kehamilan
5 Mitos Kesuburan yang Bisa Menghambat Program Hamil
HaiBunda
Jumat, 10 Jul 2026 15:35 WIB
Daftar Isi
Obrolan tentang kesuburan sering kali masih dibumbui asumsi-asumsi yang belum sepenuhnya benar. Nah, agar tak lagi terjebak dalam mitos-mitos tak jelas, coba simak dulu 5 mitos kesuburan yang bisa menghambat program hamil, Bunda.
Urusan kesuburan memang jadi kunci utama jika seseorang ingin berhasil dalam program kehamilannya. Sayangnya, kepercayaan terhadap mitos tertentu tentang kesuburan justru malah menghambat kelancaran program hamil. Bukannya mendapatkan informasi valid, tak jarang pasangan justru terjebak dalam mitos yang menyesatkan.
5 Mitos kesuburan yang bisa menghambat program hamil
Berikut ini beberapa mitos kesuburan yang bisa menghambat program hamil dan perlu diabaikan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jika pasangan tidak dapat hamil, pasti perempuan yang bermasalah
Mitos ini rasanya paling sering menguap di luaran ya, Bunda. Perempuan seringnya dijadikan kambing hitam ketika kehamilan tak kunjung hadir. Di banyak keluarga, perempuan juga yang selalu disalahkan dan diminta memeriksakan diri ke dokter sementara pria bahkan tidak diminta untuk menjalani tes tertentu.
Kesenjangan ini pun semakin melebar dan terkesan beban infertilitas ada di pundak perempuan. Menurut Dr RIchika Sahay Shukla, salah satu pendiri dan Direktur Medis, India IVF Fertility bahwa di poliklinik miliknya, mitos yang paling sering didengar bukan tentang teknologi melainkan tentang menyalahkan.
Misalnya, ketika pasutri datang dan semua orang sudah memutuskan bahwa masalahnya ialah sang istri. Padahal, faktor pria berkontribusi pada hampir setengah dari semua kasus infertilitas di India.Â
Faktanya, jumlah sperma menurun secara diam-diam selama bertahun-tahun, namun pria menunggu tiga hingga lima tahun lebih lama daripada perempuan untuk melakukan tes.Â
Sementara, analisis semen membutuhkan waktu sehari dan penundaan itu dapat merugikan pasangan di tahun-tahun terbaik mereka. Kesalahpahaman ini lebih kecil dari sekadar menyakiti perasaan pasangan tetapi membuang waktu berharga.
2. Pria tetap subur selamanya
Banyak orang tahunya bahwa kesuburan perempuan menurun seiring bertambahnya usia. Padahal, yang kurang dipahami ialah pria juga mengalami perubahan terkait usia.
Dr Shukla menjelaskan bahwa pria tidaklah subur selamanya. Setelah usia 40, kualitas sperma dan integritas DNA juga menurun dan kesuburan tidak pernah hanya miliki perempuan semata.
Studi menunjukkan bahwa bertambahnya usia pria dapat memengaruhi kualitas sperma dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan tertentu dan kondisi genetik, seperti dikutip dari laman Times of India.
Meski demikian, ini tak berarti bahwa pria tiba-tiba menjadi mandul setelah usia 40 tahun. Sebaliknya, kesuburan menjadi kurang dapat diprediksi, dan peluang pembuahan dapat menurun.Â
3. "Santai saja, bagaimana pun kamu akan hamil"
Banyak pasangan mungkin mendengar kalimat ini di luaran. Mungkin kedengarannya menenangkan, tetapi sebenarnya dapat mengisolasi bagi orang-orang yang sedang berjuang dengan infertilitas.
Seperti dikatakan Dr Shukla, "Lalu ada saran lembut 'santai saja dan itu akan terjadi.'" Saya memahami niat baik di baliknya, tetapi mengatakan kepada seseorang yang sedang berjuang untuk sekadar menghilangkan stres dapat terasa seperti disalahkan atas patah hati mereka sendiri. Stres bukanlah penyebab sebagian besar infertilitas; kondisi medis yang tidak diobati lah penyebabnya."
Kondisi medis seperti PCOS, endometriosis, penyumbatan tuba falopi, jumlah sperma rendah, gangguan tiroid, dan ketidakseimbangan hormon sering kali memainkan peran yang jauh lebih besar daripada stres.Â
4. IVF tidak alami dan tidak menjamin kehamilan
Beberapa treatment medis memang masih dikelilingi mitos seperti pada treatment IVF. Sebagian orang percaya bahwa IVF berbeda dan bahkan menjadi perawatan tidak alami. Sementara lainnya berpikir bahwa satu siklus IVF menjamin kehamilan. Padahal, kedua asumsi tersebut tidaklah benar.
Dr Shukla mengatakan IVF tidaklah menggantikan siklus alam tetapi IVF memberikan dorongan lembut pada biologi diri sendiri. Dan,t idak ada dokter yang menjanjikan 100 persen keberhasilan. Semuanya bergantung pada usia, kualitas sel telur dan sperma, serta rahim.
IVF telah membantu jutaan keluarga di seluruh dunia. Namun, tingkat keberhasilan bervariasi tergantung pada beberapa faktor, terutama usia dan kondisi medis yang mendasarinya.
Dan, prosedur ini bukanlah jalan pintas, dan juga bukan jaminan hasil. Ini hanyalah salah satu dari banyak pilihan medis yang tersedia bagi pasangan yang menghadapi infertilitas.
5. Perawatan kesuburan dapat ditunda
Mitos yang paling berbahaya sebenarnya ialah bahwa perawatan kesuburan selalu bisa menunggu. Kenyataannya, kesuburan sering kali menjadi lebih rumit seiring pertambahan usia. Penundaan diagnosis ternyata dapat mengurangi pilihan pengobatan yang tersedia dan menurunkan peluang keberhasilan.
Dr Shukla menyarankan, agar pasangan jangan kehilangan waktu bertahun-tahun untuk menunda-nunda perawatan kesuburan. Infertilitas merupakan hal yang umum, medis, dan biasanya dapat diobati lebih awal.
Semakin cepat kamu mengganti mitos dengan informasi valid, semakin banyak pilihan yang dapat dijelajahi untuk meningkatkan peluang kesuburan. Banyak pasangan menghabiskan waktu bertahun-tahun mencoba pengobatan rumahan atau mengandalkan saran dari anggota keluarga untuk mencari bantuan medis. Sementara, ketika mereka mengunjungi klinik kesuburan, waktu berharga mereka mungkin sudah hilang.
Penting diketahui bahwa infertilitas bukanlah hukuman dan bukan kegagalan serta bukan tanggung jawab perempuan semata. Sains telah memberi pasangan lebih banyak jawaban dan pilihan pengobatan daripada sebelumnya.
Tetapi, semua opsi tersebut akan bekerja paling efektif ketika orang mencari bantuan sejak dini dan mengganti mitos dengan informasi. Terkadang, langkah terpenting menuju kesuksesan menjadi orang tua ialah mengajukan pertanyaan yang tepat dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Mitos Kesuburan yang Harus Berhenti Dipercaya
Kehamilan
9 Mitos tentang Kesuburan yang Bikin Sulit Hamil
Kehamilan
7 Mitos Kesuburan yang Harus Berhenti Dipercaya, Penting saat Program Hamil
Kehamilan
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Kehamilan
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Benarkah Minum Teh Bisa Bikin Rahim Kering?
Tak Selalu Berhasil, Jennifer Aniston Jadi Potret Nyata Perjuangan Promil IVF
9 Mitos tentang Kesuburan yang Bikin Sulit Hamil