kehamilan
Tak Semudah para Artis, Ini Realitas Menjalani IVF di Usia 40 Tahunan
HaiBunda
Kamis, 06 Aug 2026 21:35 WIB
Daftar Isi
Perjuangan hamil setiap pasangan tak selalu mulus. Bahkan, ada yang sudah kepala empat tetap saja belum sukses mendapatkan kehamilan. Ternyata, tak semudah para artis, ketahui realitas jalani IVF di usia 45 tahun.
Teknologi in vitro fertilization menjadi angin segar bagi para pejuang garis dua untuk memiliki anak. Dengan menempuh prosedur ini, pasangan yang berusia di atas 40 tahun pun masih memungkinkan mendapatkan peluang hamil meski semakin sedikit kemungkinannya.
Keberhasilan yang didapatkan pejuang IVF memang sungguh menggoda pasangan manapun untuk meniru kesuksesan tersebut. Namun, kenyataannya setelah dijalani, kemudahan tersebut bukanlah sebuah hal yang semudah membalikkan tangan seperti halnya yang ditampakkan para figur publik yang juga menjalani IVF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seberapa sulit mendapatkan anak lewat program IVF?
Kemajuan dalam teknologi reproduksi yang salah satunya kemunculan prosedur IVF menjadi hal yang menggembirakan bagi pejuang kehamilan. Apalagi, pasien yang mengikuti prosedur tersebut dapat melakukannya hingga usia mereka di atas 40 tahun meski peluangnya tentu lebih kecil.
Ya, sebagai perempuan, peringatan bahwa jam biologis mereka mulai habis pada usia 35 tahun memang perlu menjadi alarm penting yang dimanfaatkan sebaik-baiknya. Meski pada akhirnya, banyak masa emas tersebut terlewat dan belum juga sukses mendapatkan kehamilan.
Beruntungnya, seiring teknologi yang berkembang, banyak perempuan yang tertolong untuk memiliki bayi di usia 40 tahun daripada fase sebelumnya. Bahkan, ada juga yang memilikinya lebih lambat dari apa yang diperkirakan sebelumnya. Salah satunya yakni melalui program IVF.
Ya, keberhasilan yang didapatkan melalui prosedur IVF memang milik siapa saja, sosok-sosok yang beruntung tentunya dengan segala doa dan harapannya. Namun di sisi lain, potret dari deretan selebritas yang banyak menunjukkan keberhasilannya melalui program IVF menjadi secercah harapan yang terus menyala pada setiap pejuang garis dua di luar sana.
Dari panggung selebriti, ada nama-nama besar seperti Anne Hathaway dan Natalie Portman yang sukses hamil di usia 43 dan 45 tahun. Selain itu, ada juga perancang perhiasan bernama Jennifer Meyer yang baru saja melahirkan anak ketiganya di usia 49 tahun.
Selebritas lainnya yang juga sukses memiliki anak di usia kepala 4 yakni Hillary Swank yang melahirkan anak kembar di usia 48 tahun, Halle Berry yang melahirkan anak keduanya di usia 47 tahun, dan Janet Jackson yang melahirkan bayi saat berusia 50 tahun.
Menanggapi fenomena IVF tersebut, Jaime Knopman, seorang ahli endokrinologi reproduksi di CCRM Fertility of New York, bahwa pasien sering datang dan bercerita tentang selebriti yang mereka baca kisahnya dan sukses hamil setelah usia 45 tahun.
Sementara itu, ada juga seorang perempuan yang melakukan IVF di usia 48 tahun mengatakan kepada saya bahwa membaca tentang kehamilan selebriti membuat dirinya seperti mendapatkan semangat dan harapan. “Setiap kali saya mendengar tentang orang lain yang melahirkan bayi di usia 49 atau 50 tahun, saya berpikir, Oh, syukurlah.”
Namun kenyataannya, bagi sebagian besar perempuan yang mencoba program IVF dengan sel telur mereka sendiri setelah usia 45 tahun, kemungkinan mereka akan memiliki bayi sangat minim.
