuk alergi sperma. Namun, pasien masih ingin hamil sering kali menolak cara ini, Bunda.
Satu-satunya pengobatan yang diketahui untuk mengurangi sensitivitas terhadap air mani adalah memasukkan cairan tersebut ke dalam tubuh pasien secara bertahap dengan konsentrasi yang perlahan meningkat, untuk membangun toleransi terhadap alergen. Namun, pengobatan ini tidak tersedia di Lithuania.
Sebagai gantinya, dokter merekomendasikan agar perempuan tersebut mengonsumsi obat antihistamin sebelum berhubungan seksual untuk mengurangi keparahan reaksi alerginya.
"Ia mengikuti instruksi dokter, tetapi mendapati pendekatan ini 'tidak efektif'," ungkap dokter.
Selama kunjungan tindak lanjut tiga tahun kemudian, perempuan itu mengatakan bahwa ia masih belum bisa hamil. Terlebih lagi, gejala alergi baru muncul setelah kontak dengan air mani pasangannya, termasuk sensasi terbakar di vulva, kelopak mata bengkak, dan mata berair. Menurut laporan tersebut, tidak ada pengobatan lebih lanjut yang direkomendasikan.
Kasus ini termasuk langka dan unik, Bunda. Di seluruh dunia, para ahli medis telah mendokumentasikan sekitar 80 kasus alergi plasma semen pada manusia, dan masih banyak yang perlu dipelajari tentang dampaknya terhadap kehamilan, terutama bila disertai masalah kesehatan lain yang dapat menghambat pembuahan.
Demikian temuan kasus langka yang perempuan yang sulit hamil diduga alergi cairan sperma. Semoga informasi ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Kehamilan
Kisah Sedih Perempuan Alergi Sperma, Ingin Miliki Anak tapi Takut saat Berhubungan Intim
Kehamilan
Bisakah Bunda Cepat Hamil Setelah Menstruasi?
Kehamilan
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
Kehamilan
Pahami Alergi Sperma, Kondisi Langka yang Bisa Bikin Bunda Sulit Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Penyebab PCOS yang Bikin Bunda Susah Hamil
7 Kebiasaan Penyebab Sulit Punya Anak, Salah Satunya Kebanyakan Minum Vitamin
Mengenal Trauma Infertilitas, Pemicu dan Cara Mengatasinya