Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Hobi Makan Manis saat Hamil? Studi Ungkap Dampaknya pada Otak Janin

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 20 Jul 2026 08:10 WIB

Ibu hamil makan es krim
Hobi Makan Manis saat Hamil? Studi Ungkap Dampaknya pada Otak Janin/Foto: Getty Images/whyframestudio
Jakarta -

Makan makanan manis memang sulit menolaknya ya, Bunda. Apalagi makanan manis bisa membangkitkan mood dengan cepat. Nah, adakah dampaknya hobi makanan manis saat hamil? Studi ungkap dampaknya pada otak janin.

Saat hamil, pengaruh hormonal memang membuat mood turun naik. Belum lagi, gangguan morning sickness bikin mood makan jadi kacau. Tak jarang, makan makanan random pun sering jadi kebiasaan saat hamil termasuk makan makanan manis yang berulang-ulang.

Permasalahannya, dalam sebuah penelitian terbaru, ibu hamil yang mengonsumsi banyak makanan dan minuman manis bisa mendatangkan dampak negatif jangka panjang pada otak bayi yang belum lahir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ibu hamil makan manis

Mengutip dari laman KHQ, para ilmuwan Jepang menemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi atau gula sederhana yang secara alami ditemukan dalam buah-buahan, madu, dan sayuran, selama kehamilan dapat mengalami gangguan fungsi sel punca di otak janin.

Ketidakseimbangan nutrisi selama kehamilan ini tentunya memiliki efek jangka panjang pada kesehatan dan kerentanan penyakit pada keturunan, menurut tim peneliti.

Dalam studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa asupan fruktosa tinggi selama kehamilan meningkatkan risiko diabetes gestasional, preeklampsia, dan insufisiensi plasenta, yang dapat membatasi pertumbuhan janin.

Selain itu, dampak lain yang mungkin muncul yakni mengubah perkembangan janin, membuat anak-anak lebih rentan terhadap risiko obesitas, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan penyakit hati berlemak di kemudian hari.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti bagaimana paparan fruktosa di awal kehidupan bayi memiliki efek jangka panjang pada tingkat seluler dan molekuler.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Kesehatan Fujita di Toyoake, Jepang, menemukan bahwa kinerja tikus dewasa dalam tes pembelajaran dan memori terganggu ketika tikus tersebut terpapar fruktosa tinggi sebelum lahir dengan memberi makan induknya dengan sirup jagung fruktosa tinggi.

Neurogenesis atau pembentukan neuron baru dari Neural Stem Cells (NSC) juga berkurang di wilayah otak tertentu yang terlibat dalam pembelajaran dan kognisi pada tikus.

Para peneliti juga menemukan bahwa perubahan khas pada NSC setelah paparan fruktosa tinggi yang meliputi penurunan pembelahan sel dan gangguan pembentukan neuorn baru, serta perubahan ekspresi gen.

Untuk menjelaskan mengapa paparan fruktosa tinggi prenatal dapat memiliki efek jangka panjang pada NSC, tim peneliti memprofilkan perubahan epigenetik atau jejak kimia pada DNA yang mengontrol aktivitas gen.

Dari penelitiannya, mereka menemukan bahwa paparan fruktosa tinggi prenatal menyebabkan perubahan epigenetik khas pada NSC janin yang bertahan hingga dewasa dan yang mengganggu aktivitas gen yang penting untuk neurogenesis dewasa.

Namun, pemulihan ekspresi normal gen-gen tersebut ternyata meningkatkan fungsi NSC yang terpapar fruktosa tinggi, berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam Jurnal Stem Cell Reports.

Pemimpin studi, Hiroya Yamada mengatakan bahwa penelitian ini menggambarkan bagaimana paparan lingkungan yang merugikan di awal kehidupan . Misalnya, nutrisi ibu yang tidak seimbang yang dapat memiliki efek jangka panjang pada perkembangan dan fungsi otak dengan mengubah regulasi epigenetik aktivitas gen pada NSC.

Menurut Yamada, dalam studinya tersebut menunjukkan bahwa sel punca saraf mungkin menyimpan memori biologis tentang nutrisi ibu selama kehamilan.

"Temuan ini dapat membantu menjelaskan bagaimana ketidakseimbangan diet prenatal sementara dapat menyebabkan perubahan jangka panjang dalam perkembangan dan fungsi otak."

Ditambahkan Yamada bahwa, meskipun studi pada populasi manusia menunjukkan korelasi serupa, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji apakah sel punca saraf manusia dipengaruhi oleh fruktosa tinggi dan stresor lingkungan lainnya dengan cara yang serupa.

Tips tetap aman makan makanan manis selama hamil

Mengonsumsi makanan manis selama kehamilan sah-sah saja ya, Bunda, asalkan tidak berlebihan. Meskipun makanan dan minuman manis sangat menggoda dikonsumsi, idealnya memang dihindari dan mencari alternatif yang lebih sehat sebagai gantinya, seperti dikutip dari laman Aptaclub.

Di luaran, ada banyak makanan rendah gula untuk dimakan saat hamil, Bun. Buah-buahan seperti mangga, nanas, dan buah beri merupakan makanan yang dapat memuaskan hasrat makan manis tetapi tetap sehat karena menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan serat. 

Selain itu, Bunda juga bisa mencari alternatif makanan minuman manis dengan konsumsi lainnya seperti berikut ini:

1. Ganti biskuit dengan makanan gurih lainnya seperti wortel dan lainnya
2. Potong buah segar ke dalam sereal atau bubur ketimbang menggunakan gula
3. Makan popcorn buatan sendiri
4. Pilih camilan kacang kering, bukan permen
5. Minum air berkarbonasi dengan tambahan jus segar
6. Ganti semangkuk es krim dengan semangkuk yogurt dan buah beri.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda