Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bunda yang Pernah Diet Yoyo Berpotensi Naik BB Lebih Banyak saat Hamil, Ini Hasil Studi Terbaru

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Jul 2026 11:05 WIB

Ilustrasi Diet
Bunda yang Pernah Diet Yoyo Berpotensi Naik BB Lebih Banyak saat Hamil, Ini Kata Studi/ Foto: iStockphoto/Getty Images/Amorn Suriyan
Daftar Isi
Jakarta -

Diet yoyo menjadi salah satu program diet yang tidak dianjurkan oleh banyak pakar kesehatan. Diet ini merujuk pada siklus berulang penurunan berat badan yang disengaja dan diikuti oleh kenaikan berat badan kembali dalam waktu singkat.

Diet yoyo ternyata juga bisa memengaruhi kehamilan, Bunda. Studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open mengungkap bahwa perempuan yang pernah menjalani diet yoyo berpotensi mengalami peningkatan berat badan yang lebih tinggi selama kehamilan.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari 1.188 ibu hamil yang berpartisipasi dalam New Hampshire Birth Cohort Study. Para peneliti menganalisis data tersebut antara April 2024 dan September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di antara perempuan yang termasuk dalam penelitian ini, hampir setengahnya melaporkan setidaknya satu episode fluktuasi berat badan selama menjalani diet. Para peneliti menemukan hubungan yang bergantung pada dosis antara riwayat fluktuasi berat badan dan penambahan berat badan selama kehamilan, yang berarti penambahan berat badan selama kehamilan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah siklus penurunan berat badan sebelum hamil.

Secara singkat, berikut hasil studi yang mengungkap dampak diet yoyo terhadap kenaikan berat badan selama hamil:

  • Semakin sering seorang perempuan mengalami efek diet yoyo, maka semakin besar pula risikonya mengalami kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan.
  • Perempuan yang pernah mengalami satu kali siklus diet yoyo rata-rata mengalami kenaikan berat badan lebih banyak saat hamil.
  • Angka tersebut meningkat pada mereka yang mengalami dua kali siklus diet, dan menjadi paling tinggi pada perempuan yang telah menjalani tiga kali atau lebih siklus diet yoyo.
  • Perempuan yang mengalami tiga kali atau lebih siklus naik turun berat badan diketahui hampir tiga kali lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan di atas rekomendasi selama hamil.

Para penulis studi mengatakan bahwa temuan studi ini tetap signifikan setelah memperhitungkan faktor-faktor termasuk usia, riwayat merokok, tingkat pendidikan, dan indeks massa tubuh.

Para peneliti juga mencatat bahwa penambahan berat badan yang berlebihan selama kehamilan telah dikaitkan dalam penelitian sebelumnya, yakni hasil buruk bagi ibu dan bayi, termasuk berat lahir yang lebih tinggi dan retensi berat badan pasca persalinan.

Bahaya diet yoyo bagi kesehatan

Diet yoyo atau dikenal weight cycling bisa meninggalkan dampak buruk bagi kesehatan. Dikutip dari Web MD dan Healthline, berikut beberapa bahayanya:

1. Bisa menyebabkan hilangnya massa otot

Selama diet penurunan berat badan, tubuh kehilangan massa otot serta lemak. Ketika berat badan naik kembali, lemak akan menumpuk lebih dulu. Namun, nafsu makan tetap tinggi sampai otot benar-benar 'kembali', yang berarti lemak akan terus bertambah.

Perubahan tersebut bisa menyebabkan pola diet terganggu, Bunda. Bila mengulangi siklus diet ini sebanyak tiga kali, maka kita juga akan mendapatkan tiga masalah sekaligus, yakni berat badan dan lemak bertambah, sementara massa otot berkurang.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Diet yoyo juga bisa memicu banyak peradangan dan membuat kita lebih resisten terhadap insulin. Beberapa studi mengaitkan diet ini dengan diabetes tipe 2.

Meskipun diabetes belum terlihat pada semua penelitian manusia yang menjalani diet yo-yo, tapi kemungkinan besar peningkatan risikonya terjadi pada orang yang akhirnya mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi daripada sebelum diet.

3. Memicu rasa frustrasi

Orang dewasa dengan riwayat diet yoyo melaporkan rasa tidak puas dengan kehidupan dan kesehatan mereka. Hal ini karena efek penurunan berat badan dalam diet yoyo yang cepat hilang.

Orang yang menjalani diet yoyo juga melaporkan kurangnya kepercayaan diri terkait tubuh dan kesehatan. Dengan kata lain, mereka merasa kehilangan kendali atas tubuh akibat diet ini.

Demikian kaitan antara diet yoyo sebelum hamil dan peningkatan berat badan selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda