kehamilan
Hamil Ternyata Bikin Tubuh Membakar Lebih Banyak Kalori, Ini Faktanya
HaiBunda
Kamis, 16 Jul 2026 07:30 WIB
Daftar Isi
Kehamilan ternyata tidak sekadar membawa perubahan fisik karena tubuh yang semakin membesar dan perut membuncit, Bun. Di luar itu, hamil ternyata membuat tubuh Bunda membakar lebih banyak kalori. Ini penjelasannya.
Saat hamil, tubuh yang semakin besar merupakan hal alami yang menjadi fase baru bagi perempuan. Namun, Bunda tidak perlu khawatir terkait tubuh yang makin melebar tersebut. Sebab, di balik naiknya berat badan dan melebarnya tubuh karena kehamilan, Bunda juga bisa membakar lebih banyak kalori, lho.
Apakah kehamilan membakar lebih banyak kalori saat hamil?
Ya, perempuan yang hamil memang akan membakar lebih banyak kalor, kata Dr Michael Rosenbaum, seorang profesor pediatri dan kedokteran di Columbia University Medical Center.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama kehamilan, kalori yang terbakar akan meningkat, terutama pada trimester kedua dan ketiga," katanya.
Dr Rosenbaum juga mencatat bahwa terdapat variabilitas yang sangat besar antar individu selama kehamilan. "Seberapa banyak berat badan yang bertambah selama kehamilan bergantung pada berapa banyak kalori yang mereka konsumsi dibandingkan dengan berapa banyak yang mereka bakar dan berapa banyak dari berat badan yang bertambah itu adalah air," katanya.
Faktanya juga, bukan hanya ibu hamil yang membakar kalori. Dr Rosenbaum mengatakan bahwa ketika mempertimbangkan pengeluaran energi atau kalori yang terbakar, hal tersebut harus mengacu pada jumlah kalori yang dibakar oleh ibu dan bayi secara bersama-sama, atau yang disebut unit ibu dan janin.
"Ini penting karena janin membakar kalori sekitar empat kali lebih cepat, dan ini akan menjadi faktor yang lebih besar dalam menentukan pengeluaran energi seiring pertumbuhan janin," katanya.
Apakah metabolisme Bunda hamil meningkat selama kehamilan?
Ya, metabolisme Bunda yang sedang hamil memang meningkat, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Tetapi, hal itu disebabkan oleh pengeluaran energi istirahat, bukan aktivitas seperti berjalan atau berolahraga, menurut Dr Rosenbaum.
"Hal ini sebagian besar, tetapi tidak sepenuhnya, disebabkan oleh kenaikan berat badan dan dipengaruhi oleh tingkat adipositas tubuh ibu sebelum kehamilan," jelasnya.
Bagi perempuan yang sebelumnya tidak ada riwayat obesitas, pengeluaran energi yang diperoleh meningkat sekitar 110 kalori per hari. Sementara, bagi perempuan yang obesitas sebelum kehamilan, jumlahnya mendekati 45 kalori per hari.
Seberapa banyak energi tambahan yang dibakar saat hamil?
Untuk memberikan angka, Dr. Rosenbaum merujuk pada sebuah studi yang dilakukan pada 2021 yang meneliti berapa banyak kalori rata-rata yang dibakar perempuan hamil per trimester seperti dikutip dari laman Todaysparent.
Diketahui bahwa pada trimester pertama, pengeluaran energi 24 jam atau kalori yang dibakar sekitar 144 kalori per hari. Kemudian, pada trimester kedua, angka tersebut melonjak menjadi 170, dan pada trimester ketiga, sekitar 290 kalori per hari. Pengeluaran energi istirahat menyumbang sebagian besar kalori yang dibakar selama 24 jam.
Apakah perempuan membakar lemak saat hamil?
Ketika hamil, Bunda memang akan membakar lemak selama fase ini. Tetapi, ada juga karbohidrat dan sedikit protein yang turut terbakar. Semuanya tergantung pada diet dan kondisi medis tertentu yang bisa memengaruhi apa yang diserap tubuh dan dibakar tubuh.
Di fase ini, sebaiknya Bunda tidak mencoba menurunkan berat badan saat hamil kecuali Bunda berada di bawah pengawasan ketat ahli medis yang telah mengevaluasi kondisi Bunda seperti adanya riwayat diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau berisiko mengalami preeklamsia.
Berapa kenaikan berat badan yang dianggap aman selama kehamilan?
Kenaikan berat badan selama kehamilan antar satu dengan lainnya mungkin berbeda-beda. Namun sebaiknya, kenaikan berat badan saat hamil masih dalam batas yang aman dan dalam pantauan dokter secara rutin.
Adapun terkait kenaikan berat badan yang dianggap sehat selama kehamilan, Dr Rosenbaum mengatakan bahwa hal tersebut akan bergantung pada lemak tubuh Bunda serta BMI bumil dari sebelum kehamilan.
"Semakin besar lemak tubuh, semakin sedikit berat badan yang seharusnya bertambah selama kehamilan," ujarnya.
Nah, biarpun lemak banyak terbakar, tak berarti Bunda juga secara bebas memberikan asupan pada tubuh di mana membuat bobot tubuh melonjak berlebihan. Dan, tidak berarti pula bahwa Bunda memanfaatkan momen ini sebagai waktu untuk diet. Semua hal tersebut memang sebaiknya dihindari karena kesehatan Bunda dan janin lebih utama. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Tunda Umumkan Kehamilan hingga 2 Th, Tina Toon Sempat Enggak PD karena BB Naik Jadi 90 Kg
Kehamilan
Ketahui Peran Hormon Serotonin dalam Mengatur Metabolisme Selama Kehamilan
Kehamilan
Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal
Kehamilan
Kenaikan Berat Badan yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil
Kehamilan
Dibully karena Berat Naik 23 Kg Saat Hamil, Kim Kardashian Nangis Tiap Hari
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
16 Cara Mengecilkan Perut Buncit setelah Melahirkan
Viral Strava Labour, Tren Mencatat Proses Melahirkan sebagai Latihan Fisik di Aplikasi
Masayu Clara Ungkap Rahasia Kembalikan Body Goals usai Melahirkan Tiga Anak