Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Ibu Hamil dengan Hipertensi Disarankan Melahirkan Lebih Awal, Ini Alasannya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 14 Jul 2026 07:30 WIB

Ilustrasi melahirkan
Ibu Hamil dengan Hipertensi Disarankan Melahirkan Lebih Awal, Ini Alasannya/Foto: Getty Images/AnnaStills
Daftar Isi
Jakarta -

Saat mengetahui tekanan darah meningkat selama hamil, mungkin Bunda langsung merasa khawatir. Apalagi jika dokter mulai membahas kemungkinan persalinan lebih awal. Padahal, bukankah semakin lama bayi berada di dalam kandungan semakin baik?

Ternyata, pada kondisi tertentu justru melahirkan lebih awal bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk Bunda dan Si Kecil.

Hal ini juga didukung oleh tinjauan studi terbaru yang dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews. Peneliti menemukan bahwa pada ibu hamil yang mengalami hipertensi setelah usia kehamilan 34 minggu, persalinan yang direncanakan lebih awal dapat menurunkan risiko komplikasi serius pada ibu tanpa meningkatkan kemungkinan operasi caesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kenapa ibu hamil dengan hipertensi bisa disarankan melahirkan lebih cepat?

Hipertensi saat hamil bukan sekadar tekanan darah yang sedikit naik, Bunda. Kondisi ini bisa memengaruhi aliran darah ke plasenta sehingga pasokan oksigen dan nutrisi untuk janin ikut terganggu.

Kalau tekanan darah terus meningkat, risikonya juga bisa berkembang menjadi preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan ibu dan bayi. Karena itulah dokter akan terus memantau kondisi Bunda. Jika manfaat melahirkan lebih awal dinilai lebih besar dibandingkan mempertahankan kehamilan, dokter mungkin akan menyarankan induksi atau tindakan persalinan lainnya.

Dalam ulasan tersebut, peneliti menganalisis sejumlah penelitian yang melibatkan ibu hamil dengan hipertensi setelah usia kehamilan 34 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa persalinan yang direncanakan lebih awal dapat membantu menurunkan risiko komplikasi serius pada ibu, seperti preeklamsia berat dan gangguan kesehatan lainnya.

Menariknya lagi, strategi ini juga tidak meningkatkan angka persalinan caesar. Bahkan, ada kemungkinan dapat menurunkan risiko bayi meninggal di dalam kandungan (stillbirth), meski peneliti menyebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan tersebut.

Apakah semua ibu hamil hipertensi harus melahirkan lebih awal?

Jawabannya tentu tidak, Bunda.

Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda. Dokter akan mempertimbangkan banyak hal sebelum menentukan waktu persalinan, mulai dari usia kehamilan, seberapa tinggi tekanan darah, apakah sudah muncul tanda-tanda preeklampsia, hingga kondisi Si Kecil di dalam kandungan.

Kalau tekanan darah masih terkontrol dan kondisi ibu serta janin baik, biasanya dokter akan tetap memantau kehamilan hingga waktu persalinan yang dianggap paling aman.

Sebaliknya, jika kondisi mulai memburuk, melahirkan lebih awal justru bisa menjadi langkah terbaik untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Apa saja risiko hipertensi saat hamil?

Hipertensi yang tidak ditangani bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi, di antaranya:

Preeklampsia.

  • Kejang akibat kehamilan (eklamsia).
  • Solusio plasenta atau lepasnya plasenta sebelum waktunya.
  • Pertumbuhan janin terhambat.
  • Persalinan prematur.

Karena itu, penting bagi Bunda untuk tidak melewatkan jadwal kontrol kehamilan. Lewat pemeriksaan rutin, dokter dapat memantau tekanan darah dan mendeteksi bila ada tanda bahaya sejak dini.

Kapan Bunda harus segera ke dokter?

Selain rutin kontrol, Bunda juga perlu waspada bila mengalami gejala seperti sakit kepala hebat yang tidak membaik, pandangan kabur, nyeri hebat di ulu hati, sesak napas, atau pembengkakan yang muncul tiba-tiba pada wajah dan tangan.

Jika salah satu gejala tersebut muncul, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Yang terpenting untuk diingat, anjuran melahirkan lebih awal bukan berarti kondisi kehamilan Bunda pasti berbahaya. Justru, keputusan tersebut biasanya diambil setelah dokter mempertimbangkan dengan matang mana yang paling aman bagi Bunda dan Si Kecil. Dengan pemantauan yang baik dan penanganan yang tepat, sebagian besar ibu dengan hipertensi tetap bisa menjalani persalinan dengan aman.



Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda