kehamilan
Kenapa Banyak Ibu Melahirkan Malam Hari? Ini Penjelasan Medisnya
HaiBunda
Senin, 20 Jul 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
Bunda mungkin pernah mendengar cerita bahwa banyak bayi lahir pada malam hingga dini hari. Bahkan, tidak sedikit ibu hamil yang mulai merasakan kontraksi setelah matahari terbenam dan akhirnya melahirkan saat sebagian besar orang masih terlelap.
Faktanya, anggapan ini bukan sekadar mitos. Sejumlah penelitian menemukan bahwa persalinan spontan memang lebih sering terjadi pada malam hari. Para ahli menduga fenomena ini berkaitan dengan jam biologis tubuh serta perubahan hormon yang membantu proses persalinan.
Lantas, mengapa tubuh lebih sering 'memilih' malam hari untuk melahirkan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa banyak ibu melahirkan malam hari?
Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk pola tidur, suhu tubuh, hingga produksi hormon. Ritme inilah yang diduga turut memengaruhi waktu dimulainya persalinan.
Salah satu hormon yang berperan adalah melatonin, yaitu hormon yang diproduksi otak saat suasana gelap. Selama ini melatonin dikenal sebagai hormon yang membantu seseorang tidur lebih nyenyak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hormon ini juga memiliki peran dalam proses persalinan.
Melatonin bekerja bersama oksitosin, hormon yang memicu kontraksi rahim. Ketika kadar melatonin meningkat pada malam hari, rahim menjadi lebih responsif terhadap oksitosin sehingga kontraksi bisa berlangsung lebih kuat dan teratur.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology. Para peneliti menjelaskan bahwa interaksi antara melatonin dan oksitosin diduga menjadi salah satu alasan mengapa persalinan spontan lebih sering dimulai pada malam hari.
Peran hormon oksitosin saat persalinan
Oksitosin sering disebut sebagai 'hormon cinta'. Namun, selama persalinan hormon ini memiliki tugas penting, yakni merangsang otot rahim agar berkontraksi sehingga membantu membuka leher rahim dan mendorong bayi keluar.
Menurut para peneliti, pada malam hari rahim menjadi lebih sensitif terhadap oksitosin. Kondisi ini membuat kontraksi berlangsung lebih efektif dibandingkan waktu lainnya.
Selain itu, suasana malam yang lebih tenang juga dapat membantu tubuh ibu merasa lebih rileks. Saat ibu merasa aman dan nyaman, produksi oksitosin cenderung meningkat sehingga proses persalinan dapat berlangsung lebih lancar.
Faktor evolusi diduga ikut berpengaruh
Selain faktor hormon, para ilmuwan juga memiliki teori evolusi. Pada zaman dahulu, melahirkan pada malam hari kemungkinan memberikan keuntungan bagi ibu dan bayinya. Saat malam, anggota kelompok biasanya berada di tempat yang aman dan sedang beristirahat sehingga ibu dapat melahirkan dengan gangguan yang lebih sedikit.
Walaupun teori ini belum dapat dipastikan sepenuhnya, pola persalinan pada malam hari telah diamati di berbagai negara dan pada berbagai populasi manusia.
Apakah semua ibu pasti melahirkan malam hari?
Tentu tidak, Bunda.
Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda sehingga waktu persalinan tidak bisa diprediksi hanya berdasarkan jam biologis tubuh.
Beberapa faktor yang memengaruhi waktu kelahiran bayi antara lain:
- Persalinan berlangsung spontan atau melalui induksi.
- Operasi caesar yang biasanya dijadwalkan pada siang hari.
- Kondisi kesehatan ibu dan janin.
- Usia kehamilan.
- Riwayat persalinan sebelumnya.
Karena itu, ada ibu yang melahirkan pada pagi, siang, sore, maupun malam hari.
Apa yang harus dilakukan jika kontraksi datang malam hari?
Jika usia kehamilan sudah cukup bulan dan kontraksi muncul secara teratur pada malam hari, Bunda tidak perlu panik.
Segera hitung frekuensi kontraksi. Bila kontraksi datang setiap sekitar lima menit, berlangsung selama kurang lebih satu menit, dan pola tersebut bertahan selama satu jam, atau jika ketuban pecah maupun muncul perdarahan, segera menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat Bunda berencana melahirkan.
Menjelang hari perkiraan lahir, pastikan tas persalinan sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari agar Bunda dan keluarga tidak terburu-buru ketika tanda persalinan muncul pada malam hari.
Studi: Persalinan malam hari memang lebih sering terjadi
Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Endocrinology menjelaskan bahwa sebagian besar mamalia, termasuk manusia, cenderung melahirkan pada malam hari. Para peneliti menyebut ritme sirkadian serta peningkatan hormon melatonin menjadi salah satu mekanisme biologis yang mendukung proses tersebut.
Sementara itu, peneliti dari Yale School of Medicine juga menjelaskan bahwa melatonin mampu meningkatkan respons rahim terhadap oksitosin. Penemuan ini membantu menjelaskan mengapa kontraksi sering kali menjadi lebih efektif saat malam dibandingkan siang hari.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa waktu persalinan tetap dipengaruhi banyak faktor. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir jika Si Kecil lahir pada pagi atau siang hari karena hal tersebut juga termasuk normal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
6 Perawatan Setelah Melahirkan, Bantu Kencangkan Kulit Kendur
Kehamilan
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
Kehamilan
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Kehamilan
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sering Mimpi Buruk dan Aneh saat Hamil? Ini Arti di Baliknya
Studi Ungkap Tidur Berkualitas Jadi Cara Efektif Ibu Hamil Terhindar dari Stres
Kurang Tidur saat Hamil Sebabkan Gangguan Kecemasan Pasca Persalinan, Simak Temuan Pakar