Menurut studi paling komprehensif hingga saat ini bahwa kurang dari 3 persen perempuan yang memulai siklus IVF pada usia 45 tahun akan melahirkan bayi hidup.
Pada usia 46 tahun, angka tersebut turun mendekati nol. Tetapi ketika seseorang sangat menginginkan anak, bahkan peluang sekecil apa pun dapat terasa seperti secercah harapan. seperti dikutip dari laman The Cut.
Bagi perempuan yang telah menemui jalan buntu dengan perawatan IVF tradisional, ada daftar tambahan eksperimental dan mahal yang semakin bertambah, yang menurut beberapa dokter dapat meningkatkan peluang mereka, seperti perawatan sel punca, terapi penggantian mitokondria, dan PRP ovarium.
Seorang pasien mengeluarkan USD3 ribu untuk prosedur yang terakhir di mana melibatkan pengambilan darah, memasukkannnya ke dalam sentrifugasi untuk mengekstrak trombosit, dan menyuntikkannya ke dalam ovarium. Secara teoritis, cara tersebut dapat membantu mengaktifkan folikel yang tidak aktif.
Memahami tingkat keberhasilan IVF setelah usia 40 tahun
Meskipun ada banyak teknologi yang bisa dipilih, termasuk dengan IVF, menurut data yagn diterbitkan dalam The Journal of Assisted Reproduction and Genetics dari sebuah studi yang dilakukan menggunakan informasi pasien dari dua lokasi yakni Rumah Sakit Universitas Connecticut yang menemukan tingkat keberhasilan berikut untuk perempuan yang menggunakan sel telur mereka sendiri:
1. Usia 43 - 44 tahun yakni sebesar 8-10 persen per siklus
2. Usia 45+ tahun yakni kurang dari 5 persen per siklus
Sementara itu, dengan sel telur atau embrio donor, tingkat keberhasilan meningkat secara dramatis. Menurut data teknologi reproduksi berbantuan dari CDC, perempuan berusia 43 dan 45 tahun mengalami tingkat keberhasilan sekira 37 persen.
Angka-angka ini adalah rata-rata populasi, bukan prediksi individu. Hasil pribadi seseorang bergantung pada cadangan ovarium, kesehatan secara keseluruhan, riwayat reproduksi, dan protokol perawatan yang dirancang oleh spesialis. Yang penting, menjalani beberapa siklus secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan kumulatif.
Berapa tingkat keberhasilan IVF pada usia 40 tahun?
Tingkat keberhasilan IVF pada usia 40 tahun rata-rata 5–20 persen kelahiran hidup per siklus menggunakan sel telur sendiri, menurut data Society for Assisted Reproductive Technology.
Pada perjalanannya, tingkat keberhasilan ini akan menurun seiring bertambahnya usia yakni sebanyak 8–10 persen pada usia 43–44 tahun dan kurang dari 5 persen pada usia 45 tahun ke atas.
Perlu diketahui bahwa prosedur IVF dengan donor sel telur mempertahankan tingkat keberhasilan >37 persen terlepas dari usia penerima. Namun patut diingat bahwa hasil dari setiap individu akan bervariasi berdasarkan kesehatan, cadangan ovarium, dan protokol perawatan masing-masing.
Mengapa usia memengaruhi keberhasilan IVF?
Memahami mengapa usia memiliki peran penting dalam keberhasilan program IVF memang sangat penting guna mendukung keputusan yang tepat mengenai perawatan yang akan ditempuh bersama pasangan.
Ada dua faktor biologis utama yang berpengaruh pada keberhasilan IVF yakni penurunan cadangan ovarium dan penurunan kualitas sel telur. Keduanya bukanlah kegagalan pribadi tetapi keduanya merupakan proses alami.
Seperti diketahui bahwa setiap perempuan dilahirkan dengan jumlah sel telur yang terbatas dan jumlah tersebut menurun secara alami seiring bertambahnya usia. Pada awal usia 40-an, cadangan ovarium secara terukur lebih rendah daripada di usia yang lebih muda.
Selain kuantitas, kualitas sel telur adalah faktor paling signifikan yang memengaruhi keberhasilan IVF setelah usia 40 tahun. Seiring pertambahan usia sel telur, kemungkinan kelainan kromosom akan meningkat secara substansial.
Dalam hal ini, embrio aneuploid cenderung kurang berhasil menempel, lebih mungkin menyebabkan keguguran dini, dan tidak dapat berkembang menjadi kehamilan yang sehat seperti dikutip dari laman Pacificreproductivecenter.
Pilihan perawatan untuk tingkatkan keberhasilan IVF setelah usia 40 tahun
Meskipun tingkat keberhasilan sangatlah terbatas dalam program IVF setelah usia perempuan menginjak 40 tahun, kabar baiknya ialah pengobatan reproduksi telah mengalami kemajuan pesat di luar sana. Faktanya, ada banyak strategi yang dapat secara signifikan meningkatkan peluang kehamilan. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:
1. Preimplantation genetic testing (PGT-A)
Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) adalah salah satu alat paling ampuh yang tersedia untuk pasien di atas usia 40 tahun.
Pada praktiknya, embrio dipindahkan ke rahim, sejumlah kecil sel dibiopsi dan diperiksa untuk kelainan kromosom. Tindakan ini memungkinkan tim medis memiluh embrio yang paling sehat untuk dipindahkan. Secara langsung, hal ini dapat mengatasi dan menjadi alasan utama mengapa tingkat keberhasilan IVF menurun seiring bertambahnya usia.
Dalam hal ini, PGT-A dapat mengurangi risiko keguguran dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan implantasi. Ahli embriologi dan dokter terkait memiliki pengalaman luas dalam mengintegrasikan PGT-A ke dalam rencana perawatan yang dipersonalisasi.
2. Optimized stimulation protocols
Tidak setiap pasien merespons stimulasi ovarium dengan cara yang sama, dan pendekatan satu ukuran untuk semua tidak pernah tepat untuk perempuan di atas 40 tahun. Untuk pasien dengan cadangan ovarium yang lebih rendah, pilihan seperti mini-IVF atau IVF siklus alami, yang menggunakan dosis obat yang lebih rendah, mungkin sebaiknya melakukan diskusi dengan dokter terkait.
Tim medis nantinya akan memantau respon tubuh pasien dengan cermat dan menyesuaikan protokol secara real time untuk memaksimalkan jumlah dan kualitas sel telur yang diambil.
3. IVF dengan sel telur donor
Untuk pasien berusia 43 tahun ke atas, mereka yang belum berhasil dengan sel telur mereka sendiri, program sel telur donor menawarkan kemungkinan keberhasilan kehamilan tertinggi.
Karena sel telur donor berasal dari perempuan yang lebih muda (biasanya berusia 20-an), tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dapat dicapai terlepas dari usia penerima.
Nah, itulah serba serbi menjalani program IVF di atas usia 40 tahun yang bisa menjadi referensi sebelum akhirnya memutuskan prosedur yang terbaik menurut keputusan bersama pasangan ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Penyebab Paling Umum yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal
Kehamilan
5 Tips agar Proses Transfer Embrio pada IVF Dapat Berjalan Lancar
Kehamilan
5 Pertimbangan sebelum Putuskan Menjalani Program Bayi Tabung, Semangat Bun!
Kehamilan
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Kehamilan
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Haru Bunda Melahirkan Bayi Kembar di Usia 41 Th Setelah 8 Kali IVF dan 5 Keguguran
Deretan Artis Hollywood yang Berjuang Dapatkan Kehamilan dengan IVF, Tak Semuanya Sukses
Hamil di Usia Lanjut Tahun Lewat IVF, Bunda Ini Sedih Kerap Dikira Nenek dari Putranya